Tidak Instan | Kolose 3:10 (TB)
2 min read
Tidak Instan
Dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya. (Kolose 3:10 TB)
Penulis teringat dengan sebuah pernyataan yang sering diucapkan saat diskusi keluarga. Pernyataan tersebut berbunyi, memasak mie instan saja membutuhkan proses, demikian halnya dengan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup! Pernyataan tersebut terucap begitu saja mengingat dahulu sebagai pencinta mie instan
Setiap orang yang menjadi pecinta mie instan atau memakannya sesekali saja, tentu tahu bahwa memasaknya membutuhkan proses. Harus memasak air terlebih dahulu hingga mendidih kemudian memasukkannya ke tempat yang sesuai dengan jenis mie yang dibeli. Jika membeli mie dalam bentuk bungkus plastik, proses memasaknya ialah menaruh bumbu ke dalam piring atau mangkuk atau secara langsung ke dalam panci tempat memasak mie. Jika membeli mie dalam bentuk langsung seduh dalam gelas, proses memasaknya ialah menaruh bumbu terlebih dahulu kemudian menuangkan air panas ke dalamnya. Penjelasan mengenai masak mie instan penulis kaitkan dengan proses yang Tuhan kerjakan dalam hidup. Apakah yang penulis maksudkan?
Maksudnya, setiap proses memiliki rentang waktu yang berbeda-beda. Memakan waktu sebentar seperti memasak mie dalam bentuk langsung seduh dalam gelas atau lama seperti memasak mie dalam bentuk bungkus plastik. Jika tujuan memasak mie ialah membuat perut kenyang, maka tujuan dibalik proses pemabahruan hidup ialah semakin serupa denganNya. Kembali pada pernyataan pada awal paragraf ini, proses pembaharuan hidup disesuaikan dengan pengenalan akan Dia serta pengalaman masa lalu yang bersangkutan.
Proses yang panjang akan dilalui jika yang bersangkutan belum mengenal Dia ditambah dengan pengalaman masa lalu yang kelam. Sedikit lebih cepat jika memiliki masa lalu yang kelam, tetapi sudah mengenal Dia atau belum mengenal Dia dan juga tidak memiliki masa lalu yang kelam. Hanya Dia dan yang bersangkutan yang mengetahui apakah sudah mengenalNya atau belum serta seberapa kelam masa lalu yang telah dilalui. Proses tersebut tidak hanya sesekali atau dua kali, melainkan seumur hidup guna menjadikan yang bersangkutan menjadi serupa denganNya guna kekekalan karena telah mengenalNya dengan benar.
Tuhan, saya berkomitmen untuk mengikuti proses yang Engkau kerjakan dalam hidup.Karena saya tahu bahwa waktunya tidak sebentar dan Engkau memberikan kekuatan. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Kolose%203:10


