<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>karakter Illahi &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<atom:link href="https://bacaalkitab.com/tag/karakter-illahi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<description>Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Sep 2025 13:24:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.4.17</generator>

<image>
	<url>https://bacaalkitab.com/wp-content/uploads/2020/06/cropped-apple-icon-60x60-1-1-32x32.png</url>
	<title>karakter Illahi &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Timbang Rasa &#124; (Yohanes 11:35 (TB)</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/timbang-rasa-yohanes-1135-tb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chika Ferryana]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 13:09:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[be excellent]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[karakter Illahi]]></category>
		<category><![CDATA[tergetar hatiku]]></category>
		<category><![CDATA[timbang rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bacaalkitab.com/?p=13679</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maka menangislah Yesus. (Yohanes 11:35 TB) Timbang rasa yang penulis maksudkan dalam renungan hari ini...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/timbang-rasa-yohanes-1135-tb/">Timbang Rasa | (Yohanes 11:35 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="has-text-align-center"><em>Maka menangislah Yesus. (Yohanes 11:35 TB)</em></h4>



<p>Timbang rasa yang penulis maksudkan dalam renungan hari ini bukanlah minyak dari Indonesia melainkan sebuah idiom yang berarti mampu merasakan perasaan orang lain.</p>



<p>Kemampuan tersebut hanya dimiliki oleh setiap orang yang senantiasa menyadari bahwa setiap orang tak pernah terlepas dari perasaan sedih, kecewa, atau bahagia yang terpancar jelas dari raut wajah, gerak-gerik, dan intonasi suara. Satu-satunya manusia yang memiliki timbang rasa tanpa latihan ialah Anak Manusia.</p>



<p>Karena Anak Manusia merupakan Allah yang berinkarnasi jadi manusia. Dia sudah tahu dari awal bahwa dosa tidak hanya membuat manusia sedih dan kecewa tetapi juga tidak dapat hidup selamanya di bumi, entah karena usia; sakit-penyakit; menjadi korban kejahatan atau menjadi korban kecelakaan. Dari keempat poin yang sudah penulis uraikan, poin kedua dialami oleh Lazarus.</p>



<p>Meskipun telah diketahuiNya sejak awal bahwa Lazarus dan Dia memilih untuk tidak menjenguk sampai ia meninggal, hatiNya tetap tergerak oleh belas kasihan sehingga Dia pun turut menangis. Tak berhenti sampai di situ, Dia memulihkan hati Maria dan Marta dengan membangkitkan Lazarus. Tentu tidak ada seorangpun yang dapat membangkitkan orang mati, tetapi setiap orang dapat dilatih untuk menjadi pribadi yang memiliki timbang rasa.</p>



<p>Umumnya harus harus dididik dan dilatih sejak kecil oleh orang tuanya. Kenyataannya tidak semua anak mendapatkan kesempatan itu. Jadi, cara yang dapat dilakukan agar menjadi pribadi yang memiliki timbang rasa ialah mengikuti teladanNya. Tidak hanya melalui kisah Lazarus tetapi juga kisah lainnya yang Dia lakukan selama menjadi Anak Manusia. Tentu tidak berhenti sampai di situ, kita harus meminta padaNya hati yang penuh dengan belas kasihan sehingga dapat merasakan apa yang penulis uraikan pada awal paragraf kedua.</p>



<h4 class="has-text-align-center"><em>Tuhan, saya akan senantiasa mengikuti teladanMu dan saya mohon kiranya senantiasa gerakkan hati saya agar bersukacita dengan orang yang bersukacita dan menangis dengan orang yang menangis. Amin!</em></h4>



<p><strong>Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!</strong></p>



<p><em>Sumber:</em></p>



<ol type="1"><li><em><a href="https://id.wiktionary.org/wiki/timbang_rasa">https://id.wiktionary.org/wiki/timbang_rasa</a></em></li><li><em><a href="https://www.gotquestions.org/Indonesia/masygullah-hati-Nya.html">https://www.gotquestions.org/Indonesia/masygullah-hati-Nya.html</a></em></li></ol>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/timbang-rasa-yohanes-1135-tb/">Timbang Rasa | (Yohanes 11:35 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Handuk Kecil &#124; Yohanes 13:4 (TB)</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/handuk-kecil-yohanes-134-tb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chika Ferryana]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 13:46:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[handuk kecil]]></category>
		<category><![CDATA[humility]]></category>
		<category><![CDATA[karakter Illahi]]></category>
		<category><![CDATA[Kristus teladan sejati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bacaalkitab.com/?p=13631</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya....</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/handuk-kecil-yohanes-134-tb/">Handuk Kecil | Yohanes 13:4 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="has-text-align-center"><em>Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. (Yohanes 13:4 TB)</em></h4>



<p>Judul renungan hari ini terinspirasi dari beberapa kisah yang terjadi pada tahun 2013 dan 2024. Penulis akan menguraikannya satu persatu.</p>



<p>Kisah pertama terjadi saat megnikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh gereja lokal tempat penulis beribadah pada November 2013. Pelatihan tersebut diberi nama <em>Doulos Camp</em>. Para peserta yang telah dibagi dalam beberapa kelompok akan dilatih menjadi pelayan yang <em>excellent</em> dan rendah hati. Tidak hanya melalui tugas yang diberikan oleh panitia, seperti mempersiapkan dan membereskan aula yang digunakan saat sesi; mempersiapkan dan membereskan ruang makan serta membersihkan lingkungan sekitar aula tetapi melalui Firman Tuhan yang disampaikan oleh pembicara; ungkapan terima kasih dan pengakuan dosa yang ditulis dalam secarik kertas serta simulasi pembasuhan kaki.</p>



<p>Mengenai simulasi pembasuhan kaki, jika Kristus mengeringkan kaki para murid dengan kain yang terikat pada pinggangNya, para peserta menggunakan handuk kecil untuk mengeringkannya. Sebelas tahun berlalu, penulis akan berlanjut pada kisah kedua.</p>



<p>Tepatnya pada ibadah Kamis Putih yang jatuh pada Maret 2024. Penulis mengikuti ibadah di gereja lokal tempat mama beribadah. Bukan penulis yang melakukannya melainkan penatua dan diaken.</p>



<p>Penatua dan diaken membasuh kaki jemaat dengan jenis kelamin yang sama. Sama sekali tidak ingat, apakah penatua atau diaken yang membasuh kaki penulis, yang teringat saat itu hanyalah perasaan bahagia. Karena makna mengenai pembasuhan kaki yang dilakukanNya tertanam kuat dalam ingatan. Bahwa Kristus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan melainkan berinkarnasi untuk mengajarkan kerendahan hati melalui pembasuhan kaki untuk selanjutnya membasuh manusia seutunnya. Andaikata jika Dia tidak berinkarnasi, kita tidak akan pernah tahu bahwa seluruh manusia harus rendah hati karena Allah yang disembah adalah Pribadi yang demikian, dan sampai selamnaya kita berada dalam kebinasaan kekal.</p>



<p>Pembasuhan kaki yang dilakukan saat ibadah Kamis Putih membuat penulis semakin bersemangat untuk menjadi pribadi yang rendah hati. Tentu tidak mudah menyalibkan keegoisan dan dengan rendah hati menolong sesama. Tetapi penulis berkomitmen untuk terus melakukannya hingga karakterNya yang rendah hati tertanam kuat dalam diri penulis.</p>



<p>Penulis ingin menyampaikan sebuah pesan sebagai penutup. Penulis tidak tahu apakah kedua kisah yang diuraikan pada renungan hari ini dialami oleh pembaca atau tidak. Jika pembaca belum pernah mengalaminya, tentu akan diajarkanNya melalui kisah-kisah lainnya. Karena kerendahan hati tidak hanya dimiliki oleh orang biasa melainkan juga pemimpin. Tidak hanya pemimpin gereja tetapi juga komunitas rohani, pelayan misi, dan <em>marketplace</em>.</p>



<h4 class="has-text-align-center"><em>Tuhan, terima kasih telah mengajarkan tentang kerendahan hati melalui pembasuhan kaki yang Engkau lakukan saat itu. Biarlah makna kerendahan hati yang terkandung dibalik kisah tersebut dapat diterapkan dalam hidup saya.Tentu akan ada kisah lainnya yang Engkau tunjukkan untuk membentuk saya semakin menjadi pribadi yang demikian. Amin!</em></h4>



<p><strong>Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!</strong></p>



<p><em>Sumber:</em> <a href="https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Yoh%2013:4"><em>https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Yoh%2013:4</em></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/handuk-kecil-yohanes-134-tb/">Handuk Kecil | Yohanes 13:4 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Take Your Time! &#124; Mazmur 119:164-165 (TB)</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/take-your-time-mazmur-119164-165-tb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chika Ferryana]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 13:02:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[karakter Illahi]]></category>
		<category><![CDATA[membentuk kebiasaan baik]]></category>
		<category><![CDATA[pray first]]></category>
		<category><![CDATA[take your time]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bacaalkitab.com/?p=13623</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. Besarlah ketenteraman pada orang-orang...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/take-your-time-mazmur-119164-165-tb/">Take Your Time! | Mazmur 119:164-165 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="has-text-align-center"><em>Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka. (Mazmur 119:164-165 TB)</em></h4>



<p>Judul renungan hari ini merupakan idiom. Yang berarti tidak terburu-buru karena menggunakan waktu dan pikiran dengan baik. Dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab pekerjaan; ketika memutuskan segala sesuatu.</p>



<p>Sehingga dapat memberikan hasil dengan kualitas terbaik; dapat mengambil keputusan dengan tepat. Tak berhenti sampai di situ, dengan tidak terburu-buru maka kita akan memiliki hubungan yang berkualitas denganNya.</p>



<p>Hubungan berkualitas yang dibangun dengan penuh kesadaran. Bahwa saya tidak dapat melakukan tugas dan tanggung jawab dengan baik; dapat memngambil keputusan yang salah jika tidak membangun kebiasaan berdoa, bersaat teduh, dan mengisi hati dan pikiran dengan ajaran yang Alkitabiah. Apa yang baru saja penulis uraikan tidak hanya diterapkan pada diri sendiri melainkan juga menyatakannya kepada setiap orang yang berada di dekat kita. Tentu tidak semua orang suka mendengar apa yang kita katakan dan melihat apa yang kita lakukan. Setidaknya, kita tidak menjadi batu sandungan bagi otangtua, istri atau suami, anak-anak.</p>



<p>Mereka tidak hanya melihat karakter Ilahi yang tampak saat melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaan serta memutuskan segala sesuatu, melainkan juga ketika sedang berbicara, bercanda, memberikan kritik dan saran, makan dan minum. Uraian penulis dalam renungan hari ini tidak dibangun dalam waktu satu malam melainkan secara konsisten melakukannya. Bagi setiap kita yang hingga kini belum mebangun kebiasaan tersebut, mari lakukan setelah membaca renungan hari ini.</p>



<h4 class="has-text-align-center"><em>Tuhan, tolong terus ingatkan kami untuk membangun kebiasaan berdoa, bersaat teduh serta mengisi hati dan pikiran dengan ajaran yang Alkitabiah. Agar saya dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan excellent; dapat mengambil keputusan dengan tepat serta dapat menunjukkan karakter Ilahi, terlebih dahulu kepada keluarga inti. Hingga suatu saat dapat menunjukkan karakter Ilahi dalam cakupan yang lebih luas. Amin!</em></h4>



<p><strong>Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!</strong></p>



<p><em>Sumber:</em></p>



<ol type="1"><li><em><a href="https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=19&amp;chapter=119&amp;verse=164">https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=19&amp;chapter=119&amp;verse=164</a></em></li><li><em><a href="https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=19&amp;chapter=119&amp;verse=165">https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=19&amp;chapter=119&amp;verse=165</a></em></li><li><em><a href="http://bit.ly/47rGTbF">http://bit.ly/47rGTbF</a></em></li><li><em><a href="https://www.idntimes.com/life/education/10-idiom-bahasa-inggris-dengan-kata-take-apa-arti-take-a-shot-01-byk55-mbr6q7">https://www.idntimes.com/life/education/10-idiom-bahasa-inggris-dengan-kata-take-apa-arti-take-a-shot-01-byk55-mbr6q7</a></em></li></ol>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/take-your-time-mazmur-119164-165-tb/">Take Your Time! | Mazmur 119:164-165 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pray First! &#124; Markus 1:35 (TB)</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/pray-first-markus-135-tb-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chika Ferryana]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 14:10:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[karakter Illahi]]></category>
		<category><![CDATA[mengutamakan Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pray first]]></category>
		<category><![CDATA[yang terutama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bacaalkitab.com/?p=13618</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/pray-first-markus-135-tb-2/">Pray First! | Markus 1:35 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="has-text-align-center"><em>Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. (Markus 1:35 TB)</em></h4>



<p>Selamat pagi penulis ucapkan meskipun renungan hari ini tidak dibaca saat pagi. Selain untuk memberikan semangat, selamat pagi penulis ucapkan guna mengajukan pertanyaan, apakah yang pembaca lakukan saat bangun di pagi hari?</p>



<p>Sebagian orang menjawab, ambil <em>gadget </em>terus lihat <em>WhatsApp </em>dan sosial media lainnya. Sisanya menjawab, mempersiapkan sarapan dan perlengkapan yang harus dibawa ke sekolah, kampus atau kantor. Hanya sedikit yang menjawab berdoa dan bersaat teduh. Mengapa hanya sedikit yang melakukannya? Karena kebanyakan orang memiliki cara pandang yang salah tentang Dia, yaitu transaksional bukan relasional.</p>



<p>Dengan kata lain, mencari Dia bukan karena kerinduan dan kesadaran bahwa hidup tak dapat berjalan tanpa Dia melainkan untuk memenuhi ambisi dan ego pribadi. Cara pandang tersebut membuat karakter Ilahi tak mungkin ada dalam diri banyak orang. Menyiratkan bahwa yang bersangkutan tidak membutuhkan pimpinanNya. Tidaklah mengherankan jika sepanjang hari tidak tergerak untuk berdoa serta mengisi hati dan pikiran dengan ajaran yang Alkitabiah.</p>



<p>Sebagai penutup, penulis ingin mengajukan pertanyaan, pembaca termasuk dalam golongan yang mana? Kebanyakan orang atau sedikit orang? Jika pembaca termasuk dalam golongan kebanyakan orang, mari perintahkan diri untuk memulai hari dengan berdoa dan bersaat teduh baru setelah itu melakukan aktivitas lainnya. Hal tersebut akan menggerakkan hati senantiasa berdoa serta mengisi hati dan pikiran dengan ajaran yang Alkitabiah. Maka yang bersangkutan tidak hanya mendapatkan hikmat tentang apa yang harus dilakukan dan diputuskan melainkan juga memberi diri untuk senantiasa diajar, dilatih, dan dibimbing agar memiliki karakter Ilahi. Tentu saja tidak mudah memulai hari dengan berdoa dan bersaat teduh setiap pagi. Agar mudah melakukannya, mari ikuti teladanNya saat menjadi Anak Manusia, tidak hanya mengikuti kehendak Bapa tetapi juga berdoa setiap pagi-pagi benar.</p>



<h4 class="has-text-align-center"><em>Tuhan, penulis berdoa agar pembaca atau orang yang pembaca kasihi. Kiranya Engkau menggerakkan mereka untuk memulai hari dengan berdoa dan bersaat teduh. Maka mereka akan tergerak untuk mengandalkanMu dalam keseharian mereka dan lambat laun karakter Ilahi melekat kuat dalam diri mereka. Amin!</em></h4>



<p><strong>Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!</strong></p>



<p><em>Sumber:</em> <a href="https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=41&amp;chapter=1&amp;verse=35"><em>https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=41&amp;chapter=1&amp;verse=35</em></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/pray-first-markus-135-tb-2/">Pray First! | Markus 1:35 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>As Your Will &#124; Matius 26:44 (TB)</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/as-your-will-matius-2644-tb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chika Ferryana]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 13:16:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[as Your will]]></category>
		<category><![CDATA[berserah]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[karakter Illahi]]></category>
		<category><![CDATA[sesuai kehendakMu]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Getsemani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bacaalkitab.com/?p=13614</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/as-your-will-matius-2644-tb/">As Your Will | Matius 26:44 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="has-text-align-center"><em>Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. (Matius 26:44 TB)</em></h4>



<p>Arti dari judul renungan hari ini ialah sesuai kehendakMu. Sebuah pernyataan yang kita ketahui melalui kisah di taman Getsemani.</p>



<p>Biasanya, kisah di taman Getsemani hanya dibahas menjelang peringatan Jumat Agung. Hari ini akan penulis uraikan guna menjadi pelajaran bagi setiap kita, mengenai bagaimana seharusnya berdoa dan respon ketika mendapat jawaban doa. Penulis akan membahasnya satu-persatu.</p>



<p>Pertanyaan pertama, bagaimana seharusnya berdoa? Apakah tidak boleh meminta supaya sakit disembuhkan atau lepas dari masalah ekonomi dan segera dilepaskan dari pergumulan hidup? Tidak ada yang salah dengan permintaan tersebut karena Kristus pun melakukannya. Dia meminta pada Bapa agar cawan itu berlalu dari padaNya. Yang menjadi salah jika tidak pernah meminta sama sekali dalam doa mengenai kekudusan hidup, pemberitaan Kabar Baik, bangsa dan negara serta memperjuangkan kebenaran. Pertanyaan pertama sudah dijawab. Sekarang kita lanjut pada pertanyaan kedua.</p>



<p>Pertanyaan kedua, bagaimana respon kita setiap kali mendapat jawaban doa? Jawaban doa yang tidak sesuai ekspektasi bahkan tidak mendapatkan jawaban. Sebagai manusia, wajar jika ada perasaan marah, sedih bahkan kecewa. Saat hal itu terjadi, ikutilah teladanNya saat berada di taman Getsemani.</p>



<p>Dia mengatakan sebanyak dua kali, kiranya terjadi sesuai kehendakMu. Dia mengucapkannya karena tunduk pada otoritas Bapa. Tentu bukan hal yang mudah untuk mengikuti teladanNya mengingat kita hanyalah manusia biasa. Teruslah meminta kekuatan padaNya melalui doa dan teruslah berusaha keras untuk melawan semua perasaan tersebut. Jika kita terus melakukannya, percayalah bahwa kita akan memiliki karakter yang tunduk pada otortitasNya dan senantiasa berserah.</p>



<h4 class="has-text-align-center"><em>Tuhan, adakalanya saya marah, sedih, dan kecewa ketika jawaban doa tidak sesuai harapan bahkan tidak mendapatkan jawaban. Tolong ampuni saya Tuhan! Saya percaya bahwa Engkau pasti berikan kekuatan dan mengingatkan agar senantiasa melatih mulut dan hati saya untuk berkata, terjadilah sesuai kehendakMu. Amin!</em></h4>



<p><strong>Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!</strong></p>



<p><em>Sumber:</em> <a href="https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Mat%2026:44"><em>https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Mat%2026:44</em></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/as-your-will-matius-2644-tb/">As Your Will | Matius 26:44 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karakter Kristus &#124; 1 Petrus 2:21 (TB)</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/karakter-kristus-1-petrus-221-tb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chika Ferryana]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 13:27:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[karakter Illahi]]></category>
		<category><![CDATA[karakter Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus teladan sejati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bacaalkitab.com/?p=13609</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/karakter-kristus-1-petrus-221-tb/">Karakter Kristus | 1 Petrus 2:21 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="has-text-align-center"><em>Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. (1 Petrus 2:21 TB)</em></h4>



<p>Karakter Ilahi terlihat jelas pada Kristus. Mengasihi dan melayani sudah dijelaskan dalam renungan berjudul <em>Pikiran Allah. </em>Renungan hari ini akan menjelaskan tentang membalas kejahatan dengan kebaikan serta mengampuni. Sisanya akan penulis uraikan dalam renungan berikutnya.</p>



<p>Membalas kejahatan dengan kebaikan serta mengampuni dilakukanNya setiap saat dan setiap waktu tetapi tidak dengan kita. Karena kesabaran manusia ada batasnya, begitulah yang diucapkan oleh kebanyakan orang Kristen. Entah diucapkan secara langsung atau dalam hati, saya sudah berbuat baik tetapi masih dipersalahkan bahkan disakiti; saya sudah berbuat benar tetapi mengalami penindasan. Hati begitu panas dan ingin sekali rasanya membalas.</p>



<p>Membalas dengan kalimat vonis bahkan sarkasme. Tidak berhenti sampai di situ, beberapa orang melakukan segala tindakan yang merugikan fisik, mental, dan materil. Semua tindakan tersebut adalah wujud tidak terima atas kata-kata, tindakan, dan perbuatan yang mereka sampaikan.</p>



<p>Sebagai penutup, teruntuk setiap orang Kristen yang sampai detik ini masih melakukan tindakan balas dendam dalam bentuk apapun, mari kembali pada awal paragraf kedua. Alkitab mencatat, Dia memiliki otortias untuk mengutuk dan menghukum setiap kali melakukan kehendak Bapa tetapi mendapat tuduhan dari orang Farisi dan ahli Taurat; hanya dicari saat sedang butuh; dikhianati; diadili; disiksa bahkan disalibkan tetapi Dia tidak melakukannya. Karena Dia ingin memberikan teladan bagi para rasul setelah Dia naik ke surga dan seluruh manusia di sepanjang sejarah dan zaman.</p>



<p>Kembali pada setiap kita yang hidup pada masa kini. Jika Kristus saja tidak membalas jahat dengan jahat bahkan mengampuni, mengapa banyak orang Kristen tidak meniru teladanNya? Memang benar, kesabaran manusia ada batasnya tetapi bukankah setiap manusia tidak layak mendapatkan pengampunan? Dosa manusia lebih besar daripada rasa sakit yang diterima dari sesama. Hanya karena belas kasihanNya maka setiap manusia memperoleh pengampunan. Jadi, mulailah dari sekarang untuk meneladani apa yang Dia lakukan. Tentu tidak mudah untuk melakukannya tetapi percayalah bahwa Roh Kudus akan memberikan kekuatan dan mengingatkan agar senantiasa melakukannya. Sampai akhirnya membalas kejahatan dengan kebaikan serta mengampuni tertanam kuat dalam diri setiap orang Kristen.</p>



<h4 class="has-text-align-center"><em>Tuhan, terima kasih karena sudah mengajarkan sejak kemarin mengenai karakter Ilahi. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai karakter Ilahi, terlebih dulu Engkau mengajarkan untuk rela melayani; rela mengasihi, membalas kejahatan dengan kebaikan serta rela mengampuni. Saya tahu ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan tetapi Engkau mencurahkan RohMu agar sanggup melakukannya. Saya memutuskan untuk mengikuti arahan yang Engkau berikan agar keempat karakter Ilahi yang telah dibahas dan karakter Ilahi yang akan dibahas dalam renungan selanjutnya kuat tertanam dalam diri saya. Amin!</em></h4>



<p><strong>Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!</strong></p>



<p><em>Sumber:</em> <a href="https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=60&amp;chapter=2&amp;verse=21"><em>https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=60&amp;chapter=2&amp;verse=21</em></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/karakter-kristus-1-petrus-221-tb/">Karakter Kristus | 1 Petrus 2:21 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pikiran Allah &#124; Matius 16:23 (TB)</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/pikiran-allah-matius-1623-tb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chika Ferryana]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 13:28:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Amanat Agung]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[karakter Illahi]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran Allah]]></category>
		<category><![CDATA[sangkal diri pikul salib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bacaalkitab.com/?p=13606</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: &#8220;Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/pikiran-allah-matius-1623-tb/">Pikiran Allah | Matius 16:23 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="has-text-align-center"><em>Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: &#8220;Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.&#8221; (Matius 16:23 TB)</em></h4>



<p>Karakter Ilahi dalam diri setiap orang terlahir dari keputusan untuk menolak segala tipu daya dan siasat yang iblis bisikkan dalam hati.</p>



<p>Dalam hati berkata, saya harus melayani di gereja dan komunitas rohani dengan <em>excellent</em>; saya harus menyediakan waktu untuk memuji dan menyembah Tuhan; saya harus menjadi berkat bagi sesama melalui waktu, uang dan tenaga. Sebenarnya tak ada yang salah dengan pernyataan tersebut. Sama seperti pernyataan Petrus kepadaNya.</p>



<p>Kristus adalah Tuhan yang berinkarnasi jadi manusia. Sehingga ia mengetahui bahwa kenyataan yang sesungguhnya ialah mementingkan diri sendiri. Agar hidup terbebas dari masalah, sakit-penyakit serta mendapat berkat finansial yang melimpah; agar dipuji oleh sesama sebagai orang yang baik dan dermawan. Sama sekali tidak mengerti apa yang menjadi pikiran Allah. Sama seperti Petrus, kelihatannya ingin melindungi Dia dari orang-orang yang ingin mencelakakanNya padahal telah diketahuiNya maksud dari pernyataan tersebut. Ia berharap bahwa Dialah yang akan memberikan pembebasan dan kedamaian bagi bangsa Israel. Pernyataan Petrus menandakan bahwa ia tidak memahami apa yang menjadi pikiranNya.</p>



<p>Sebab pikiran Allah tidak hanya memberikan pembebasan dan kedamaian bagi bangsa Israel tetapi seluruh manusia. Melalui karya penebusan yang dikerjakanNya di kayu salib.</p>



<p>Karya penebusan yang Dia lakukan merupakan wujud dari hati yang rela. Rela melayani dan mengasihi dengan mata yang senantiasa tertuju kepada Bapa. Dia memilih untuk tetap melakukannya meskipun punya otoritas untuk menolak. Kalau dalam kehidupan sehari-hari saat ini, memahami pikiran Allah berarti melakukan yang tertulis dalam Matius 16:25.</p>



<p>Matius 16:25 menyatakan bahwa setiap orang harus sangkal diri dan pikul salib terlebih dulu baru dapat mengikutiNya. Dengan kata lain, menyangkal segala ego dan ambisi pribadi adalah hal terutama dibandingkan ibadah dan korban persembahan. Kembali pada pernyataan penulis pada awal paragraf kedua, sete;ah mengetahui apa yang menjadi pikiran Allah melalui renungan hari ini, motivasi yang bersangkutan atas semua itu ialah mewujudnyatakan apa yang menjadi pikiranNya, yaitu memberikan pembebasan dan kedamaian melalui Kabar Baik.</p>



<p>Kabar Baik yang diwujudnyatakan melalui sikap, tutur kata, tindakan, dan perbuatan. Pikul salib dan sangkal diri tidaklah mudah tetapi harus senantiasa dilakukan sebagai wujud kita memahami apa yang menjadi pikiranNya sehingga karakter Ilahi dapat kuat melekat dalam diri setiap individu.</p>



<p><strong>Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!</strong></p>



<p><em>Sumber:</em></p>



<ol type="1"><li><em><a href="https://www.gotquestions.org/Indonesia/menghadap-ke-belakangku-setan.html">https://www.gotquestions.org/Indonesia/menghadap-ke-belakangku-setan.html</a></em></li><li><em><a href="https://radical.net/podcasts/pray-the-word/a-godward-mind-matthew-1623/">https://radical.net/podcasts/pray-the-word/a-godward-mind-matthew-1623/</a></em></li><li><em><a href="https://bit.ly/45HuTkT">https://bit.ly/45HuTkT</a></em></li></ol>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/pikiran-allah-matius-1623-tb/">Pikiran Allah | Matius 16:23 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
