God’s Patience | (2 Petrus 3:9 TB)
2 min readTuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:9 TB)
Setiap tahun natal terasa semakin meriah dan mudah. Di sosial media, kita dapat memesan baju dan hampers natal; mengetahui tempat-tempat yang sudah dihias sedemikian rupa untuk dijadikan spot foto; menyaksikan berita natal. Dibalik setiap kemeriahan dan kemudahan yang diperoleh, ada sebuah pertanyaan terselip di dalamnya.
Pertanyaan mengenai kedatangan Kristus yang kedua. Mengapa tak kunjung tiba padahal tanda-tanda yang dicatat dalam Alkitab sudah semakin banyak tergenapi? Penulis tidak tahu apakah orang yang mengajukan pertanyaan tersebut sduah siap menyambut kedatanaganNya untuk kali yang kedua atau berharap agar Dia tidak cepat-cepat datang karena masih terbelenggu.
Terbelenggu dalam cerita buruk di masa lalu; sifat dan kebiasaan buruk hingga saat ini yang membawa setiap orang ke dalam penjara. Tidak harus masuk rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan, melainkan hanya dalam diri saja. Sebagai Pribadi yang penuh kasih, Dia mengulur-ulur waktu kedatanganNya agar setiap orang yang terpenjara dapat terbebas.
Apa yang baru saja penulis uraikan merupakan kabar baik. Jadi, daripada selalu bertanya kenapa Dia tak kunjung datang, lebih baik mengucap syukurlah dan pergunakanlah dengan baik kesempatan tersebut untuk beertobat dan hidup di dalamnya serta mengejar keserupaan dalam Dia. Kembali bicara soal natal, kalau berita natal semakin mudah didapatkan, demikian juga berita mengenai makna yang sesungguhnya tentang Kekristenan, entah melalui khotbah; apologetika atau sejarah Alkitab.
Tuhan, saya bersyukur atas kesempatan yang masih Engkau berikan agar dapat mengejar keserupaan dalam Engkau. Saya tak akan menyia-nyiakan supaya saat waktunya telah tiba, Engkau mendapati saya kudus dan tak bercela di hadapanMu sehingga dapat tinggal bersamaMu dalam kekekalan. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=2Ptr&chapter=3&verse=9&cmt=full

