Arsip

Sosial Media GBA Center

4 February 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

From Sorrow to Joy | Ratapan 3:25 (TB)

2 min read
From Sorrow to Joy

From Sorrow to Joy

TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. (Ratapan 3:25 TB)

Renungan hari ini akan kembali membahas tentang lagu. Lagu yang berkaitan dengan keadaan yang terjadi di beberapa daerah beberapa waktu belakangan ini.

Langit yang cerah mendadak berubah. Suara gemuruh kemudian berubah menjadi petir yang menakutkan. Jika sudah terdengar suara itu, pasti sudah tahu apa yang akan terjadi? Hujan turun tidak dalam kurun waktu yang sebentar. Jika dahulu kita dapat melihat pelangi, sekarang sangat jarang kita lihat, terutama bagi setiap orang yang tinggal di kota besar yang sarat akan polusi. Yang penting langit sudah kembali cerah agar saya tenang.

Karena rumah saya bocor, mobil atau motor tidak menjadi semakin kotor, alas kaki tidak semakin basah. Meskipun tak dapat melihat pelangi, setidaknya tahu bahwa pelangi merupakan karyaNya. Bahwa pelangi itu indah, tetapi munculnya setelah hujan. Begitulah kesimpulan yang penulis ambil dari lagu anak-anak dan lagu rohani. Mengingatkan akan cintaNya pada kita yang awalnya sukacita berubah menjadi dukacita; awalnya tertawa tiba-tiba menangis; awalnya berjalan lancar tiba-tiba terjadi kendala, dengan menitipkan sebuah pelajaran yang akan selalu kita ingat, yaitu mencari Dia.

Tidak hanya mencari dalam pujian, penyembahan, dan doa, melainkan juga mengingat setiap berkat yang tak pernah berhenti Dia berikan. Tidak hanya kekuatan untuk sedikit tersenyum, tetapi kekuatan untuk tetap makan, minum, bekerja, dan istirahat di malam hari. Dia berikan itu sembari berkata dalam hatri kita, jangan patah semangat ya nak; tetap berpengharapan padaKu ya nak; musim ini tidak akan lama kok nak; ingat ya nak, dibalik duka dan kesusahanmu akan membuat kamu semakin serupa seperti Aku nak! Penulis bisa membayangkan saat pembaca atau orang yang pembaca kasihi membaca ini. Menangis terisak lalu berkata, Ya Tuhan, aku percaya Engkau kuatkan! Terima kasih sudah mengingatkanku untuk tetap makan, minum beraktivitas dengan maksimal, dan pergi istirahat; sudah membuatku tersenyum meskipun bentuknya berat, tetapi akhirnya dapat kembali tersenyum lebar seiring berjalannya waktu karena kesedihanku telah Engkau gantikan jadi sukacita yang berlimpah. Apa yang baru penulis uraikan tidak hanya diucapkan lewat doa, tetapi mengucapkannya secara langsung.

Tuhan, terima kasih atas cintaMu sehingga saya menjadi kuat walaupun tidak mudah. Ajari saya agar senantiasa bersyukur ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja dan tidak lupa mengucapkan terima kasih padaMu ketika keadaan sudah kembali membaik. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Ratapan%203:25
  2. https://youtu.be/OjjNIfQjqu8?si=h2EOj2IbHEIUPyeC
  3. https://youtu.be/7svVeEhdbE8?si=buSSGtCC2Qr4Da0J
Share Artikel ini