Pola Hidup | Kisah Para Rasul 17:20 (TB)
2 min read
Pola Hidup
Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. (Kisah Para Rasul 17:20 TB)
Terlebih dahulu akan penulis uraikan sebuah analogi sebelum membahas renungan hari ini lebih dalam. Sebuah analogi yang beberapa kali penulis dengarkan saat melaksanakan tugas pelayanan di kelas pemuridan.
Analogi tersebut berbicara tentang seekor babi yang terkenal karena atraksi yang memukau. Undangan dari sang raja yang ditujukan kepada sang pemilik menjadi bukti bahwa babi tersebut terkenal.
Sang raja meminta agar sang pemilik mempertontonkan atraksi babi tersebut kepadanya dan seisi istana. Setelah undangan sampai, sang pemilik segera memandikan; memberikan pakaian yang bagus bahkan menyemprotkan minyak wangi. Sang pemilik yakin bahwa babi tersebut tidak akan mengecewakan sang raja dan seisi istana. Di tengah perjalanan, sang pemilik melihat sesuatu yang tak ingin ia lihat, yaitu tempat favorit para babi.
Tempat tersebut dinamakan kubangan. Sang pemilik tak dapat mencegah hasrat babi tersebut untuk tidak kembali ke kubangan. Sang pemilik hanya bisa menepuk jidat dan mengelus dada. Analogi yang baru saja diuraikan kembali menyegarkan ingatan mengenai Kristus yang memberikan undangan kepada manusia.
Kristus tau bahwa manusia diciptakan serupa dan segambar denganNya. Apapun keahlian yang telah Dia tetapkan, pada akhirnya manusia masuk dalam kebinasaan kekal akibat dosa. PengorbananNya di atas kayu salib merupakan undangan untuk masuk dalam Kekekalan. Setelah menebus manusia, Dia mengingatkan agar setiap orang senantiasa menjalani kehidupan yang kudus dan berkenan dalam setiap aspek kehidupan. Melalui pola hidup sehat yang disampaikan oleh dokter, psikolog, dan psikiater. Melalui pola hidup kudus yang disampaikan oleh pendeta, apologet, dan konselor Kristen. Iblis tidak tinggal diam melihat keadaan ini.
Iblis tidak main brutal melainkan membuat banyak terpikat dengan dunia karena telah berhenti belajar FirmanNya. Iblis berkata bahwa FirmanNya membosankan karena terlalu banyak peringatan dan perintah. Akibatnya, yang bersangkutan lebih memilih makanan dan minuman yang enak daripada sehat, menjalani pola hidup yang tak seimbang, menghalalkan segala cara agar dapat meraih prestasi dalam pendidikan supaya karir menjadi cemerlang dan mendapatkan uang yang banyak, memilih untuk berteman dengan orang yang membawa pengaruh buruk dan adiksi.
Renungan hari ini ditulis bukan hanya untuk mengingatkan pembaca tetapi juga sebagai bahan evaluasi bagi ciri penulis. Apakah saya manusia seutuhnya atau manusia yang memiliki jiwa seperti babi? Sesungguhnya, kita adalah manusia seutuhnya setelah Dia tebus. Namun tetap pilihan ada di tangan kita, mau berkata tidak atau kembali hidup dalam dosa dengan mengikuti semua yang penulis uraikan pada akhir paragraf sebelumnya?
Tuhan, saya tau bahwa hidup saya telah Engkau tebus dari dosa tetapi saya juga sadar bahwa cara kerja Iblis semakin tak kasat mata. Tolong ingatkan saya agar senantiasa belajar FirmanMu supaya memiliki keberanian untuk menolak segala siasat Iblis yang dapat merusak pola hidup kudus dan berkenan yang telah Engkau tetapkan. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Kis%2017:1-20


