Arsip

Sosial Media GBA Center

17 September 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Menolong = Ibadah | (Lukas 10:33 (TB)

2 min read
Menolong = Ibadah

Menolong = Ibadah

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. (Lukas 10:33 TB)

Banyak orang sibuk melayani pekerjaan Tuhan tetapi hanya sedikit yang melayani pribadiNya. Supaya pembaca memahami maksud dari pernyataan tersebut, penulis akan menjelaskan tentang para tokoh yang terdapat dalam sebuah perumpamaan.

Yaitu perumpamaan mengenai orang Samaria yang baik hati. Alur cerita tidak akan penulis jelaskan mengingat sudah tidak asing di telinga. Jadi langsung saja penulis berikan komentar mengenai seorang imam, seorang Lewi, dan seorang Samaria.

Setiap dari kita tentu mengetahui bahwa orang Lewi dan imam bertugas sebagai pelayan di bait Allah. Dalam kisah tersebut, mereka melewati daerah yang rawan, yaitu Yerikho. Baik seorang imam maupun Lewi dalam kisah tersebut tidak mau menolong musafir yang terluka itu karena beberapa alasan. Pertama, akan membuat perjalanan pulang jadi terganggu. Kedua, takut jika ternyata merupakan jebakan perampok. Ketiga, takut kalau pelayanan di bait Allah tidak diterimaNya mengingat hukum Taurat yang menyatakan bahwa menyentuh mayat akan menjadikannya najis selama tujuh hari. Dari ketiga alasan tersebut ditemukan sebuah kesimpulan.

Kesimpulannya ialah, mereka beranggapan bahwa keamanan dan kenyamanan diri serta pelayanan di bait Allah jauh lebih penting daripada menolong sesama. Hingga akhirnya muncul seorang biasa yang merupakan orang Samaria. Ia tidak hanya membersihkan luka pada tubuh musafir tersebut melainkan juga memberikan uang kepada pihak penginapan agar dapat merawatnya. Dia menyatakan bahwa orang Samaria dalam kisah tersebut lebih tahu makna pelayanan daripada seorang imam dan seorang Lewi yang secara aktif melayani di bait Allah. Mengapa demikian?

Karena makna pelayanan yang sesungguhnya bukanlah di bait Allah. Kalau sekarang kita menyebutnya dengan istilah ibadah raya, ibadah kategorial, aktivitas di komunitas rohani, dan pelayanan misi. Begitu aktif melayani sampai enggan untuk menolong sesama yang membutuhkan, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan rohani. Bukan berarti dilarang untuk aktif melayani tetapi harus menaati hukum yang terutama, yaitu mengasihi Allah dengan segenap jiwa dan raga agar mampu mengasihi sesama seperti diri sendiri. Kembali pada perumpamaan orang Samaria yang baik hati, kita tidak tahu apakah ia rajin beribadah atau tidak tetapi yang jelas, setiap dari kita harus melakukan apa yang ia lakukan meski di zaman now semakin tidak mungkin untuk melakukannya mengingat kejahatan semakin tidak terdeteksi.

Tuhan, tolong ingatkan saya agar tidak hanya aktif melayani di gereja, komunitas rohani atau pelayanan misi melainkan juga aktif menolong orang-orang yang berada di dekat saya, baik yang mengalami masalah fisik, mental atau rohani. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://www.gkikotawisata.org/orang-samaria
  2. https://thepreachersword.com/2019/03/21/5-men-in-the-parable-of-the-good-samaritan/
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Samaria
  4. https://gibeon.church/sermon-series/life-changing-stories/sermons/orang-samaria-yang-baik-hati/recap
Share Artikel ini