Arsip

Sosial Media GBA Center

28 June 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Melawan Arus | Roma 12:2 (TB)

2 min read
Melawan Arus

Melawan Arus

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2 TB)

Template hari ini tidak menjelaskan tentang satu jalanan yang dapat dilalui oleh kedua kendaraan, melainkan satu jalan untuk arah yang sama. Di dalamnya menunjukkan kendaraan roda empat padahal kenyataan yang sesungguhnya terjadi ialah kendaraan roda dua. Alasannya karena sudah terlewat dari titik lokasi yang hendak dituju atau supaya lebih cepat menuju ke tikungan jalan raya. Setiap pengemudi yang terbiasa melawan arus tidak akan tertabrak kendaraan lain, tetapi apakah hatinya bisa tenang?

Tentu saja tidak tenang, tetapi masih saja melakukannya. Meskipun tidak tertabrak kendaraan lain, tetapi tidak bisa tenang dalam berkendara. Tendengar jelas dari klakson yang sering dibunyikan dari kendaraan lain atau milik yang bersangkutan. Hal tersebut akan terus berlanjut jika tidak ada niat untuk meninggalkan kebiasaan tersebut.Apa yang baru saja penulis uraikan tidak hanya memberikan sedikit gambaran tentang melawan arus, melainkan ada makna lainnya yang hendak penulis bahas pada paragraf berikutnya berkaitan dalam konteks Kekristenan.

Melawan arus yang hendak penulis bahas dalam paragraf ini ialah tetap menaati rambu lalu lintas meskipun sudah terlewat dari tikungan atau lokasi yang hendak dituju. Kalau dikaitkan dengan konteks Kekristenan, menaati lalu lintas berarti secara tegas menolak standar hidup dunia dan mengikuti standar Kekristenan. Bukan berarti tidak boleh bergaul; tidak boleh mengejar kesuksesan; tidak boleh bepergian ke mall dan destinasi wisata lainnya. Yang penulis maksud ialah mengikuti standar Kekekalan tanpa mempedulikan anggapan sok suci, aneh, kolot, dan ketinggalan zaman yang terlontar berulangkali dari mukut sesama. Tentu saja membuat hati teriris hingga terluka, tetapi memutuskan untuk tetap berdiri teguh. Mengapa bisa demikian?

Jawaban yang sederhana ialah karena hati dan pikirannya sudah mengalami pembaharuan sehingga memengaruhi cara pandang yang bersangkutan. Dengan teguh menolak standar dunia memampukan yang bersangkutan untuk membedakan hal yang baik dengan kehendak Allah – memiliki buah Roh yang matang, kasih yang murni, menjadi garam dan erang, tidak menjadi syak bagi orang yang belum percaya.

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:’ https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=45&chapter=12&verse=2

Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.