Pimpinlah Aku! | Galatia 5:25 (TB)
2 min read
Pimpinlah Aku!
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh (Galatia 5:25 TB)
Ada sebuah pernyataan yang ingin penulis tegaskan pada renungan hari ini. Sebuah pernyataan yang berbunyi, hanya orang yang dewasa yang mengerti bahwa teori bukan hanya sekedar ucapan tetapi juga yang dipelajari; tidak hanya mengetahui teori tetapi menerapkannya. Ada teori terkenal lainnya yang pembaca ketahui selain tentang hukum yang terutama.
Teori terkenal lainnya adalah tentang buah Roh. Setiap orang Kristen tentu mengetahui kesembilan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Mengonsumsi buah ini tidak hanya menyehatkan secara fisik tetapi juga rohani. Cara memperoleh buah ini, yang bersangkutan tidak hanya mendengar melalui khotbah tetapi harus meminta dalam doa dan rutin membaca FirmanNya.
Sudah mengetahui teori mengenai buah ini tetapi masih banyak orang Kristen yang tidak mengonsumsi buah ini secara intens. Karena hanya membaca di Alkitab dan mendengar dari khotbah tetapi tidak memintanya dalam doa. Akibatnya, buah ini hanyalah menjadi teori belaka. Antara mereka belum mengerti makna Kekristenan yang sesungguhnya atau secara sadar membuat keputusan untuk mengikuti gaya hidup dunia. Contoh sederhana akan penulis uraikan dari kehidupan sehari-hari agar pembaca dapat memahami maksud penulis.
Setiap orang bisa marah karena dalam otak manusia memiliki sistem limbik yang menjadi pusat pengatur emosi, tidak hanya bahagia, sedih, takut tetapi juga marah. Tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi orang lain jika keempat jenis emosi tersebut tidak terkontrol. Banyak orang bertengkar karena tidak dapat mengendalikan amarah; banyak orang mengalami masalah kesehatan atau berurusan dengan hukum karena terlalu larut dalam kesedihan atau nafsu yang membara.
Marah tidak selalu karena ekspektasi yang tidak terpenuhi melainkan karena ada perasaan takut atau hanya sekedar bercanda. Nafsu yang membara tidak hanya melakukan hubungan seks di luar pernikahan tetapi pesta pora. Setiap orang yang berhasil mengelola emosi dan menjauhi hawa nafsu masih memiliki kemungkinan untuk jatuh. Kembali pada pernyataan penulis pada awal paragraf dan penjelasan mengenai buah Roh.
Orang yang dewasa tidak hanya mengerti bahwa Roh Kudus adalah penolong yang membawa kepada kebenaran tetapi juga memberi diri untuk diberikanNya benih yang kelak menjadi buah yang matang. Orang yang dewasa akan senantiasa tergerak untuk belajar mengenai sistem limbik dan hal lainnya yang berkaitan dengan psikologi. Orang yang dewasa akan tergerak untuk memperdalam pengetahuan tentang FirmanNya. Orang yang dewasa akan mengaplikasikan semuanya itu dalam kehidupan sehari-hari dan memberi diri untuk dipimpin olehNya.
Tuhan, tolong ingatkan setiap kami agar memberi diri untuk dipimpin olehMu sehingga buah Roh dapat matang dengan sempurna dalam diri setiap kami. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:

