Arsip

Sosial Media GBA Center

10 August 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Ketulusan Hati | 2 Korintus 8:2 (TB)

2 min read
Ketulusan Hati

Ketulusan Hati

Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. (2 Korintus 8:2 TB)

Ketulusan hati terlahir dari hati yang bersih. Melahirkan niat dan tekad yang bulat dalam hati yang bersangkutan untuk melakukan segala sesuatu dengan jujur dan sungguh-sungguh meskipun kondisinya sedang sulit.

Sulit dalam hal keuangan, kesehatan, atau perlakuan buruk. Melahirkan paradigma, menjadi murah hati tak harus dalam keadaan baik terlebih dulu. Nats di atas meneguhkan pernyataan penulis pada paragraf sebelumnya. Adalah jemaat Makedonia. Mereka sangat menderita karena kemiskinan yang diakibatkan oleh penganiayaan.

Kemiskinan tidak menjadi penghalang untuk mengambil bagian dalam pelayanan. Bukan dari segi tenaga melainkan uang. Pasti mereka mempunyai paradigma tentang ketulusan hati sehingga uang yang diberikan sesuai dengan ketangguhan mereka. Memberi sesuai dengan kemampuan sebab mereka tidak mengharapkan dapat balasan.

Kesimpulan dari renungan hari ini, orang yang murah hati pasti memiliki ketulusan hati. Tak perlu tunggu kaya, sehat, dan segala sesuatunya dalam keadaan baik baru memberi. Sebab kesukaan hatinya ialah memberi tanpa mengharapkan balasan dari Tuhan dan sesama. Setiap dari kita harus melatih diri untuk itu mulai sekarang!

Melalui renungan berjudul Always Help dan renungan hari ini, penulis berdoa supaya Tuhan senantiasa mengingatkan pembaca agar semangat bekerja dan senantiasa tulus menolong sesama meski uang yang dihasilkan tidak seberapa atau mungkin sedang dalam kondisi sakit sehingga belum dapat bekerja dengan baik. Terima kasih Tuhan, amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=2Kor&chapter=8&verse=2&cmt=full
  2. https://www.diana-pesireron.com/2025/02/khotbah-2-kesehatian-jemaat-jemaat.html
Share Artikel ini