Take a Rest | Pengkhotbah 3:4 (TB)
2 min read
Take a Rest
Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari. (Pengkhotbah 3:4 TB)
Tuhan yang kita sembah itu adil kepada setiap manusia. Apapun jenis pekerjaan yang digeluti dan status sosial yang dimiliki pasti mendapatkan pemberian dan perlakuan yang sama.
Setiap manusia mendapatkan sinar matahari yang sama; mendapatkan jatah waktu istirahat yang sama serta mendapatkan ruang yang sama untuk meluapkan emosi. Poin yang ketiga memiliki kaitan dengan nats di atas.
Dimana setiap manusia merasakan jantung yang berdegup kencang ketika hendak melakukan sesuatu; air mata yang berderai ketika mendapatkan perlakuan yang tidak adil; ratapan duka yang mendalam ketika ditinggal selamanya oleh orang terkasih; tertawa renyah ketika mendengarkan sesuatu yang lucu; tertawa lepas serta melonjak kegirangan ketika berhasil meraih segala sesuatu yang diinginkan setelah melewati proses yang panjang dan berliku. Uraian tersebut mengingatkan penulis akan roda yang berputar.
Hari ini berada di atas, tetapi beberapa waktu berselang, berada di bawah. Dengan tujuan agar setiap manusia dapat merasakan cintaNya dalam hidup. Tidak perlu menjadi orang yang sombong terlebih dahulu agar berada di bawah, orang yang rendah hati pun juga mengalaminya. Cara memulihkannya tidak hanya dengan tidur, melainkan juga melalui tangisan mengingat tidak hanya fisik yang membutuhkan pemulihan, tetapi juga psikis. Setelah menjadi segar kembali, di situlah kita dapat tertawa lepas dan renyah serta menari dan melompat kegirangan tanpa beban.
Tuhan, terima kasih sudah mengingatkan saya bahwa Engkau adalah Pribadi yang adil. Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk meluapkan emosi. Oleh sebab itu, tolong ingatkan saya untuk melakukannya ketika sedang berada di posisi terendah dalam hidup. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Pengkhotbah%203:4


