Hati yang Membeku | Roma 8:26 (TB)
2 min read
Hati yang Membeku
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (Roma 8:26 TB)
Satu kata yang terbesit dalam benak penulis ketika melihat judul renungan hari ini ialah trauma. Merupakan respon tubuh ketika berhadapan dengan tragedi atau peristiwa yang sangat menyakitkan. Kondisi tersebut membuat yang bersangkutan menjadi pribadi yang keras akibat trauma.
Pribadi yang keras adalah pribadi yang menjauh dari sesama. Setiap kali berjumpa, raut wajahnya datar tanpa ekspresi; tatapan matanya begitu tegas memancarkan kepedihan dan kepahitan; nada bicaranya datar bahkan ketus; diksi yang terucap sangat menyayat hati. Hal tersebut tidak hanya membuat yang bersangkutan dijauhi oleh banyak orang, melainkan juga sulit untuk memanjatkan doa. Tentu Allah mengetahui semua itu. Segera didekatiNya yang bersangkutan agar segera pulih dari keadaan tersebut.
Cara yang Dia lakukan agar segera pulih ialah memberikan kesempatan bagi yang bersangkutan untuk menyampaikan amarah dalam bentuk apapun ketika berdoa. Setelah itu, Dia memeluk kemudian memberikan penghiburan dan kekuatan serta memberitahukan kata-kata apa sajakah yang diucapkan dalam doa agar bisa segera terlepas dari trauma. Tidak terjadi secara cepat, melainkan melalui proses yang panjang hingga mampu kembali disukai oleh banyak orang karena wajahnya telah berseri; matanya memancarkan kebahagiaan; nada bicara dan diksi yang terucap memberikan kesegaran. Tidak berhenti sampai di situ, Dia memberitahukan agar segera berdoa setiap kali berhadapan dengan tragedi dan peristiwa di waktu mendatang.
Tuhan, terima kasih sudah menjadi pelipur lara ketika saya sedang dalam kepedihan dan kepahitan. Terima kasih buat pelukanMu yang erat serta pengajaran yang Engkau berikan ketika tragedi dan peristiwa pahit kembali menyapa di masa mendatang. Saya berkomitmen untuk memberitahukannya kepada sesama agar apa yang telah saya alami dapat mereka alami juga. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


