<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penyakit &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<atom:link href="https://bacaalkitab.com/tag/penyakit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<description>Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Oct 2020 08:15:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.4.17</generator>

<image>
	<url>https://bacaalkitab.com/wp-content/uploads/2020/06/cropped-apple-icon-60x60-1-1-32x32.png</url>
	<title>penyakit &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gereja dan Corona</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/gereja-dan-corona/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sarah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2020 07:43:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Kristen Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Firman Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[gedung]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[jemaat]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[kerinduan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[menyembah]]></category>
		<category><![CDATA[Menyembah Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[persembahan]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=4094</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/gereja-dan-corona/">Gereja dan Corona</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center"><p>&#8220;Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.&#8221;&nbsp;<br>Matius 18:20</p></blockquote>



<p><strong>Hal Beribadah</strong></p>



<p>Pandemi <em>Covid-19</em> ini rupanya hendak menginsafkan orang percaya di dunia, bahwa gereja itu bukan gedung, tetapi orangnya. Coba deh, sebelum Corona melanda dunia, khususnya di Indonesia, kalau bisa seperti saat ini. Apalagi jika di jemaat ada &#8220;Farisian&#8221; ditambah lagi para &#8220;tua-tua ekstrim&#8221;. Hadeh! Bisa debat kusir tak berujung .</p>



<p>Yang menyedihkan, bukan firman Tuhan yang menginsafkan hal ini, tetapi penyakit! Apakah ini berarti bahwa kita baru bisa diinsafkan dengan musibah daripada dengan apa kata firman Tuhan itu sendiri? Wallahu a&#8217;lam.</p>



<p>Karena itu, kalau sejak &#8220;<em>stay at home</em>&#8221; hingga kini ibadah Minggu dilaksanakan di rumah, ya seharusnya benar-benar ibadah. Ini waktu Tuhan menguji kita, pribadi dan keluarga, apakah selama ini kita beribadah di gereja tanpa sadar ternyata hanyalah melaksanakan tradisi semata karena memang begitu aturan gereja dan biasanya seperti itu, ataukah benar-benar adalah kerinduan hati kita menyembah Dia.</p>



<p>Inilah waktunya menunjukkan kepada Dia: &#8220;Ini aku, Tuhan&#8221;, &#8220;Ini keluargaku&#8221;. Bukan hanya di gedung gereja, tetapi di mana pun kami rindu menyembah-Mu.<img width="304" height="191" src=""> Tidak harus di rumah atau gedung, di bawah langit tak berdinding dan tak beratap pun,&nbsp;<strong><em>&#8220;Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.&#8221;</em></strong>&nbsp;(Matius 18:20)</p>



<p><a href="http://bacaalkitab.com/gereja-dan-corona/2/">Lanjukan bacaan ke halaman selanjutnya</a></p>


<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/gereja-dan-corona/">Gereja dan Corona</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>20 Topik Doa Masa Covid-19</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/20-topik-doa-masa-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sarah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2020 07:30:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Kristen Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[masalah kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[orangkristen]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[peneliti]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Topik Doa]]></category>
		<category><![CDATA[tunawisma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=3967</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di masa Covid-19 ini, pasti ada umat Tuhan yang mau berdoa karena banyak waktu di...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/20-topik-doa-masa-covid-19/">20 Topik Doa Masa Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Di  masa <em>Covid-19</em> ini, pasti ada umat Tuhan yang mau berdoa karena banyak waktu di rumah, tetapi bingung mau mendoakan apa&#8230; Berikut ini ada 20 topik doa sederhana, mari siapkan hati untuk berdoa dan baca saja yang di bawah ini:</p>



<p>                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               1. Untuk mereka yang sakit dan yang terinfeksi <em>Covid-19</em>: Ya Tuhan, sembuhkan dan tolonglah saudara-saudara kami yang terinfeksi. Berikanlah kekuatan untuk tubuh dan roh mereka. Kendalikanlah penyebaran penyakit ini.</p>



<p>2. Untuk populasi yang rentan terinfeksi: Ya Tuhan, lindungilah para orang tua kami dan juga mereka yang menderita penyakit-penyakit kronis, tolong jagai Tuhan, berkati keluarga yang merawat.</p>



<p>3. Untuk anak-anak muda dan mereka yang masih kuat: Ya Tuhan, berikanlah mereka kesadaran untuk menjaga diri mereka, agar mereka tidak menjadi <em>carrier</em> yang menyebarkan virus ini. Berikanlah mereka keinginan untuk membantu dan belas kasihan.</p>



<p>4. Untuk pemerintah daerah dan pemerintah pusat: Ya Tuhan, sertailah pemimpin-pemimpin kami dalam mereka mengambil keputusan yang tepat, tolong juga menyediakan kebutuhan negeri  untuk memerangi pandemi ini. Bantulah mereka untuk bisa menyediakan pemeriksaan (kesehatan) yang dibutuhkan.</p>



<p>5. Untuk para peneliti ilmiah baik internasional maupun nasional upayanya untuk lebih memahami tentang penyakit ini: Ya Tuhan, berilah mereka pengetahuan, kebijaksanaan, dan kepintaran menemukan vaksin dan pengobatan yang maksimal.</p>



<p>6. Untuk media yang berkomitmen untuk menyediakan informasi  terkini: Ya Tuhan, bantulah mereka untuk dapat berkomunikasi dengan cara yang tepat dalam memberi informasi, tanpa menimbulkan kepanikan.</p>



<p><a href="http://bacaalkitab.com/20-topik-doa-masa-covid-19/2/">Lanjut ke halaman selanjutnya</a></p>


<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/20-topik-doa-masa-covid-19/">20 Topik Doa Masa Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Firman Tuhan yang Meneguhkan</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/kesaksian-maria-lena/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admingba]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jan 2020 07:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[FIiman Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[meneguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[menopang]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[trombosit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=2040</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada sebuah kesaksian dari seorang teman yang dulu pernah ikut GBA. Namanya: Maria Lena, tinggal...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kesaksian-maria-lena/">Firman Tuhan yang Meneguhkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah kesaksian dari seorang teman yang dulu pernah ikut GBA. Namanya: Maria Lena, tinggal di Kupang (saya sudah izin membagikan permasalahan ini ke yang lain). Sempat berhenti ga ikut GBA beberapa bulan yang lalu karena sinyal yang kurang bagus di daerah tempat dia tinggal. Tapi orangnya masih tetap baca Alkitab. Bulan lalu anaknya tiba-tiba sakit dengan indikasi trombositnya menurun terus sampai di bawah 1000. Karena rumah sakit di daerahnya ga bisa menangani lebih serius, maka dirujuklah ke rumah sakit di Surabaya. Sampai sekarang sudah tiga minggu masih dirawat di Surabaya dan belum diketahui persis penyebab sakitnya. <em>Please</em> bantu dalam doa <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Saat tadi pagi saya tanya kabar anaknya lewat <em>chating</em> WhatsApp, tiba-tiba dia singgung soal GBA: &#8220;Iya ko.. aku juga kerasa sekali manfaat dulu ikutan GBA.. sekarang kerasa banget.. saat-saat paling stres dan mencekam.. ayat-ayat yang kita baca dan renungkan waktu dulu giat di GBA tiba-tiba bisa muncul dan jadi kekuatan.. yang luar biasa.. membuat kita tenang sekali menghadapi pergumulan yang Tuhan izinkan.. Bahkan itu jadi kekuatan juga buat anak sulungku waktu hadapi peperangan rohani..&#8221;</p>
<p>Firman Tuhan itu dahsyat, mampu berbicara di saat-saat kita membutuhkan. Seringkali Tuhan izinkan masalah yang berat terjadi, seolah-olah ga ada solusi yang pasti, tapi Tuhan ingin respon yang benar dari dalam diri kita. Firman Tuhan yang kita renungkan yang berperan dalam menopang kita menghadapi &#8216;masa-masa di lembah&#8217; seperti ini.<br />
Bantu dalam doa ya teman-teman, biar anaknya bisa pulih dengan segera. Nama anaknya: Abraham. Transfusi darah sudah beberapa kali dilakukan dan trombosit akhirnya naik tapi selang beberapa hari <em>drop</em> lagi.</p>
<p>Mukjizat masih ada <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Kesaksian<br />
Maria Lena<br />
Kupang</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kesaksian-maria-lena/">Firman Tuhan yang Meneguhkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesembuhan Pasti Yesus Sediakan</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/kesaksian-host-rachel-tim-f/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admingba]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2019 03:58:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[imunitas]]></category>
		<category><![CDATA[istirahat]]></category>
		<category><![CDATA[kambuh]]></category>
		<category><![CDATA[kasih Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan Yesus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=1994</guid>

					<description><![CDATA[<p>Shalom all host,Shalom sahabat-sahabat GBA, Saya mau bersaksi menceritakan cinta kasih Tuhan. 29 Agustus 2019,...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kesaksian-host-rachel-tim-f/">Kesembuhan Pasti Yesus Sediakan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom all host,<br />Shalom sahabat-sahabat GBA,</p>
<p>Saya mau bersaksi menceritakan cinta kasih Tuhan.</p>
<p>29 Agustus 2019, atau sekitar tiga hari yang lalu, badan saya drop kembali karena kebanyakan aktivitas dan pulang dari kantor juga sore. Imunitas tubuh itu mengurang, hingga kekebalan tubuh tidak mampu berinteraksi dan menyebabkan <em>drop</em> kembali. Saat itu saya benar-benar sakit, karena kebetulan juga lagi haid dan sakitnya luar biasa sekali. Jadi saya dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tanpa sadar karena memang kondisi saya melemah saat itu. Saya tidak mampu berjalan, jadi harus diangkat atau digendong, benar-benar tidak ada tenaga untuk berdiri&#8230;</p>
<p>Jadi, pelayanan di <em>group</em> pun saya tidak bisa lanjutkan. Jadi, hanya japri ke <em>host</em> Tiya bahwa saya tidak bisa melayani <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />.. Anak-anak pun harus saya tinggalkan dan tidak ada aktivitas.. Pekerjaan dikantor pun hancur berantakan, karena tidak ada yg <em>handle</em>. Untungnya, <em>manager</em> saya mengerti dengan kondisi saya, jadi dia sendiri yang <em>handle</em> pekerjaan saya.</p>
<p>Satu hari dirawat dirumah sakit, dokter mengatakan bahwa penyakit saya kambuh lagi. Mendengar hal itu, takut banget, takut dioperasi lagi. Tapi, dokter bilang ini masih kecil jadi bisa dihilangkan dengan obat. Tapi puji Tuhan ini tidak terlalu berbahaya, jadi saya bisa dirawat jalan di rumah dengan catatan istirahat <em>full</em> dan jangan ada aktivitas.<br />Aduhhh, di rumah bosan sekali&#8230; Rasanya kayak baru bangun dari koma yang panjang, main hp aja malas rasanya, mau nya kebawa tidur terus. Karena, setelah pulang dari rumah sakit badan masih bergetar.</p>
<p>Sekarang, puji Tuhan, keadaan saya sudah mulai pulih dan hanya perlu istirahat dan jangan banyak pikiran.<br />Tuhan Yesus baik dengan cara-Nya yang ajaib Dia membuat saya ada hari ini.. Yesus bisa saja sembuhkan saya semudah membalikkan telapak tangan tapi, Dia ingin melihat sekuat apa saya akan bertahan dalam kondisi dan keadaan yang benar-benar tidak baik. Kesembuhan pasti Yesus sediakan. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f60a.png" alt="😊" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />  <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Itu sekilas kesaksian dari saya. Puji Tuhan sekarang sudah proses pemulihan&#8230; <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Tuhan memberkati&#8230;<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f607.png" alt="😇" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Kesaksian<br />Rachel<br /><em>Host </em>Tim F</p>


<p></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kesaksian-host-rachel-tim-f/">Kesembuhan Pasti Yesus Sediakan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hidup dari Setiap Firman yang Keluar dari Mulut Allah</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/kesaksian-mirjam-lukito/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admingba]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2019 04:17:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[asma]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[berbuah]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Firaun]]></category>
		<category><![CDATA[Firman Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Harun]]></category>
		<category><![CDATA[hidup dari Firman]]></category>
		<category><![CDATA[kesabaran]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Miryam]]></category>
		<category><![CDATA[Musa]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[step]]></category>
		<category><![CDATA[stuip]]></category>
		<category><![CDATA[Yokhebed]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=1982</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesaksian Mirjam Lukito Pengikut baru GBA 24 Agustus 2019 Saya, Mirjam (baca:Miryam) Lukito, pengikut baru...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kesaksian-mirjam-lukito/">Hidup dari Setiap Firman yang Keluar dari Mulut Allah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kesaksian<br />
Mirjam Lukito<br />
Pengikut baru GBA<br />
24 Agustus 2019</p>
<p>Saya, Mirjam (baca:Miryam) Lukito, pengikut baru dalam GBA ini. Saya lahir di tahun 1960 karenanya masih pakai Ejaan lama.</p>
<p>Siapa itu Miryam? Dia adalah adik Harun, kakak perempuan Musa dimana waktu Musa lahir dan waktu itu Firaun memberi perintah agar setiap anak laki-laki yang dilahirkan oleh umat Israel harus dibunuh. Yokhebed ibunya menaruh Musa dalam keranjang kecil yang ditaruh di tepi Sungai Nil. Dan Miryam mengikuti terus keranjang adiknya itu dalam aliran Sungai Nil secara sembunyi karena takut. Sampai akhirnya keranjang itu sampai di tempat Putri Firaun mandi, dan Miryam menawarkan jasa untuk ibunya dapat menyusui Musa.</p>
<p>Tentang saya, saya juga anak kedua dari keluarga (Alm) Dr. Loekito Handojo. Ibu saya bercerita bahwa waktu masih bayi, saya mengalami panas tinggi sampai kejang-kejang (stuip/step). Saya dibawa ke dokter saat itu (ayah saya masih mahasiswa di UNAIR). Dan saya tertolong, ayah saya ikut sebagai dokter wamil (wajib militer) sesudah lulus sebagai dokter. Tahun 1963, wajib bertugas di Makassar, 1964 lahir adik laki-laki namanya Samuel, sebelumnya sudah ada adik lagi di tahun 1961, namanya Ruth. Setelah wamil di Makasar selesai, kembali ke Surabaya. Waktu itu ayah saya mohon pindah ke sipil, tidak ikut militer lagi. Lalu ayah saya ditempatkan di Cilacap sebagai dokter sipil. Di situ lahir adik laki-laki lagi bernama Benyamin, 1967. Kakak sulung tahun 1958, bernama Esther.</p>
<p>Sejak di Cilacap, ketahuan bahwa saya menerima &#8220;warisan penyakit <em>asma</em> <em>bronchiale</em>&#8221; jadi, sekitar umur tujuh tahun. Lalu dengan rutin ayah mengajak saya berenang, untuk menghilangkan asma tersebut secara alami. Tetapi, ketika saya berumur 10 tahun dan sudah kelas 5 SD, saya pulang sekolah dengan naik sepeda bersama kakak, saya terjatuh pingsan dan mengompol. Ternyata setelah diperiksa, saya menderita epilepsi dengan ditandainya panas badan tinggi dan stuip waktu masih bayi. Jadi saya tidak bisa berenang lagi sebab jika kejang dan tidak ketahuan, bisa mati tenggelam. Waktu itu saya mengikuti Sekolah Minggu setiap hari Minggunya, sedangkan orang tua saya ikut Kebaktian Gereja. Saya &#8220;protes&#8221; kepada Tuhan: Oke Tuhan, saya menderita asma dan ternyata adik bungsu saya juga kena, tetapi lebih ringan. Tetapi Tuhan&#8230; mengapa saya Kau beri penyakit epilepsi (orang awam menyebutnya ayan/sawan celeng dsb) yang memalukan ini???</p>
<p>Kakak saya melanjutkan ke SMA di Jakarta, di SMA Santa Ursula. Paman saya, juga dokter tinggal di Jakarta. Jadi, meski tinggal di asrama, Sabtu dan Minggu boleh ke tempat paman. Minggu sore balik ke asrama. Saya waktu itu juga mau ke Jakarta mengikuti kakak saya. Ternyata ditolak, sebab Jakarta tidak menerima murid dari luar kota, sudah padat penduduknya. Sebetulnya dari Cilacap paling dekat ya ke Purwokerto, tapi saya didaftarkan dan bersekolah di Yogyakarta, di SMA STELLA DUCE. Saya pun tinggal di asrama Katolik. Saya hanya dititipkan kepada kakak dari dokter gigi tetangga di Cilacap yang mana ia tinggal di Yogya. Saya pun waktu itu kecewa, kenapa Tuhan tidak mengizinkan saya di Jakarta dan hanya di Yogya?</p>
<p>Singkat cerita setelah SMA, kakak daftar untuk kuliah, waktu itu sistem SKALU (Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas) antaranya UI, ITB, IPB, UGM dan UNAIR. Kakak ingin seperti ayah, mendaftar di UI untuk fakultas Kedokteran. Ternyata setelah <em>test</em>, dinyatakan tidak lulus dan gugur untuk lima Universitas tersebut. Akhirnya diterima di UNS Solo yang baru tiga tahun berdiri, itu pun tidak diterima di fakultas Kedokteran tetapi di pilihan ke-2: Teknik Sipil.<br />
Waktu saya mendaftar untuk kuliah, saya tidak daftar di fakultas kedokteran karena saya merasa menjadi orang yang tidak sabaran. Padahal dokter haruslah sabar. Saya sangat mengagumi guru Kimia saya, jadi saya mendaftar di Fakultas Teknik Kimia. Saya menjalaninya selama enam tahun dengan IPKum 3,3!!!</p>
<p>Dari situlah, tahun 1987 Tuhan menjawab &#8220;protes&#8221; saya dengan Firman-Nya di Yohanes 9 tentang orang buta sejak lahirnya. Murid-murid Yesus bertanya: Guru, siapakah yang berdosa, dia atau orang tuanya, sehingga ia lahir buta? Tetapi YESUS menjawab: Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia!&#8230; Dan semua terbukti pada diri saya. Jadi dari umur 10 tahun &#8211; 27 tahun baru dijawab seruan saya kepada Tuhan.</p>
<p>Sejak itu saya berpegang teguh pada Matius 4:4 bahwa manusia tidak hidup dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah.</p>
<p>Sekian dulu, masih panjang kesaksian saya, yang sekarang sudah berumur 59 tahun lebih, menjelang 60 tahun. Saya berharap kesaksian saya bisa berbuah lebih banyak untuk teman-teman sekalian.</p>
<p>Terima kasih, TUHAN memberkati <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kesaksian-mirjam-lukito/">Hidup dari Setiap Firman yang Keluar dari Mulut Allah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yesus Memulihkan Keadaanku</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/kesaksian-host-fitriani-yuri-kwon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admingba]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2019 04:04:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[berdoa]]></category>
		<category><![CDATA[berserah]]></category>
		<category><![CDATA[Dayak]]></category>
		<category><![CDATA[demam berdarah]]></category>
		<category><![CDATA[Firman Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[kesembuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[operasi]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[penyembahan berhala]]></category>
		<category><![CDATA[pertolongan Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[tipes]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus baik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=1980</guid>

					<description><![CDATA[<p>Shalom sahabat GBA, Saya juga mau menyaksikan cinta kasih Tuhan bagaimana Ia membuat saya bisa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kesaksian-host-fitriani-yuri-kwon/">Yesus Memulihkan Keadaanku</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom sahabat GBA,<br />
Saya juga mau menyaksikan cinta kasih Tuhan bagaimana Ia membuat saya bisa berada di titik ini.</p>
<p>Ayah saya seorang muslim berdarah Melayu asli, sementara mama orang Dayak dan beragama katolik, namun setelah menikah mereka memutuskan untuk pindah ke Kristen. Ayah saya ikut mama Kristen (hanya KTP).<br />
Dari saya usia delapan bulan, ayah saya sudah sering sakit-sakitan (kerasukan buaya dan sampai lumpuh dua bulan) saat itu penyakitnya cukup parah dan tidak bisa berjalan dengan kedua kakinya, hanya bisa diam dan duduk. Dari kecil orang tua saya, sangat kuat terhadap penyembah berhala (ayah saya seorang dukun) jadi mereka berobat dengan dukun. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f622.png" alt="😢" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><br />
Dari kelas 5 SD, 2008 saya memang sering sakit-sakitan dan dua kali masuk rumah sakit, tahun 2008 dan tahun 2019. Penyakit saya tipes dan demam berdarah.<br />
Waktu terus berjalan, tahun 2014 tepatnya pada bulan April ayah saya opersi usus buntu. Saat itu saya masih duduk dikelas 2 SMK. Jujur saya sangat takut kehilangan ayah saya, karena saya mencintai ayah saya lebih dari segala sesuatu. Puji Tuhan operasi ayah saya berjalan lancar. Setelah operasi itu ayah saya tidak boleh kerja berat, tapi dia memaksakan diri untuk bekerja demi keluarga.</p>
<p>2016, saya lulus SMK kejuruan, niatnya ingin sekolah hamba Tuhan dan bahkan saya sudah dapat beasiswa untuk kuliah ke Singapura. Tapi ayah saya yang sakit-sakitan membuat saya harus berhenti mengapai impian itu. Karena posisinya harus bekerja untuk kebutuhan keluarga juga.<br />
Desember 2016, saya sakit hari itu cukup parah. Setelah dibawa ke rumah sakit saya menderita ISK (infeksi saluran kemih) dan ada batu di ginjal dengan ukuran kecil dan puji Tuhan setelah meminum obat dari dokter batu itu keluar dan hancur.</p>
<p>2017, saya mendapat pekerjaan disebuah perusahaan yang cukup besar dengan kapasitas yang memadai. Disana saya diletakkan di bagian administrasi pendapatan, dan saya juga mengajar les kecil-kecil di rumah mengjar matematika dan bahasa inggris (sampingan pulang dari kantor).</p>
<p>2018. Awal Maret saya memang sudah merasakan ada yang aneh ditubuh saya, tapi karena saya orangnya tertutup jadi tidak mau cerita ke orang lain termasuk kedua orang tua saya. Saya tidak boleh capek dan dingin, kedua pinggang kiri dan kanan saya sangat sakit dan seakan membuat tubuh berhenti bekerja.<br />
30 April 2018, di pagi itu saya sudah merasakan sakit yang luar biasa dan akhirnya saya dibawa kerumah sakit. Perut saya sangat sakit. Diruang rawat inap saya tidak bisa duduk, berdiri, berjalan, berbaring, duduk dan hanya bisa bersandar di kursi roda sambil menangis. Infus itu turun ke kaki dan tangan saya, hingga membuat tubuh saya membengkak dan perut saya buncit seperti orang hamil tiga bulan.<br />
Empat kali rontgen, dokter tidak bisa menjelaskan penyakit saya. Akhirnya saya melakukan USG dua kali, ketika dokter kandungan memeriksa dia melihat seperti kedua benda hidup didalam perut dan saya lihat benda itu seperti bergerak. Akhirnya dokter mengatakan bahwa saya menderita <em>Papillary Serous Cystadenoma Hemoragic Infrared</em>, atau yang kita kenal Torsio Kista Ovarium Sinistra stadium tiga dan harus diangkat dengan tindakan operasi.<br />
3 Mei 2018. Saya melakukan operasi pengangkatan kista, dari jam 08.30 pagi sampai jam 13.00 siang. Saya berpikir bahwa saya benar-benar akan mati dihari itu. Saya tidak bisa membayangkan jika saya mati dihari itu, saya pasti masuk neraka. Memang saya rajin berdoa pelayanan dan persekutuan tapi saya masih melakukan dosa.<br />
18 Mei 2018. Saya masuk rumah sakit untuk kedua kalinya, badan saya <em>drop</em> akibat sebelum dan setelah opersi saya puasa terlalu lama, lima hari tanpa makan dan minum. Setelah diperiksa dokter, saya menderita asam lambung dan ISK. Dua hari dirawat saya disuruh rawat jalan.<br />
14 Juli 2018. Saya masuk rumah sakit lagi, karena setelah satu bulan setelah dioperasi saya sudah berani mengendarai motor berangkat ke kantor. Dibawa kerumah sakit untuk ketiga kalinya. Setelah diperiksa dokter ada seperti bakteri tumbuh dikedua pipi saya dan juga maag udah kronis dan ISK. Dokter memberikan obat yang paten dan cukup mahal jadi bisa segera menghilangkan penyakit itu.<br />
Kembali lagi saya diperiksa oleh dokter jantung dan setelah diperiksa saya menderita jantung koroner atau dimana detak jantung lebih cepat berdenyut daripada biasanya, menyebabkan sesak nafas yang berlebihan. Saya harus mengonsumsi obat yang harga nya 1,5 juta selama 12 bulan tapi karena tidak punya uang yang banyak saya hanya mampu membeli satu kali saja. Dan saya hanya berserah pada Yesus bahwa saya percaya mukjizat masih terjadi.<br />
13 Agustus 2018. Kali ini ayah saya yang masuk rumah sakit. Setelah di rontgen, dokter mengatakan ayah menderita asam lambung dan sudah mengeluarkan nanah. Saya benar-benar takut kehilangan dia.<br />
14 Oktober 2018. Saya kembali lagi <em>drop</em>, masuk rumah sakit untuk yang keempat kalinya dan diagnosis dokter, maag kronis, ISK dan infeksi perut. Saya dirawat selama enam hari oleh dokter dan dengan obat yang cukup paten.<br />
6 November 2018. Setelah enam bulan selesai dioperasi dan dua minggu pulang dari rumah sakit. <em>I lost my father</em>. Saya kehilangan dia untuk selamanya. Ketika itu ayah saya meninggal dipelukkan saya dan tanpa bertobat. Saya merasa bahwa jiwa saya tidak tinggal di badan saya lagi dan merasa bahwa saya mati juga dihari itu. Ayah saya meninggal secara tiba-tiba, tidak melalui proses sakit yang lama, sakit beberapa jam dan langsung meninggal dunia. Jujur saya marah sama Tuhan, saya kecewa dan saya menangis tiga hari tiga malam tanpa jeda sehingga membuat mata saya bengkak. Tetapi Yesus tetap baik, dia tetap saja mengasihi saya dengan cinta-Nya yang tulus. Saya harus mulai membiasakan diri menjalani proses hidup dan hari-hari tanpa ayah saya. Saya adalah anak kesayangan dan ayah saya tidak perah marah sama saya kecuali ketika saya mengajak dia ke gereja karena, dia memang berlatar belakang muslim.</p>
<p>19 Maret 2019. Beberapa waktu lalu, saya kembali lagi masuk rumah sakit untuk yang kelima kalinya. Diagnosis dokter, sel darah putih saya mencapai 28.000 sel dan menyebar kesuluruh tubuh, artinya darah putih itu sudah menghisap sel darah merah dan gejala kanker darah. Saya benar-benar takut, bahkan saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya harus hidup. Tiga hari dirawat di rumah sakit, setelah pemeriksaan terakhir, dokter dibuat cengang oleh penyakit saya, tiba-tiba saja sel darah putih itu menghilang 100% dan saya dinyatakan sembuh, luar biasa! Saya benar-benar merasa berdosa sekali telah kecewa pada Tuhan, dan Dia masih tetap mengasihi saya dengan cinta-Nya yang tak berkesudahan.<br />
Delapan bulan saya meratapi kematian ayah saya, saya kangen dia, saya teringat ketika berangkat ke kantor dengannya dan makan siang bersama. Semua itu benar-benar saya rindukan setelah ayah saya tidak ada. Saya rapuh, saya merasa bahwa hidup ini tidak adil. Setelah saya hampir mati oleh berbagai macam penyakit, saya juga harus kehilangan panutan dihidup saya, dia. Disisi lain adik saya juga sakit dan usia 17 tahun dia belum datang bulan. Setelah diperiksa dokter, dia tidak punya lubang kemaluan dan juga harus dioperasi utk membuat lubangnya. Dia akan dioperasi setelah dia selesai SMA, (sekarang di kelas 3 SMA, tahun depan selesai) abang saya tidak bekerja. Ibu saya bekerja hanya pas-pasan untuk biaya kebutuhan hidup. Biaya sekolah adik saya diatas dua juta-an perbulan. Saya harus menjadi tulang punggung keluarga mengantikan posisi ayah saya. Oleh sebab itu, saya tidak boleh sakit lagi karena, jika saya sakit, tidak akan ada yang bekerja untuk keluarga.<br />
Saya rapuh, saya merasa sendirian, kesepian, dan merasa bahwa tidak ada yang paham perasaan saya. Memang saya rajin berdoa, bahkan, pelayanan dan kebetulan saya juga seorang guru Sekolah Minggu. Tapi, hati saya masih saja tidak sepenuhnya untuk Tuhan.<br />
20 Juli 2019. Saya bertemu dengan sahabat terbaik saya. Dia bilang, berbalik ke jalan Tuhan, serahkan hidupmu, Dia baik, Dia sanggup memulihkan keadaanmu. Tidak peduli seburuk apapun masa lalumu, sekalipun kamu sudah jatuh dilembah gelap, tangan-Nya selalu kuat untuk menarikmu kembali. Saat itu aku benar-benar merasa dipulihkan. Saya berdoa selama kurang lebih dari dua jam, saya berdoa sampai nangis dan minta ampun, dan minta pertolongan Tuhan buat diri saya. Tuhan baik dan Dia memulihkan keadaan saya hingga hari ini <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />.<br />
Dan sampai akhirnya saya pun bergabung di GBA pada tanggal 21 Juni 2019 lalu dan disni saya belajar banyak firman Tuhan. Bangun subuh, baca firman, persekutuan dan doa</p>
<p>Begitulah kesaksian hidup dari saya dan Puji Tuhan sekarang sudah sembuh dan tidak sakit-sakitan lagi. Sekalipun Masalah begitu banyak dihidup saya. Tapi saya tidak mau fokus kepada masalah, saya mau fokus pada Yesus yang sanggup menyelesaikan masalah saya.. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Tuhan memberkati <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f607.png" alt="😇" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Kesaksian<br />
Fitriani Yuri Kwon<br />
<em>Host</em><br />
24 Agustus 2019</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kesaksian-host-fitriani-yuri-kwon/">Yesus Memulihkan Keadaanku</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hidup Adalah Kesempatan &#124; Kesaksian Agustina</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/hidup-adalah-kesempatan-kesaksian-agustina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admingba]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2018 08:05:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[berkat]]></category>
		<category><![CDATA[dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[Firman Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Firman Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[kesembuhan]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=1743</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/hidup-adalah-kesempatan-kesaksian-agustina/">Hidup Adalah Kesempatan | Kesaksian Agustina</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p class="p1" style="text-align: center;"><span class="s1">Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.<br />
Galatia 5 : 13 (TB)<br />
</span></p>
</blockquote>
<p>Syaloom, selamat pagi sahabat-sahabat semuanya. Perkenalkan saya <em>host</em> Tina, salah satu pengurus di <em>group</em> baca D7. Saya mau menyaksikan kebaikan Tuhan dalam hidup saya, kalau saya ada disini semua itu adalah semata-mata hanya karena berkat Anugerah Tuhan. Awal saya gabung di GBA rasanya biasa aja and datar-datar aja, istilahnya nggak greget gitu. Apalagi jujur dulu motivasi saya cuman mau dapat <em>top</em> 10 <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f601.png" alt="😁" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />. Tapi sekarang <em>mindset</em> saya berubah, saya ingin lebih mengenal Dia lewat Firman yang saya baca tiap hari.</p>
<p style="text-align: left;">Ada suatu peristiwa di mana di situlah yang mengubah 180° iman saya. Tepatnya tahun 2016 bulan April, di mana saya mengalami fase saya bener-bener takut mati. Yang ada di pikiran saya adalah anak-anak saya yang masih membutuhkan saya. Saya belum siap dipanggil Tuhan karena pekerjaan saya di dunia masih belum selesai, lantaran penyakit yang saya derita. Saya terkena tumor di rahim dan ada benjolan di payudara saya dan rahim saya sudah tidak berbentuk lagi dan parahnya sudah mengganggu organ tubuh saya yang lain, ginjal saya bengkak. Dokter memutuskan untuk mengangkat rahim saya dan memasang selang-selang di ginjal saya.</p>
<p style="text-align: left;">Saat itu saya seperti orang yang kehilangan pengharapan. Tiap hari kerjaan saya hanya nangis terus, karena pikiran saya udah nggak karu-karuan. Apalagi setiap ke rumah sakit, kumpulnya bareng dengan pasien-pasien gagal ginjal, pasien <em>cancer</em>, and setiap hari pasti ada salah satu teman yang pergi. Tapi, Puji Tuhan teman-teman di komunitas GBA dukung doa, khususnya saya berterima kasih dengan Bu Uke yang dengan setia mendukung iman saya. Di situlah saya benar-benar dikuatkan, saya bangkit lagi, saya tidak sendiri. Tuhan Yesus sayang sama saya dan saya bener-bener serahkan hidup saya, biar Tuhan yang bekerja dalam operasi saya satu demi satu.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Finally</em>, operasi saya berhasil. Hasil dari laboratorium patologi pun bagus, <em>specimen</em> yang di analisis tidak mengarah ke tumor ganas, padahal secara manusia dengan rentang waktu dalam dua bulan perkembangan tumor yang begitu pesat mengarah kesitu, tetapi itulah tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan dan mukjizat kembali bekerja. Benjolan di payudara saya hilang sama sekali, mukjizat itu nyata. Anugerah Tuhan sungguh luar biasa.</p>
<p style="text-align: left;">Kita diberi hanya satu kali kesempatan saja dalam hidup kita, apakah kita masih setia pada saat kita mengalami proses dari Tuhan? Saya percaya itu semua proses Tuhan dalam hidup saya, sampai sekarang pun saya masih terus menjalani terapi-terapi pasca operasi dulu, secara manusia mungkin kita akan bosan dan menyerah, tapi Tuhan mampukan saya. Kalau Tuhan izinkan masalah atau sakit penyakit kita alami, ada maksud Tuhan di balik semua itu, semua itu supaya kita bisa melihat pekerjaan Tuhan dalam hidup kita, supaya kita bisa memuliakan nama-Nya, supaya kita bisa naik kelas.</p>
<p style="text-align: left;">Sahabat-sahabatku serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada Tuhan, Tuhan tau yang terbaik buat hidup kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang luar biasa. Demikian <em>sharing</em> dari saya, kiranya bisa menjadi berkat buat sahabat-sahabat semua. Terima kasih, Tuhan memberkati</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan. Jangan sia-siakan apa yang Tuhan bri, hidup ini harus jadi berkat</strong></p>
<p><strong>Salam cemunguut</strong> <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f4aa.png" alt="💪" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Kesaksian<br />
Tina<br />
<em>Host group</em> D7</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/hidup-adalah-kesempatan-kesaksian-agustina/">Hidup Adalah Kesempatan | Kesaksian Agustina</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
