Arsip

Sosial Media GBA Center

2 June 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Unpleasant Process | Ibrani 12:11 (TB)

2 min read
Unpleasant Process

Unpleasant Process

Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Ibrani 12:11 TB)

 Penulis mengawali renungan hari ini dengan sebuah pertanyaan, apa sajakah pola didik orangtua yang melekat kuat dalam ingatan anda? Tentu pembaca dapat menjawabnya dalam waktu yang singkat. Banyak petuah dan larangan merupakan jawaban yang paling umum.

Petuah dan larangan membuat perasaan tidak nyaman. Kecenderungan setiap orang pada umumnya ialah bebas menetukan pilihan dan mengungkapkan isi hati; dapat memperoleh segala sesuatu yang diinginkan dengan mudah. Namun, kenyataannya tidak seperti itu. Secara langsung atau tersirat orangtua menjelaskan, kamu tidak akan mengerti caranya menghargai jika semua isi hati dapat diungkapkan dengan leluasa; jika semua pilihan dapat ditentukan dengan bebas. Secara langsung atau tersirat orangtua menjelaskan, kamu tidak akan memiliki semangat untuk bekerja keras dan berusaha jika segala sesuatu dapat diperoleh dengan mudah. Banyak sekali anak-anak yang memilih untuk tidak medengarkan karena merasa diri terkekang.

Kepada setiap anak yang merasa dirinya terkekang, tentu tidak akan menuruti petuah dan larangan yang Tuhan berikan. Karena petuah dan larangan orangtua ditambah dengan keharusan untuk menjaga kekudusan setiap aspek hidup; keharusan memiliki buah Roh yang matang; keharusan untuk bersyukur; keharusan untuk mengampuni. Orangtua mungkin jenuh memberitahukannya kepada anak, tetapi tidak dengan Tuhan.

Karena Tuhan lebih mengenal sang anak dibandingkan orangtua. Itulah sebabnya Dia tetap setia mendidik meskipun sang anak tidak mau menuruti. Sampai tiba waktunya sang anak memilih untuk taat pada petuah dan larangan yang Dia berikan karena hati dan pikiran telah tergugah. Hingga berapa lamakah? Hanya Tuhan yang tahu. Yang jelas, proses yang panjang dan melelahkan itu berikan pemahaman bahwa tujuan akhir kehidupan ialah kekekalan; petuah dan larangan yang penulis uraikan pada paragraf kedua juga bagian dari Firman Tuhan. Ketika saat itu tiba, hati dan pikiran sang anak tidak lagi merasa terkekang, melainkan bersukacita; hati dan pikiran sang anak tersadarkan untuk menaati orangtua meskipun masih jauh dari kata sempurna; hati dan pikiran sang anak akan tergerak untuk menyematkan standar kekekalan dibalik petuah dan larangan yang diberikan orangtua.

Tuhan, menerima petuah dan larangan bukanlah hal yang mudah. Terima kasih atas kekuatan yang Engkau sberikan setiap kali mendengarnya. Yakin dan percaya bahwa Engkau akan memberikan kemampuan untuk mendengar dan melakukannya dalam hidup. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Ibrani%2012:11

Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.