Jatuh Bangkit Lagi | Yohanes 21:17c (TB)
2 min read
Jatuh Bangkit Lagi
Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (Yohanes 21:17c TB)
Jatuh, bangkit lagi, cintai rasa sakit itu, ia berharga! Apa yang baru saja penulis uraikan merupakan pernyataan sang narator dalam sebuah iklan. Secara tersirat sang narator mengingatkan para pemirsa agar bangkit dari keterpurukan.
Bangkit dari keterpurukan tidak hanya dilakukan ketika merasakan sakit pada tubuh seperti yang dialami oleh petinju dalam iklan tersebut, melainkan juga perasaan tidak nyaman dan pikiran yang tidak tenang akibat keputusan di masa lalu, entah karena tidak memahami atau mengikuti ego. Yang bersangkutan harus berdamai dengan keadaan agar dapat bangkit dari keterpurukan.
Berdamai dengan keadaan bukanlah perkara yang mduah. Seringkali membuat yang bersangkutan menangis bahkan menjerit, tetapi tidak tenggelam di dalamnya karena telah tumbuh dalam hati dan pikiran bahwa segala sesuatu ada konsekuensi yang harus dihadapi. Apa yang baru saja penulis uraikan dilakukan oleh salah seorang dari kedua belas murid Kristus.
Setiap dari kita tentu mengetahui siapa yang dimaksud. Sebelum ayam berkokok dua kali, ia telah menyangkalNya sebanyak tiga kali. Saat sadar, ia tidak melakukan seperti muridNya yang lain, yang memilih untuk mengakhiri hidup ketika sadar telah menjual Dia. Ya, ia adalah Simon yang disebut Petrus.
Simon menangis sebagai bentuk penyesalan atas apa yang telah diperbuat. Ketika mendengar bahwa Dia telah bangkit, mungkin saja hatinya masih diliputi perasaan bersalah, tetapi ia memilih untuk excited dan dengan tulus menyatakan betapa ia mengasihiNya meskipun kasihnya bukanlah kasih Agape. Apa yang baru saja penulis uraikan merupakan langkah-langkah untuk mengaktifkan kuasa Allah dalam hidup yang bersangkutan. Diawali dengan menangis dan menyesal kemudian dilanjutkan dengan menyambut kehadiranNya dengan penuh semangat dan menerima setiap pelajaran, pertanyaan, dan tantangan yang Dia berikan. Maka yang bersangkutan tidak hanya mengalami kuasa salib, melainkan juga kasih Agape dan kuasa untuk menjalankan Amanat Agung, seperti yang Dia katakan pada Simon dalam pengulangan pertanyaan yang terakhir, yang tertulis pada nats di atas.
Tuhan, hati saya merasa sedih dan berdosa ketika kembali jatuh ke dalam hal yang membuat hatiMu terluka. Saya percaya itu merupakan cara yang Engkau berikan agar mengaktifkan kuasaMu. Melalui hati yang sedih ddan tangisan menyadarkan saya untuk segera bangkit dan kembali menyambut tanganMu. Bangkit dari keterpurukan, belajar dari kesalahan, belajar bersamMu hingga akhirnya saya diberikan kuasa untuk menjangkau jiwa meski awalnya hanya melalui kesaksian, tetapi saya percaya akan menguatkan sesama yang sedang menantikan kuasaMu. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=Yoh&chapter=21&verse=17


