Arsip

Sosial Media GBA Center

3 November 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Meratap | Mazmur 56:9 (TB)

2 min read
Meratap

Meratap

Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? (Mazmur 56:9 TB) 

Air mata tidak hanya berfungsi untuk melindungi mata, tetapi juga mengangkat beban yang sedang menyelimuti hati dan pikiran. Kalau dikaitkan dengan judul renungan hari ini, bukan sekedar mengeluarkan air mata, tetapi disertai dengan keluhan dan jeritan.

 Keluhan dan jeritan yang disebabkan karena emosi yang sudah begitu memuncak yang disebabkan oleh orang terdekatd; karena masalah dan pergumulan yang sudah terlalu berat; karena rasa sakit yang sudah tak dapat lagi dittanggung. Memang, menangis apalagi sampai meratap tidak akan menyelesaikan semua yang terjadi. Namun, setidaknya dapat membuat hati dan pikiran menjadi kuat dalam menghadapi semua itu. Semua yang penulis uraikan sangat mudah dilakukan oleh wanita, tetapi tidak bagi pria.

Karena wanita memiliki saluran air mata yang lebih kecil dibandingkan pria. Karena wanita memakai perasaan sementara pria menggunakan logika. Karena wanita tidak seperti pria yang sejak kecil mendapatkan peringatan untuk tidak cengeng. Kembali pada paragraf sebelumnya, ketika pria  sedang mengalami emosi yang sedang memuncak, sudah tidak kuat menghadapi masalah dan pergumulan serta tidak sanggup menanggung rasa sakit, jika ternyata air mata tak dapat lagi terbendung, menyingkirlah sejenak ke toilet untuk menangis. Ketika malam telah tiba dan semua orang sudah pergi tidur atau memang sepanjang hari tidak ada orang di rumah, yang bersangkutan dapat melanjutkan menangis dan dapat sepuasnya meratap. Hal tersebut dilakukan tidak selalu karena sudah menangis sebelumnya, tetapi dengan sengaja ingin menangis karena tidak ada orang yang melihat.

Pernyataan penulis pada paragraf sebelumnya juga berlaku bagi wanita. Meskipun wanita dapat menangis dan meratap dengan mudah, yang bersangkutan tidak boleh mempermalukan dirinya sendiri dengan menangis dan meratap di sembarang tempat, melainkan di tempat dan moment yang sudah penulis uraikan pada akhir paragraf sebelumnya. Tentu, tidak semua wanita seperti itu, tetapi tidak ada salahnya jika penulis kembali mengingatkan. Meskipun wanita mudah untuk menangis dan meratap, tetapi tidak semua wanita tergerak hati untuk berdoa. Mungkin moment inilah yang mendorong wanita untuk melakukannya. Berawal dari meratap, akhirnya menjadi kebiasaan untuk membangun keintiman. Hal tersebut juga berlaku bagi pria yang tak mudah untuk menangis dan meratap.

Tuhan, terima kasih atas kesempatan yang Engkau berikan untuk menangis lalu meratap. Sehingga saya mendapatkan kekuatan baru dalam menghadapi tekanan dan rasa sakit. Hingga akhirnya saya menjadi punya gaya hidup berdoa dan membangun keintiman padaMu. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=Mzm&chapter=56&verse=9
  2. https://jagokata.com/arti-kata/meratap.html
  3. https://hellosehat.com/pria/penyakit-pria/mengapa-pria-sulit-menangis/
Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.