Arsip

Sosial Media GBA Center

18 September 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Mekar dan Berbuah | 1 Korintus 13:11 (TB)

2 min read
Mekar dan Berbuah

Mekar dan Berbuah

Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. (1 Korintus 13:11 TB)  

Penulis teringat akan peristiwa yang terjadi pada tahun 2011 hingga 2012. Saat itu penulis baru lulus sekolah dan sedang berada di kampung halaman.

Selama di kampung halaman, penulis ingat dengan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat desa pada umumnya, yaitu pergi ke sawah dan ladang untuk menanam padi, sayur-sayuran, dan buah. Sebuah proses panjang yang melelahkan. Namun, harus tetap dijalani agar mendapatkan uang dari hasil penjualan hasil panen ke pasar. Rasa lelah dan bosan pasti ada, tetapi mereka memutuskan untuk tetap sabar dan terus memberi pupuk, air, dan pembasmi hama. Setelah menunggu sekian minggu bahkan bulan, waktu panen akhirnya datang jua. Perasaan lelah dan bosan berganti menjadi sukacita.

Penulis tidak tahu apakah dalam keseharian juga seperti itu. Penulis juga tidak tahu berapa banyak petani yang mengucap syukur kepada Tuhan ketika masa panen tiba. Kalau boleh penulis dapat menyimpulkan, mereka yang pergi ke sawah dan ladang tidak menghindari fase tersebut dan tetap memilih untuk merawat dengan baik meskipin perasaan sedang tidak baik. Pengamatan tersebut tidak penulis lakukan secara intens selama hampir setahun di kampung halaman. Hanya beberapa kali saat proses perawatan dan sisanya saat musim panen tiba. Meskipun demikian, penulis tetap dapat mengaitkannya dengan perjalanan hidup.

 Jika dikaitkan dengan perjalanan hidup, perasaan yang muncul bukan hanya lelah dan bosan, melainkan perasaan jengkel, kesal, marah, sedih bahkan putus asa. Yang bersangkutan harus menyangkal perasaan yang ada sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Mengapa sampai batas waktu yang tidak ditentukan? Karena perasaan sukacita tidak dapat diketahui secara pasti kapan waktunya tiba seperti masa panen. Bukan perkara yang mudah untuk melakukannya, tetapi terus melakukannya. Sampai tiba waktunya yang bersangkutan merasakan kekuatan dariNya meskipun sukacita masih terasa jauh. Memampukan yang bersangkutan untuk mengasihi meskipun sedang jengkel, kesal, marah, sedih bahkan putus asa.

Tuhan, saya sadar bahwa mengalahkan perasaan jengkel, kesal, marah, sedih bahkan putus asa bukanlah hal yang mudah. Saya percaya, Engkau terus berikan kekuatan untuk mengalahkannya sampai saya mekar dan berbuah dalam kasih. Amin!

Tuhan Yesus memberkati bantalan cemungut!

Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=1korintus&chapter=13&verse=11

Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.