Pemberi Hidup | Yehezkiel 47:8 (TB)
2 min read
Pemberi Hidup
Ia berkata kepadaku: “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar.” (Yehezkiel 47:8 TB)
Ada dua analogi yang penulis uraikan supaya pembaca memiliki gambaran mengenai judul renungan hari ini.
Analogi pertama mengenai para nelayan yang menangkap ikan dan biota laut lainnya, seperti udang; cumi dan kepiting. Seberapapun hasil tangkapan saat itu, tidak hanya untuk menghidupi yang bersangkutan beserta keluarga tetapi juga para pedagang.
Analogi kedua mengenai covid-19 varian delta. Sampai kapanpun akan terus mengingat betapa mengerikannya varian tersebut. Ventilator sangat dibutuhkan saat itu agar yang bersangktuan dapat bertahan hidup.
Penjelasan mengenai kedua analogi tersebut di atas memberikan gambaran mengenai pemberi hidup. Merujuk pada seseorang yang memberikan kehidupan atau sesuatu yang dianggap sebagai sumber kehidupan. Bukan hanya fisik tetapi juga rohani sebab manusia tidak selamanya hidup di dunia melainkan kekekalan. Tidak ada yang dapat membuat rohani tetap hidup selain ajaran yang Alkitabiah.
Karena ajaran yang Alkitabiah menekankan bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan. Kedua analogi di atas menjelaskan bahwa Dia adalah Sang Pemilik Hikmat sehingga uang dan ventilator dapat tercipta. Lebih lanjut, Dia memperkenalkan diriNya dengan begitu jelas serta memberikan arahan dan perintah agar senantiasa menyenangkan hatiNya dan dapat hidup dalam kekekalan. Banyak orang lebih mendengar ajaran yang menekankan pemenuhan fisik daripada ajaran yang Alkitabiah.
Setiap dari kita pasti bertemu dengan orang yang tidak mendapatkan pengajaran yang Alkitabiah di gereja lokal mereka. Tugas kita ialah memberitakannya agar mereka seperti ikan dan biota laut yang ada dalam penglihatan Yehezkiel. Mereka dapat kembali hidup karena air Laut Mati yang sangat asin telah diubahNya menjadi tawar. Kalau dibawa ke dalam kehidupan nyata saat ini, mereka tidak lagi kelaparan dan kehausan secara rohani karena telah mendapatkan ajaran yang Alkitabiah meski tidak melalui gereja lokal mereka.
Tuhan, hari ini saya ingin membuat beberapa komitmen. Pertama, saya akan terus mendengar ajaran yang Alkitabiah sehingga saya mengenal Engkau lebih dalam. Kedua, saya akan menerapkannya dalam hidup saya. Terakhir, saya akan terus berdoa dan memberitakannya kepada sesama yang saat ini sedang kelaparan dan kehausan secara rohani. Sebab saya sadar, Engkaulah sang pemberi hidup dan sesama pun harus mengetahuinya dengan benar. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=26&chapter=47&verse=8


