As Your Will | Matius 26:44 (TB)
1 min read
As Your Will
Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. (Matius 26:44 TB)
Beberapa hari ke depan penulis akan membahas kaitan antara Allah Tritunggal dengan berdoa. Yang dibahas dalam renungan hari ini ialah tentang doa di tengah pergumulan.
Pergumulan yang dihadapi tidak selalu tentang hukuman mati seperti yang dialami oleh Anak Manusia, melainkan hal sederhana, salah satunya ialah gambar dalam template – sudah bertahun-tahun menjalin hubungan, tetapi belum mendapatkan resrtu untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Anak Manusia mengajarkan bahwa berdoa itu harus jujur meskipun Bapa di Surga telah mengetahui bahwa yang bersangkutan ingin segera lepas dari pergumulan. Kelegaan dan kekuatan baru diberikanNya melalui jerit tangis.
Jerit tangis begitu keras. Namun, tidak dapat mengubah keputusanNya. Seringkali Dia tidak menjawab doa dengan alasan supaya rencanaNya tergenapi. Tiga kali memohon dan jawabannya tetap sama, yaitu hukuman mati demi pemulihan hubungan manusia dengan Bapa. Tentu yang bersangkutan memohon lebih banyak dari Anak Manusia. Seberapapun banyaknya permohonan, tentu ada tujuan dibalik doa yang tidak dijawab, yaitu memberitakan Kabar Baik.
Tidak terima pada awalnya. Namun seiring berjalannya waktu, yang bersangkutan menjadi paham bahwa kekuatan yang disampaikan melalui jerit tangis adalah pekerjaan Roh Kudus. Setelah itu, Dia menjelaskan kepada yang bersangkutan mengenai pemulihan hubungan; dituntunNya untuk peka mendengar suaraNya serta semakin serupa denganNya.
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Mat%2026:44


