Arsip

Sosial Media GBA Center

17 March 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Yosia: Kecil-Kecil Cabe Rawit | 2 Tawarikh 34:1-2 (TB)

2 min read
Yosia: Kecil-Kecil Cabe Rawit

Yosia: Kecil-Kecil Cabe Rawit

Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. (2 Tawarikh 34:1-2 TB)

Judul renungan hari ini merupakan sebuah peribahasa. Merujuk pada seseorang yang hidupnya berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Siapakah gerangan yang dimaksud?

Pertama, kecil-kecil cabe rawit merujuk pada anak-anak. Pertumbuhan sang anak sangat ditentukan dari pola asuh. Banyak oragntua terlalu memanjakan dan tidak mengembangkan potensi yang ada dalam diri sang anak. Sebab mereka masih terlalu kecil untuk dibebankan tanggung jawab; yang terpenting ialah kemampuan akademis guna menjadi orang sukses saat dewasa. Anggapan tersebut tidak dapat disamaratakan kepada setiap orang. Karena masih banyak orangtua yang mengharapkan sang anak menjadi pribadi yang mandiri dan sukses atau mungkin karena merupakan anggota keluarga kerajaan yang melatih anak-anaknya sebagai calon raja. Sang anak tidak akan diangkat menjadi raja selama sang ayah masih hidup. Kecil-kecil cabe rawit, meskipun masih anak-anak, tetapi ttidak kalah dengan orang dewasa, selain dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, tetapi mengambil pilihan untuk menjadi pribadi yang takut akan Tuhan meskipun sang ayah bukanlah prinadi yang demikian. Salah satunya ialah Yosia, seorang anak yang tidak hidup seperti sang ayah, raja Amon ketika masih hidup. Ia hidup benar di mata Tuhan dan menggerakkan bangsa Yehuda dan Yerusalem untuk menyembah Tuhan  saja.

Uraian penulis pada paragraf sebelumnya tidak hanya ditujukan kepada anak-anak yang diangkat menjadi raja. Juga merujuk kepada anak-anak lainnya yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, lincah, gesit, dan cerdik. Kecil-kecil cabe rawit masih berlanjut apabila sang anak tumbuh dewasa dengan postur pendek. Mungkin saat masih anak-anak belum terlihat, tetapi baru terlihat saat dewasa. Meski berpostur pendek, yang bersangkutan memiliki daya tangkap di atas rata-rata; memiliki mental yang sangat kuat; kinerja tidak kalah baiknya dengan orang-orang yang berpostur ideal dan tinggi. Kecil-kecil cabe rawit, kepada setiap orang yang penulis uraikan pada renungan hari ini, ia tidak hanya membuat Tuhan bangga, melainkan juga orangtua, orang yang mereka kasihi serta relasi tempat ia bekerja. Bagi setiap kita yang tidak seperti mereka, tetap semangat, teruslah berjuang menjadi prinadi yang takut akan Tuhan dan teruslah jadi yang terbaik demi kemuliaan namaNya.

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=2Taw%2034

Share Artikel ini