Zakheus: Pertobatan Radikal | Lukas 19:8 (TB)
2 min read
Zakheus: Pertobatan Radikal
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” (Lukas 19:8 TB)
Setiap orang selalu diperhadapkan dengan dua pilihan. Mengikuti kata hati atau ikut-ikutan orang lain. Jika mengikuti kata hati, kata hati yang baik atau buruk. Jika mengikuti kata hati yang baik, turut mengikuti rencana dan kehendak Tuhan atau hanya mengikuti norma dan etika semata. Kecenderungan setiap orang mengambil pilihan yang kedua, tetapi tidak untuk selamanya, termasuk Zakheus.
Zakheus, seorang pemungut cukai – petugas pemungut pajak untuk pemerintah Romawi di Israel kala itu. Ia menjadi orang kaya, tetapi hati dan pikirannya tidak damai sejahtera – karena ia memperoleh kekayaan dengan kekerasan. Alkitab mencatat secara tersirat bahwa ia mengikuti kata hatinya untuk bertobat dan mengikuti kehendakNya. Terlihat jelas saat Anak Manusia memintanya turun dari pohon ara dan berkata bahwa Dia ingin menumpang di rumahnya – kehadiranNya menyentuh hati pria itu, bahwa ia merupakan keturunan Abraham.
Ketika Dia berada di rumahnya, ia menyatakan dengan tegas bahwa setengah dari miliknya akan diberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang ia peras dari seseorang akan dikembalikan empat kali lipat. Uraian penulis pada akhir paragraf kedua membuat penulis yakin dan percaya kalau ia menepati pernyataannya tersebut.
Kembali pada pernyataan penulis pada awal paragraf, jika selama ini masih hidup menurut kata orang lain yang sudah jelas-jelas melanggar perintahNya; mengikuti kata hati, tetapi yang buruk; mengikuti kata hati yang baik, tetapi hanya menaati norma dan etika, masih ada kesempatan untuk bertobat dan mengikuti kata hati yang baik; mengikuti kehendakNya di atas norma dan etika. Bukan hanya pertobatan dalam hal yang kecil, melainkan secara radikal.
Tuhan, saya berkomitmen untuk mengikuti mengikuti kata hati yang tidak bertentangan dengan FirmanMu. Sehingga saya dapat segera berbalik ketika menyimpang dan mengalami terobosan dalam hidup, Saya membutuhkan kekuatan dariMu karena sadar tidak kuat jika berjuang sendiri. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


