Sepanjang Hayat | Mazmur 90:12 (TB)
2 min read
Sepanjang Hayat
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12 TB)
Setiap orang memiliki jatah waktu yang sama. 24 Jam dalam sehari; 7 hari dalam seminggu; 4 minggu dalam sebulan. Waktu yang berjalan begitu cepat seringkali menumbuhkan rasa kaget dalam hati, rasanya baru kemarin menjadi anak-anak, tetapi sekarang sudah menjadi tua; dahulu saya kuat melakukan apapun, tetapi sekarang sudah mudah lelah.
Kondisi yang penulis uraikan pada akhir paragraf pertama menjadi pengingat bahwa cepat atau lambat akan meninggalkan dunia. Selama nafas masih di kandung badan, selama itu pula yang bersangkutan harus menggunakan waktu yang ada untuk meminta kepadaNya pembaharuan hati dan pikiran. Menyenangkan? Tentu tidak! Tetapi harus dihadapi dengan tabah agar dapat hidup dalam Kekekalan. Bagaimana caranya? Dengan meminta kekuatan, hikmat, dan pewahyuan.
Meminta kekuatan, hikmat, dan pewahyuan secara terus-menerus melalui pujian, penyembahan, doa, dan saat teduh. Berawal dari seorang diri kemudian mengajak satu-persatu orang terdekat. Berawal dari keluarga kemudian lanjut ke kerabat, handai tolan, teman karib, teman sejawat. Berawal dari khotbah yang didengar dan disaksikan kemudian mengajak mereka untuk mengenal PribadiNya melalui kesaksian dan sharing Firman Tuhan. Secara konsisten dilakukan hingga mereka pun ikut tergerak untuk melakukannya juga – menggunakan waktu yang ada untuk menjelaskan Kabar Baik, yaitu pembaharuan hati dan pikiran serta seluruh hidup yang semakin hari semakin sesuai dengan Kekekalan.
Tuhan, selama nafas saya masih dikandung badan, saya berkomitmen untuk memberitakan tentang perbuatan tanganMu dalam membaharui hati dan pikiran. Tidak hanya saya lakukan sendiri, melainkan setiap orang yang saya beritakan Kabar Baik pun juga demikian, seumur hidup mereka. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=Mzm&chapter=90&verse=12


