Menyingsing Fajar | Mazmur 30:6 (TB)
2 min read
Menyingsing Fajar
Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. (Mazmur 30:6 TB)
Penulis akan memulai renungan hari ini dengan sebuah analogi yang menjelaskan tentang sebuah aktivitas yang membuat yang bersangkutan merasa waktu berlalu begitu cepat. Analogi apakah yang dimaksud?
Analogi yang dimaksud ialah tidur. Rasanya baru saja membaringkan diri lalu terlelap; langit yang gelap telah menjadi terang. Ada yang bangun tidur saat fajar menyingsing atau matahari sudah naik. Entah tertidur pulas atau tidak, hati dan pikiran terasa ringan meskipun beban dan pergumulan yang dihadapi masih banyak. Berkaitan dengan beban dan pergumulan, beberapa diantaranya berasal dari didikan dan teguran.
Didikan dan teguran diberikan sebagai tanda sayang dan peduli. Bagaikan orangtua kepada anak; kakak kepada adik; guru kepada murid; dosen kepada mahasiswa demi kebaikan yang bersangkutan, atasan kepada karyawan dan petugas lainnya yang ada di pabrik, toko atau perusahaan demi kemajuan bersama. Tentu ada perasaan yang mengganjal ketika sedang menerima didikan dan teguran. Demikian halnya dengan teguran yang Tuhan berikan melalui Firman yang disampaikanNya melalui khotbah yang didengar; podcast dan apologetika yang disaksikan; melalui Alkitab yang dibaca atau didengar. Adakalanya Dia memberikan teguran yang tajam, tetapi tidak dibiarkanNya hati dan pikiran yang bersangkutan tidak nyaman dalam waktu lama.
Kembali pada analogi tidur, pujian dan penyembahan yang dinaikan secara langsung serta didengar melalui YouTube atau Spotify membuat hati yang bergumul menjadi tidak terasa menaikkan pujian dan penyembahan yang dinaikkan dan didengar setelah beberapa menit hingga beberapa jam. Tidak terasa hati menjadi damai karena air mata yang tertumpah atau nyanyian sorak-sorai yang membangkitkan sukacita. Didikan dan teguran masih berjalan, tetapi hati telah menjadi kuat.
Tuhan, terima kasih telah memberitahu saya bahwa pujian dan penyembahan adalah bentuk cintaMu kepada saya agar hati segera nyaman dan tenang ketika menerima didikan dan teguran dariMu. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=Mzm&chapter=30&verse=5


