To be Closer | Matius 27:51 (TB)
2 min read
To be Closer
Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah. (Matius 27:51 TB)
Banyak orang tidak asing mendengar kata mediasi. Merupakan proses penyelesaian sengketa dengan melibatkan pihak ketiga yang netral – tanpa memihak dan tanpa memutuskan perkara. Banyak sekali kasus yang diselesaikan dengan mediasi, tetapi penulis hanya membahas beberapa.
Yang akan penulis bahas berkaitan dengan keluarga. Suatu hubungan yang semula mesra dan harmonis menjadi retak. Ingin segera mengakhiri dengan mendaftarkan gugatan ke pengadilan. Mediasi menggerakkan hati banyak orang untuk membatalkan karena ingat akan Firman Tuhan. Namun, pada umumnya tetap melanjutkan perkara. Dengan tidak berterus terang dan mengikuti emosi.
Pihak yang tidak berterus terang dan mengikuti emosi tentu tidak mau mengingat Firman Tuhan. Bukan hanya soal perceraian, melainkan juga tidak mengingat hubungannya yang pulih dengan Allah melalui karya penebusan.
Karya penebusan merupakan inisiatif Allah. Seberapa keras usaha manusia untuk hidup saleh; seberapa banyak korban yang dipersembahkan tidak sepenuhnya mengerakkan hatiNya sebelum tiba waktu yang tepat dalam pemandanganNya. Hingga suatu hari AnakNya yang Tunggal diutus untuk memulihkan hubungan dengan manusia dari atas kayu salib. Jika dahulu hanya melalui para imam, kini manusia dapat leluasa masuk ke dalam hadirat Allah. Jika dahulu melalui perantaraan korban yang diolah oleh para imam, kini manusia dapat datang ke hadiratNya kapanpun dan dimanapun.
Kembali pada paragraf kedua. Adakalanya manusia tidak mau berterus terang dan mengikuti ego, tetapi mau sampai kapan? Harus ingat bahwa Allah ingin berdamai dengan manusia dan manusia harus berdamai dengan sesamanya. Bagi setiap pasangan yang sempat hampir bercerai, biarlah proses mediasi membuat hubungan semakin erat. Demikian halnya dengan Allah, biarlah karya penebusanNya dihargai dengan senantiasa membangun keintiman.
Tuhan, melalui moment paskah hari ini saya berkomitmen untuk senantiasa mengingat hubungan denganMu yang pulih. Saya percaya, dengan senantiasa mengingatnya, makia saya akan menjaga hubungan dengan sesama agar tetap harmonis. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:

