Abraham: Negosiasi dengan Tuhan | Kejadian 18:27 (TB)
2 min read
Abraham: Negosiasi dengan Tuhan
Abraham menyahut: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.” (Kejadian 18:27 TB)
Keintiman merupakan keakraban yang dibangun dalam waktu tertentu sampai tiba waktunya tumbuh rasa percaya. Keintiman dilakukan antara manusia dengan Tuhan; antara suami dan istri; antara saudara kandung; sahabat. Keintiman yang penulis maksudkan dalam renungan hari ini bukanlah soal fisik, melainkan perasaan yang menggerakkan satu sama lain untuk saling terbuka.
Tak ada sekat pemisah untuk meluapkan isi hati dan segala sesuatu yang dianggap penting bahkan darurat. Dalam membangun keintiman, tentu memperhatikan usia, sifat, dan karakter orang yang mendengarnya serta melakukan negosiasi – memberitahukan batasan serta segala hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.. Salah satu contoh yang dapat penulis berikan mengenai keintiman ialah Abraham.
Alkitab menyebut Abraham sebagai sahabatNya. Terklahir dari komitmennya untuk mebangun mezbah setiap kali ia berpindah tempat. Oleh karena itu, tak ada satupun rencana yang tiidak Dia beritahukan kepada Abraham, termasuk rencana mengenai Sodom dan Gomora.
Ketika Abraham tahu bahwa Dia akan menunggangbalikkan Sodom dan Gomora, selain karena keponakannya mendiami tempat tiu, ia tidak tega jika melihat orang benar turut dilenyapkan bersama-sama dengan orang fasik. Abraham tidak menentangNya, melainkan memohon dengan penuh rasa hormat dan kerendahan hati.
Apabila kisah Abraham dikaitkan dengan penjelasan penulis pada akhir paragraf sebelumnya, ada tiga teladan Abraham yang menjadi pelajaran bagi kita,. Pertama, keintiman dibangun atas dasar komitmen. Kedua, keintiman dengan Tuhan melahirkan belas kasihan pada sesama. Ketiga, keintiman dengan Tuhan harus tetap menghormati kedaulatanNya meskipun kita adalah sahabatNya.
Tuhan, setelah saya membaca renungan hari ini, saya berkomitmen untuk semakin membangun hubungan yang intim denganMu agar saya semakin tahu isi hatiMu dan semakin memiliki belas kasihan pada sesama. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


