Sang Penerang Hati | Efesus 1:18 (TB)
2 min read
Sang Penerang Hati
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus. (Efesus 1:18 TB)
Renungan hari ini dimulai dengan sebuah kisah kemudian mengaitkannya dengan peran Roh Kudus. Kisah mengenai seorang ibu terhadap anaknya yang kelak menjadi penemu lampu. Mereka bernama Nancy Matthews Elliott dan Thomas Alva Edison.
Suatu hari, sang ibu menerima surat dari sekolah. Surat tersebut menyatakan bahwa Thomas harus segera dikeluarkan dari sekolah akibat terlalu bodoh. Alih-alih memarahi, sang ibu bertekad untuk mengajar – membaca, menulis, dan berhitung,dengan penuh kesabaran. Setelah Thomas mahir, ia menjadi anak anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar. Selain itu, ia menjadi pribadi yang percaya diri dan mudah bangkit ketika mengalami kegagalan berkat kesabaran sang ibu. Terbukti dari hasil penelitiannya yang menerangi dunia, yaitu penemuan lampu yang dapat menyala dalam waktu yang lama. Kisah tersebut memberikan kita pemahaman bahwa Roh Kudus ibarat lampu yang menerangi hati dan pikiran kita.
Menerangi hati dan pikiran secara langsung atau melalui perantaraan sesama. Roh Kudus menjadikan manusia sebagai pribadi yang sabar dan pantang menyerah; menggerakkan manusia agar menggunakan karunia yang ada dalam diri guna pekabaran Injil. Adakalanya menyerah, tetapi menjadi bangkit kembali melalui penghiburan yang Dia berikan. Mendorong kita agar tetap semangat menjalani panggilan yang telah Dia tetapkan atas manusia.
Tuhan, terima kasih karena telah menjadikan Roh Kudus sebagai sang penerang. Saya berkomitmen untuk menjadi terang bagi sesama melalui karunia yang telah Engkau tetapkan dalam diri saya. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


