Arsip

Sosial Media GBA Center

25 October 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

First and Foremost | Matius 22:37-38 (TB)

2 min read

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.” (Matius 22:37-38 TB)

Teori dan praktek takkan pernah bisa terpisahkan, termasuk mengenai pernyataan yang Dia sampaikan kepada orang Farisi.

Dia menyatakan mengasihi Allah adalah hukum yang pertama dan mengasihi sesama adalah hukum yang kedua. Keduanya dicontohkan secara langsung oleh Anak Manusia. Kepada Bapa, Dia menyediakan waktu untuk berkomunikasi; mengikuti serta melakukan kehendakNya. Kepada manusia, Dia menunjukkan dengan berbagai contoh yang kita ketahui bersama, mulai dari bercakap-cakap dan mengunjungi orang-orang yang dianggap sebagai sampah masyarakat; tetap mengajar meskipun mendapatkan penolakan sampai tiba waktunya karya penebusan dilakukanNya. Hukum tersebut Dia sampaikan kepada orang Farisi tetapi contoh tidak hanya ditunjukkanNya kepada mereka tetapi juga ahli Taurat, orang Saduki, kedua belas murid, orang Samaria, orang banyak yang mengikuti Dia hingga kepada setiap orang di sepanjang sejarah dan zaman. Semua tindakan yang Dia tunjukkan bertujuan agar setiap orang mengetahui bahwa mengutamakan Allah akan memampukan setiap orang untuk mengasihi sesama seperti dirinya sendiri.

Kembali pada pernyataan penulis pada awal paragraf. Hanya orang yang dewasa yang mengerti bahwa teori bukan hanya sekedar ucapan tetapi juga yang dipelajari; tidak hanya mengetahui teori tetapi menerapkannya. Tidak hanya mengetahui tentang hukum yang terutama tetapi juga mengutamakan Allah. Agar dapat menjadi pribadi yang mampu berpikir setiap kali menjalankan perannya. Bagaimanakah perasaan saya jika dihakimi, tidak dapat menjalankan hidup dengan normal, tidak mendapatkan perlindungan hukum. Maka dari itu, ketika menjalankan peran sebagai orangtua, yang bersangkutan tidak memarahi dan memojokkan anak; ketika menjalankan peran sebagai anggota masyarakat, yang bersangkutan menunjukkan belas kasihan kepada orang miskin dan termarjinalkan melalui ilmu yang dipelajari di sekolah dan bangku kuliah serta bakat dan kemampuan yang dimiliki; ketika menjadi aparat penegak hukum, yang bersangkutan tidak menerima suap dan memberikan hukuman yang sesuai dengan jenis kejahatan yang dilakukan. Dan peran lainnya, sialhkan pembaca yang lanjutkan.

Tuhan, biarlah kiranya renungan hari ini menjadi pengingat bagi setiap pembaca agar mengutamakan Engkau selama hidup. Karena hanya dengan cara itulah yang menjadikan sebagai pribadi yang dewasa rohani karena memposisikan diri sendiri setiap kali memperlakukan sesama. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=40&chapter=22&verse=37

Share Artikel ini