Turning Point | Kejadian 29:35a TB)
2 min read
Turning Point
Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: “Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN.” (Kejadian 29:35a TB)
Judul renungan hari ini menggerakkan penulis untuk kembali membahas hirarki kebutuhan Maslow kemudian mengaitkannya dengan istri Yakub yang bernama Lea.
Dari lima hirarki, yang memiliki korelasi dengan kisah Lea ialah kebutuhan akan kasih sayang dan rasa aman. Sejak awal ia tidak dilirik Yakub akibat kelemahan pada mata yang tidak disebutkan secara spesifik dalam Alkitab serta memiliki paras yang kalah cantik dari adiknya, tetapi ia harus menghabiskan sisa hidupnya dengan Yakub.
Tuhan menunjukkan belas kasihanNya kepada Lea. Ia tidak hanya melahirkan satu, melainkan banyak anak. Setiap nama anak yang ia lahirkan terkandung harapan yang kemudian menjadi titik balik hidupnya.
Anak pertama ia beri nama Ruben dengan harapan bahwa dengan melahirkan anak laki-laki akan menumbuhkan cinta dalam hati suaminya. Sayangnya, harapan tersebut tidak terwujud. Ia tetap tidak dicintai sehingga anak kedua yang ia lahirkan diberi nama Simeon. Ia tetap tidak berhenti berharap pada Tuhan meski keadaan tetap tidak berubah. Oleh karena itu, anak ketiga ia beri nama Lewi. Sebagai bukti bahwa ia tidak hanya berharap akan dicintai, tetapi juga semakin erat kepadanya.Tetap saja ia tidak dicintai suaminya.
Menjadi hal yang lumrah jika ia marah kepada Tuhan, tetapi ia memilih untuk tidak melakukan itu. Ia mengubah fokusnya yang semula mengejar cinta suami menjadi ucapan syukur. Karena ia sudah diberikan penghiburan olehNya melalui tiga anak dan kini saatnya ia berserah total.
Apa yang Lea alami banyak dialami oleh manusia di zaman now. Kelemahan secara fisik bahkan mental, mengalami toxic relationship atau segala hal yang akhirnya membuat putus asa. Tak mengapa jika berharap bahwa Dia akan memberi mujizat melalui buah hati seperti yang dialami Lea, prestasi atau hal lainnya yang dapat membangkitkan pengharapan. Karena akan ada masanya kita disadarkan, bahwa semua itu terjadi atas sepengetahuanNya; bahwa Tuhan tidak membiarkan anak-anakNya sendirian. Apa yang Dia nyatakan dalam hati dan pikiran mengingatkan agar tidak lagi fokus pada penderitaan, tetapi memuji segala perbuatanNya dalam hidup.
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


