Hidden Treasure | Matius 13:44 (TB)
2 min read
Hidden Treasure
“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.” (Matius 13:44 TB)
Ada dua hal yang terlintas dalam benak penulis ketika melihat judul renungan hari ini. Sebelum menjelaskn tentang harta karun yang tersimpan puluhan tahun hingga berabad-abad, terlebih dulu akan menjelaskan kegiatan tang berlangsung ketika berada di sebuah kafe yang menurut penulis sangat unik. Bukan hanya tempat makannya yang aneh, tetapi juga memiliki banyak permainan agar pengunjung bersukacita selama berada di kafe tersebut.
Dari sekian banyak permainan, salah satu yang masih melekat kuat dalam ingatan ialah menemukan kunci harta karun. Kunci disembunyikan dalam beberapa kotak dan pasir dalam satu nampan. Antusias pada awalnya, pusing pada akhirnya akibat kunci tak kunjung ditemukan. Karena menyerah, petugas kafe dipanggil untuk memberikan instruksi agar segera menemukan. Benar saja, kunci berhasil ditemukan tanpa menunggu waktu lebih lama. Ada perasaam sukacita ketika melihat isi kotak harta karun, yaitu ubi ungu.
Sukacita melihat ubi ungu masih kalah dengan sukacita menemukan harta karun yang terpendam selama puluhan tahun hingga berabad-abad yang lalu. Di sebuah taman, ladang atau lokasi bangunan tua tempat harta karun terkubur, yang bersangkutan membawa detektor logam beserta sekop dan cangkul untuk menemukannya. Dengan bantuan detektor logam, yang bersangkutan meneliti kebenarannya sebelum menggalinya.
Penggalian terus dilakukan sampai akhirnya kotak harta karun berhasil ditemukan. Hati bersukacita ketika melihat logam mulia, perhiasan kuno, mata uang bersejarah, peralatan rumah tannga kuno, naskah dan dokuemn kuno, benda unik atau benda langka. Penemuan benda-benda tersebut melebihi sukacita mendapatkan ubi ungu, tetapi tidak dengan Firman Tuhan.
Meskipun Firman Tuhan juga merupakan naskah dan dokuemn kuno, nilai sesungguhnya bukan terletak di situ, melainkan makna yang terdapat di dalamnya, yaitu hidup Kekal yang awalnya mustahil karena dosa, tetapi kini menjadi mungkin berkat Salib. Bagaimana cara memahaminya? Dengan menyediakan waktu untuk membaca tafsiran, membaca buku sejarah, mencari tahu bahasa aslinya. Semua itu terjadi karena cinta yang terpupuk setelah memiliki kebiasaan membaca Alkitab secara teratur.
Tuhan, tolong tumbuhkan cinta dalam hati saya agar tergerak untuk meluangkan waktu menggali setiap makna yang terkandung di dalam FirmanMu. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


