Arsip

Sosial Media GBA Center

16 August 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Aku Istimewa! | 2 Korintus 12:9 (TB)

2 min read
Aku Istimewa!

Aku Istimewa!

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9 TB)

Penulis teringat saat sedang bercerita dengan mama. Mengenai orang yang terlahir normal tetapi jadi disabilitas setelahnya.

Mama berkata, orang yang terlahir normal kemudian menjadi disabilitas belum tentu dapat menerima keadaan dirinya dibandingkan orang yang sudah mengalaminya sejak lahir. Penulis tidak sepemahaman dengan mama. Semua kembali pada masing-masing individu. Banyak orang yang menjadi disabilitas sejak lahir tidak menerima keadaan dirinya hingga dewasa.

Mengapa hingga dewasa sulit menerima keadaan dirinya sebagai disabilitas? Karena yang bersangkutan dipandang sebelah mata bahkan mendapatkan serangan secara fisik akibat memiliki cara berpikir, cara bicara, cara belajar, dan cara bekerja yang berbeda dengan orang-orang di sekitarnya. Bertahun-tahun berdoa namun keadaan tidak berubah. Membuat yang bersangkutan merasa dirinya tak berharga.

Penulis mengajak setiap pembaca atau orang yang pembaca kasihi, tidak hanya warganegara Indonesia tetapi setiap pembaca dari bangsa manapun, yang saat ini merasa diri tak berharga karena keadaan tersebut, atakanlah setiap saat dan setiap waktu, saya adalah orang yang istimewa!

 Penulis mengatakan demikian karena tidak ada satupun orang yang ingin menjadi disabilitas. Siapapun yang berada dalam kondisi tersebut merupakan orang yang terpilih. Tanpa bermaksud menyinggung orang-orang yang normal, penulis ingin nyatakan bahwa kaum disabilitas bersinar paling terang dibandingkan orang-orang yang normal karena setiap orang dipanggil untuk memancarkan terang Kristus, tidak hanya memancarkan terang bagi orang terdekat tetapi juga bangsa dan negara.

ย Yang penulis maksudkan pada akhir paragraf sebelumnya ialah menyatakan bahwa Dia adalah Pribadi yang memandang setiap manusia berharga, panjang sabar dan penuh kasih setia. Dia tunjukkan pada dunia bahwa segala sesuatu tak dapat berjalan tanpa campur tanganNya. Ajakan terakhir penulis sebagai penutup renungan hari ini, mintalah pertolongan dariNya agar segera merdeka dari perasaan tidak berharga. Jadi, jika pembaca atau orang yang pembaca kasihi tidak sedang dalam kondisi tersebut, bagikanlah renungan hari ini kepada orang-orang yang pembaca temui secara onsite maupun online.

Tuhan, penulis berdoa bagi setiap orang yang merasa dirinya tak berharga karena keterbatasan fisik atau mental. Tolong ingatkan mereka agar senantiasa meminta kekuatan dariMu dan senantiasa berkata dalam hati bahwa bahwa mereka juga ciptaanMu yang berharga walaupun menjalani hidup dalam keterbatasan; bahwa mereka juga memancarkan terang bagi sesama, bangsa dan negara. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber: https://www.alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=2Kor%2012:1-10

Share Artikel ini