Arsip

Sosial Media GBA Center

14 November 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Berserah Penuh | Lukas 5:6 (TB)

2 min read
Berserah Penuh

Berserah Penuh

Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. (Lukas 5:6 TB)

Penulis teringat dengan sepenggal lirik lagu yang berbunyi, berserah bukan berarti menyerah, tetapi tak henti percaya. Penggalan lirik lagu tersebut menjelaskan perbedaan antara pasrah dengan berserah.

Pasrah dan berserah merujuk pada segala daya dan upaya yang dilakukan, tetapi tidak memberikan hasil yang maksimal, bahkan gagal. Orang yang pasrah langsung menyerah, tetapi orang yang berserah akan terus berusaha dan percaya bahwa Tuhan punya maksud dibalik kegagalan. Agar yang bersangkutan memahami bahwa Dia adalah Pribadi yang Maha Kuasa, baik sebelum maupun setelah mengalami kegagalan.

Sebelum mengalami kegagalan, Dia memberikan ide; rancangan serta petunjuk mengenai peralatan dan perlengkapan yang digunakan. Sesudah mengalami kegagalan, Dia memberikan pilihan kepada yang bersangkutan, mau mendekat padaNya atau tidak.

Dia pasti mau mendekat, tetapi belum tentu dengan manusia. Apabila yang bersangkutan membuat keputusan untuk mendekat padaNya, apapun instruksi yang Dia berikan pasti dilakukan, seperti Simon beserta kawan-kawannya di pantai danau Genesaret.

Dia tentu mengetahui bahwa Simon beserta kawan-kawannya sudah semalaman menebarkan jala, tetapi tidak membuahkan hasil. Setelah selesai berkhotbah, Dia memberikan perintah yang tidak masuk akal, yaitu menebarkan jala di siang hari. Kesimpukan dari kisah ini ialah, bahwa mereka memilih untuk berserah meskipun tidak mudah. Karena mereka telah mendengar khotbahNya sebelum perintah itu disampaikan dan tidak bersungut-sungut ketika melaksanakan perintah tersebut. Hasilnya, banyak sekali ikan yang berhasil ditangkap hingga membuat jala mulai koyak.

Setelah melihat mujizat dari keputusan untuk mendekat padaNya dan mengikuti instruksiNya, Dia memberikan pilihan kepada yang bersangkutan, ingin menjadi muridNya atau tidak. Pada akhir kisah, Simon dan kawan-kawannya memutuskan untuk menjadi muridNya. Ke depannya, mereka tidak hanya mengalami mujizat tetapi juga mengaktifkan kuasaNya bagi orang banyak. Karena mereka idak hanya mendapatkan pengajaran, tetapi mendapatkan delegasi tugas serta melihat teladanNya. Apa yang baru saja penulis uraikan juga berlaku pada diri yang bersangkutan yang mengambil keputusan seperti mereka.

Tuhan, saya tidak hanya berkomitmen untuk semakin dekat padaMu tetapi juga menjadi muridMu. Sehingga saya mengerti apa itu berserah dan kuasaMu menjadi aktif dalam diri saya. Tidak berhenti sampai di situ, saya menjadi sadar untuk memberitahukan pada sesama agar kuasaMu juga aktif pada diri mereka. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=42&chapter=5&verse=6

Share Artikel ini