The Prayer Teacher | Matius 6:7 (TB)
2 min read
The Prayer Teacher
Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. (Matius 6:7 TB)
Anak Manusia tidak hanya memberikan teladan, melainkan juga memberitahukan bagaimana seharusnya berdoa. Renungan hari ini akan membahasnya secara jelas namun singkat agar pembaca dapat memahaminya dengan mudah.
Pertama, Anak Manusia mengajarkan bahwa doa bukanlah ajang untuk pamer, kecuali jika sedang berdoa syafaat di gereja dan diminta mengucapkannya dengan bersuara oleh sang pemimpin doa. Kedua, Anak Manusia mengajarkan bahwa Bapa telah mengetahui apa yang hendak didoakan sehingga tidak perlu menyampaikan doa dengan kalimat yang panjang dan rumit, melainkan dengan bahasa yang sederhana yang diajarkanNya melalui Doa Bapa Kami. Meskipun isi doa tersebut,sudah tidak asing di telinga, penulis akan kembali menguraikannya beserta dengan makna di balik setiap kalimat.
- Bapa kami yang di sorga:
Menjelaskan tentang relasi yang mendalam dengan Allah.
- Dikuduskanlah nama-Mu:
Pernyataan kerinduan agar dapat mengerti bahwa Allah yang disembah adalah Pribadi yang Kudus. Tidak hanya kerinduan pribadi, melainkan juga bagi sesama.
- Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga:
Menegaskan bahwa setiap orang harus membiarkan pemerintahanNya masuk dalam setiap aspek kehidupan. Tak berhenti sampai di situ, setiap orang diingatkan untuk tunduk pada otoritasNya.
- Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
Menegaskan bahwa setiap orang tak dapat hidup tanpa campur tanganNya. Tak berhenti sampai di situ, setiap orang harus meminta hati yang senantiasa diliputi oleh rasa cukup.
- Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kamI:
Menegaskan bahwa setiap orang adalah manusia biasa yang seringkali melakukan kesalahan. Kesadaran tersebut menggerakkan hati untuk senantiasa memohon pengampunan dariNya dan memberikan pengampunan kepada sesama.
- Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
Menegaskan bahwa setiap orang adalah pribadi yang lemah dan rentan. Menggerakkan hati untuk senantiasa memohon kekuatan agar dapat melawan setiap godaan serta perlindungan dari orang jahat
Jika dikaitkan dengan doa sehari-hari, maka yang harus diucapkan adalah ucapan syukur atas pernyataan dan perlindungan dariNya; pengampunan dosa; berdoa syafaat singkat baru setelah itu permohonan prinadi secara singkat. Kembali pada awal pernyataan penulis di awal paragraf kedua, penulis meminta agar setiap pembaca melatih diri berdoa dalam hati serta menyampaikan doa dengan singkat dan bahasa yang sederhana.
Tuhan, terima kasih sudah mengajarkan saya bagaimana seharusnya berdoa. Saya akan terus melatih diri untuk berdoa pribadi dalam hati saja dan tidak bertele-tele saat berdoa. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


