The Standard of Living | Amsal 3:5 (TB)
2 min read
The Standard of Living
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Amsal 3:5 TB)
Orangtua merupakan guru pertama bagi sang anak. Membimbing berjalan, mengajarkan membaca; menulis; dan berhitung ketika sang anak masih bayi hingga balita. Seiring bertambahnya usia, sang anak diajarkan norma; tata krama dan etika. Tak berhenti sampai di situ, sang anak diberikan pendidikan yang terbaik agar kelak menjadi orang yang berhasil.
Selama proses menjadi orang yang berhasil, sang anak mendapatkan pengajaran Firman Tuhan ketika sekolah dan kuliah – bersekolah di sekolah Kristen, mengikuti kegiatan rohani di kampus atau berkuliah di Sekolah Tinggi Teologi. Meskipun berada di lingkungan sekolah dan kampus, posisi orangtua tetaplah menjadi guru yang pertama bagi sang anak. Semua yang telah penulis uraikan merupakan proses untuk mengerti standar kehidupan. Sang anak tidak boleh merasa diri paling pintar, hebat, dan berpengalaman. Harus senantiasa merendahkan hati mengingat Allah sebagai Pribadi yang memampukan orangtua untuk mendidik anak serta memampukan sang anak untuk mengerti standar Kekekalan.
Standar Kekekalan melebihi norma, tata krama, dan etika, melainkan keserupaan di dalam Dia. Umumnya, sang anak merasa tidak nyaman lantaran terlalu banyak nasihat dan petuah, tetapi seiring bertambahnya usia dan kedalaman cinta kepadaNya membuat sang anak berbahagia. Karena ia menjadi pribadi yang berhasil dan menjadi berkat bagi sesama karena melihat sang anak selalu bersandar kepada Tuhan apapun yang terjadi; apapun yang dilakukan dan dimanapun berada.
Tuhan, tolong ingatkan saya senantiasa untuk tidak bersandar kepada diri sendiri meskipun telah menjadi pribadi yang sukses, berpengalaman, dan berpengetahuan. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber :https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Amsal%203:5


