Arsip

Sosial Media GBA Center

17 May 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Teladan Mengampuni | Lukas 23:34a (TB)

2 min read
Teladan Mengampuni

Teladan Mengampuni

Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34a TB)

Penulis memulai renungan hari ini dengan beberapa peribahasa yang sesuai dengan judul renungan hari ini. Apa sajakah peribahasa yang dimaksud?

Peribahasa yang penulis maksud ialah kacang lupa kulitnya dan air susu dibalas air tuba. Peribahasa pertama merujuk kepada setiap orang yang melupakan orang yang telah berjasa dalam hidup yang bersangkutan. Peribahasa kedua merujuk kepada setiap orang yang membalas kebaikan yang telah diterimanya dengan kejahatan. Sama-sama mengenai perbuatan baik, tetapi ada sedikit perbedaan. Peribahasa pertama membuat kesal sementara peribahasa kedua menancap kuat dalam hati. Rasanya ingin sekali mengumpat dan melakukan tindakan balas dendam. Sulit sekali rasanya, tetapi harus belajar untuk mengampuni.

Belajar untuk mengampuni itu sulit. Oleh sebab itu, kita harus mengikuti teladanNya dalam mengampuni. Ketika berada di atas kayu salib, Dia menyampaikan sebuah kalimat yang sudah tidak asing di telinga – ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Kalimat tersebut ditujukan kepada ahli Taurat, orang Farisi, dan orang Saduki yang sejak lama menantikan waktu yang tepat untuk menangkapNya mengingat pengajaranNya: pelayananNya yang dilakukan saat hari Sabat; bergaul dengan orang yang termarjinalkan. Hingga tiba waktunya Dia berhasil ditangkap dan dibawa ke Mahkamah Agama untuk selanjutnya dijatuhi hukuman mati. Sesungguhnya, Dia mempunyai hak dan kuasa untuk mengutuk, tetapi Dia memilih untuk mengampuni.

Keputusan untuk mengampuni harus selalu kita buat setiap kali berhadapan dengan orang-orang yang penulis pada paragraf kedua. Mungkin tidak langsung berhasil mengampuni. Namun, seiring berjalannya waktu, kita terbiasa untuk mengikuti apa yang Dia katakan untuk dapat mengampuni dengan penuh ketulusan hati.

Tuhan, saya berkomitmen untuk mengikuti perkataan yang Engkau ucapkan saat berada di atas kayu salib. Saya tau itu sulit dan berat, tetapi percaya bahwa Engkau memberikan kekuatan serta semangat untuk terus belajar mengampuni. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=42&chapter=23&verse=34

Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.