Arsip

Sosial Media GBA Center

10 August 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Butiran Debu | Kejadian 2:7 (TB)

2 min read
Butiran Debu

Butiran Debu

Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kejadian 2:7 TB)

Orang yang sombong akan beranggapan, tidak ada orang yang paling pintar, hebat, dan kaya selain dirinya. Barangsiapa yang menganggap dirinya seperti itu tentu mengetahui bahwa manusia pertama diciptakan dari debu tanah tetapi tidak mengetahui alasan dibalik itu.

Manusia diciptakan dari suatu zat yang sederhana tetapi menjadi hidup karena hembusan nafasNya. Alasannya supaya manusia seutuhnya bergantung pada Tuhan. Meskipun demikian, Dia memberikan manusia kehendak bebas, menaati atau melanggar perintahNya. Entah saat itu manusia pertama beserta penolong yang Dia ciptakan baginya membuat keputusan untuk melanggar perintahNya atau tidak, mereka akan menjadi satu daging dan beranak-cucu. Keputusan untuk melanggar perintahNya mereka buat tetapi tanganNya tidak berhenti menenun kandungan sang istri hingga sang anak terlahir ke dunia.

Manusia terus beranak-cucu hingga saat ini dan seterusnya. Menandakan bahwa campur tanganNya terus berlangsung hingga selamanya. Setelah membaca uraian penulis mengenai manusia pertama hingga saat ini, masihkah terpikir untuk menjadi pribadi yang sombong?

Menjadi pribadi yang sombong karena tidak pernah didengarkan, senantiasa dipandang sebelah mata, terbiasa hidup berkelimpahan atau sebaliknya. Semua keadaan itu diizinkanNya untuk menggerakkan setiap orang agar dekat denganNya sebagai bentuk kesadaran akan keterbatasannya sebagai manusia. Penulis tidak tahu apakah renungan hari ini tertuju kepada pembaca atau orang yang pembaca kasihi? Jika ya, katakan dalam diri bahwa kita hanyalah butiran debu tanpa hembusan nafasNya; kita tidak boleh sombong dan balas dendam ketika sudah berhasil dan sukses melainkan semakin mendekat padaNya dan menyadari agar senantiasa menyadari hakekat kita sebagai ciptaan.

Tuhan, tolong ingatkan saya senantiasa agar segala hal yang menyakitkan tidak menjadikan saya sebagai pribadi yang sombong. Karena Engkau mengingatkan bahwa segala hal pahit yang telah terjadi ialah supaya mendekat erat padaMu dan saat telah tiba waktunya kembali menjadi debu tanah, saya dapat masuk dalam Kekekalan karena tidak ada kesombongan dalam diri saya. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://www.sarapanpagi.org/debu-abu-vt10264.html
  2. https://jagokata.com/arti-kata/sombong.html
  3. https://www.gotquestions.org/dust-of-the-earth.html
  4. https://renunganranditeherawan.blogspot.com/2012/12/aku-tanpamu-hanyalah-butiran-debu.html
  5. https://www.idntimes.com/life/inspiration/5-alasan-miris-kenapa-seseorang-bisa-punya-sifat-sombong-insecure-01-rnn9f-gm3gmj
Share Artikel ini