Arsip

Sosial Media GBA Center

7 October 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Preach Without Preachy | 2 Timotius 2:15 (TB)

2 min read
Preach Without Preachy

Preach Without Preachy 2 Timotius 2:15

“Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.” 2 Timotius 2:15 (TB)

Terkadang, dalam semangat kita untuk membagikan Injil, kita lupa bahwa cara penyampaian sama pentingnya dengan siapa yang menyampaikannya. Seringkali masalahnya adalah bagaimana kita bisa memberitakan Injil tanpa terkesan ‘menggurui’? Mungkin kita bisa mulai dengan hal-hal yang sudah biasa kita dengar—kisah-kisah sehari-hari, momen-momen kebersamaan, perjuangan yang kita semua ketahui—untuk mengarahkan orang lain kepada hal-hal yang kekal, tanpa menggunakan istilah-istilah khas Kristen yang mungkin terasa asing bagi teman-teman kita.

Yesus pun melakukan hal serupa; Ia berbicara melalui perumpamaan tentang menjala ikan, pesta pernikahan, dan bercocok tanam (Matius 13 dan 18). Sebab, semua itu adalah gambaran kehidupan sehari-hari yang dipahami oleh orang banyak. IA menyampaikan kebenaran abadi melalui pesan-pesan yang tersirat dalam peristiwa sehari-hari yang dapat mereka pahami dan rasakan keterkaitannya. IA mengawalinya dengan hal-hal yang telah mereka ketahui, sebelum menyingkapkan apa yang dapat mereka ketahui lebih jauh lagi.

Kita pun bisa membagikan kebenaran melalui cerita yang dapat dirasakan relevansinya oleh teman-teman kita. Bisa jadi itu berupa pembicaraan tentang pergumulan yang sama-sama kita hadapi—namun juga berbagi alasan mengapa kita masih memiliki pengharapan. Atau bahkan menemukan makna dalam lagu yang sedang populer, dan bagaimana lagu itu mengarahkan kita kembali kepada Kristus.

Mungkin inti dari membagikan tentang Yesus bukanlah sekadar meyakinkan orang lain mengenai siapa DIA, melainkan menceritakan bagaimana DIA telah hadir dalam hidup kita. Bukan dengan menggurui mereka, melainkan dengan menunjukkan bagaimana kasih-Nya menjumpai kita tepat di keadaan kita saat ini, ataupun di masa sulit dan terpuruk yang pernah kita lewati.

Hal ini tidak berarti mengencerkan Injil atau membentuknya agar dapat diterima oleh masyarakat. Ini tentang menerjemahkannya agar tidak lagi terasa asing, melainkan relevan. Dan tentang bagaimana kita hadir sebagai orang Kristen—menyampaikan perkataan yang penuh kasih karunia, kebenaran, dan kasih dalam setiap percakapan, bukan sekadar mengulang-ulang apa yang tertulis di Alkitab.

Jadi, mari kita ingat bahwa ‘cara’ kita menyampaikannya sama pentingnya dengan ‘siapa’ yang menyampaikannya. Kita bisa memulainya dari hal-hal yang sudah akrab, lalu menyelipkannya ke dalam percakapan dengan cara yang mudah dipahami oleh teman-teman kita. Dengan begitu, penyampaiannya tidak terkesan seperti sedang menggurui, melainkan menjadi sesuatu yang tulus dan mengarahkan orang kepada TUHAN. Yuk, mari mencoba!
GOD bless!

Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.