Cerdas Rohani | Matius 10:16 (TB)
2 min read
Cerdas Rohani
“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” (Matius 10:16 TB)
Rajin belajar tidak hanya menjadikan yang bersangkutan sebagai orang cerdas tetapi juga cerdik. Sebelum penulis menjelaskan pernyataan tersebut, terlebih dulu penulis menguraikan makna dari kedua kata tersebut.
Cerdas identik dengan pengetahuan sedangkan cerdik identik dengan kemampuan dalam menyelesaikan masalah secara cepat dan kreatif. Orang yang cerdik pasti cerdas tetapi orang yang cerdas belum tentu cerdik. Karena orang yang cerdik pasti menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari yang penuh dengan masalah, tantangan, dan godaan.
Ketika masalah; tantangan dan godaan datang, yang bersangkutan langsung teringat dengan Firman Tuhan dan segala pengetahuan yang telah dimiliki. Membuat yang bersangkutan menjadi pribadi yang tidak mudah diperdaya karena mampu berpikir kritis. Membuat yang bersangkutan menjadi pribadi yang mampu menyelesaikan masalah dan pergumulan; mampu melawan godaan tanpa perlu membuat drama sehingga tidak banyak menguras energi dan tidak banyak waktu yang terbuang. Semua dilakukan dengan hati yang tulus. Karena yang ada dalam pikiran, tidak menyakiti perasaan orang lain adalah menyenangkan Kristus.
Kalaupun ada yang tersakiti hatinya, itu semua di luar kendali yang bersangkutan. Tak ada terlintas sedikitpun dalam hati dan pikiran untuk mengutuk melainkan berdoa sebab mereka belum menyadari bahwa dirinya sedang termanipulasi oleh Iblis – marah, tidak mau belajar dan terus hanyut dengan masalah; tantangan dan godaan yang semakin besar dan kuat di akhir zaman.
Terima kasih Tuhan karena telah mengajarkan saya untuk cerdas dan cerdik karena masalah dan tantangan serta godaan yang semakin besar dan kuat di akhir zaman.Tetapi juga tulus karena semua manusia berharga di mataNya. Tidak boleh ada seorangpun di antara mereka binasa karena manipulasi Iblis yang semakin kuat. Ingatkan saya terus untuk belajar, mempraktekkannya dalam hidup saya ketika menghadapi masalah; pergumulan, dan godaan, serta mendoakan mereka yang tidak suka dengan saya karena hal tersebut. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


