Dalam Setiap Langkah | Amsal 3:5-6 (TB)
2 min read
Dalam Setiap Langkah
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Amsal 3:5-6 TB)
Setiap dari kita tutup pernah mendengar peribahasa yang berbunyi malu bertanya sesat di jalan. Apa maknanya?
Makna secara harfiah dan kiasan. Secara harfiah, peribahasa tersebut merujuk pada setiap orang yang baru pertama kali mengunjungi suatu tempat. Secara kiasan, peribahasa tersebut merujuk pada setiap orang yang tidak dapat maksimal dalam hidupnya tanpa pengetahuan dan pengalaman yang orang lain beritahukan melalui kritik dan saran.
Tidak hanya saat bekerja dan menghasilkan karya tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Yang bersangkutan tidak dapat bertumbuh dan berkembang secara maksiaml jika gengsi bertanya; meminta pendapat; kritik atau saran. Tentu ada perasaan tidak nyaman saat melakukannya. Lawanlah perasaan tersebut dengan doa. Setelah itu mintalah kemampuan agar dapat belajar dan berlatih dengan baik.
Tentu ada tantangan dan rintangan saat belajar dan berlatih, percayalah bahwa Tuhan pasti memberikan kemampuan. Tetaplah semangat dan mintalah Dia berikan kerendahan hati ketika telah berhasil melakukannya. Dengan menyatakan semua karena pertolongan Tuhan dan tidak berhenti bertanya; minta pendapat, kritik atau saran setelah mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan. Karena pada hakikatnya, manusia hanya berhenti belajar kalau sudah waktunya berpulang.
Selama nafas masih dikandung badan, yang bersangkutan pun menerima pertanyaan; diminta untuk memberikan pendapat, kritik atas saran. Mintalah padaNya kesabaran dan kelemahlembutan. Semua yang penulis uraikan dalam renungan hari ini merupakan wujud kesadaran agar tidak mengadakan kekuatan sendiri tetapi mengandalkan Tuhan dalam kehidupan. Dengan kata lain, melekat pada Sumber Terang untuk menjadi terang bagi sesama.
Tuhan, tolong ingatrkan saya senantiasa agar tidak merasa diri paling bijak. Terus berdoa, terus belajar dan melatih diri sebagai bentuk bahwa saya tidak bersandar pada kekuatan sendiri dan mengakuiMuu dalam setiap aspek kehidupan. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


