David: Please Forgive Me | 2 Samuel 12:13 (TB)
2 min read
David: Please Forgive Me
Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. (2 Samuel 12:13 TB)
Penulis tidak bermaksud untuk menyinggung,siapapun, tetapi mengenai sebuah pepatah yang hendak penulis uraikan memang benar adanya. Yang membuat seseorang jatuh ialah harta, takhta, dan lawan jenis.
Setiap orang jatuh karena harta dan takhta akibat melakukan korupsi, suap, atau pencucian uang agar tidak kesulitan menjalani hidup, mudah mendapatkan hiburan, disukai bahkan disegani oleh banyak orang sehingga bebas melakukan apa saja, termasuk menggandeng wanita yang bukan istri atau suaminya yang sah. Segala sesuatu yang dilakukan, termasuk ketiga hal tersebut, memiliki konsekuensi yang harus ditanggung.
Konsekuensi yang Tuhan berikan secara langsung atau melalui perantara. Tentu mengalami kerugian, tetapi belum tentu digiring ke dalam jeruji besi. Apapun jenis konsekuensi yang Dia berikan, tujuannya hanya satu, yaitu mengaku dosa; segera bertobat dan hidup di dalamnya. Bagi setiap kita atau orang yang kita kasihi sedang terjerumus ke dalam tiga hal yang penulis uraikan pada awal paragraf atau dosa lainnya, mari kita belajar dari seorang Daud.
Sebelum penulis menguraikan konsekuensi yang ditanggung Daud, terlebih dahulu memberikan penjelasan mengenai latar belakang kisah. Terjadi saat sedang berjalan-jalan di loteng istana. Ia tidak jatuh karena harta atau takhta, melainkan wanita.
Wanita itu bernama Batsyeba, seorang perempuan cantik yang telah bersuami. Perzinahan yang terjadi akibat menuruti birahi yang muncul ketika ia melihat wanita itu sedang mandi. Ia tidak hanya menggunakan kekuasannya sebagai raja untuk melancarkan aksinya, melainkan juga menutupinya. Tidak lama setelah sumai dari wanita itu tewas, Melalui Natan, Tuhan memberikan konsekuensi yang harus diterimanya.
Apakah konsekuensi yang diterima Daud? Pedang tidak akan menyingkir dari semua anak yang lahir sebelum — terjadi pemerkosaan, perselisihan, dan pembunuhan – maupun setelah perzinahan terjadi – tidak meninggal saat dalam kandungan, melainkan setelah dilahirkan. Selain itu, ia harus menerima kenyataan terjadinya persetubuhan yang dilakukan oleh anaknya kepada gundik-gundiknya. Bagaimanakah respon Daud? Dengan penuh kerendahan hati ia mengakui dosanya dan berlapang dada menerima konskuensinya.
Tuhan, saya tahu bukan hal yang mudah untuk meminta ampun dan menerima konsekuensi atas setiap perbuatam yang saya lakukan. Tolong berikan saya kekuatan dan kerendahan hati untuk menerima dan menjalaninya. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=2Sam&chapter=12&verse=13&cmt=full


