My Jealousy | Keluaran 34:14 (TB)
2 min read
My Jealousy
Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu. (Keluaran 34:14 TB)
Cemburu itu tanda cinta, apakah itu benar? Bagi manusia itu tidak sepenuhnya benar, tetapi bagi Allah seutuhnya benar. Berikut penjelasannya.
Cemburu itu tidak sepenuhnya tanda cinta bagi manusia. Di satu sisi dibenarkan karena sebagai pengingat bagi sang kekasih untuk belajar menjaga komitmen – bahwa ia sudah punya pasangan – tetapi di sisi yang lain itu tidak dibenarkan karena merupakan ungkapan iri hati – mengapa orang itu lebih berhasil; lebih dihargai; lebih disayang, tetapi aku tidak? Secara tidak langsung, yang bersangkutan menyatakan bahwa Allah itu pilih kasih! Padahal memang belum waktuNya atau ada sangkut pautnya dengan yang bersangkutan.
Penjelasan penulis pada awal paragraf yang berbunyi, cinta sebagai pengingat bagi sang kekasih untuk belajar menjaga komitmen. Bagi Tuhan kita adalah kekasih jiwaNya dan Dia ingin kita menjadikan Dia sebagai kekasih jiwa kita. MenjadikanNya yang terutama dan satu-satunya mengingat Dia adalah Pribadi yang cemburu.
Bagi Allah, cemburu kepada manusia itu mutlak. Dia senantiasa mengingatkan kepada setiap manusia, jangan ada ilah lain di hadapanKu, apapun bentuknya! Kalau dahulu dalam bentuk patung dan alam semesta, di zaman now berupa pekerjaan, artis idola, melainkan juga sang kekasih. Penulis akan jelaskan satu-persatu.
Pada zaman dahulu, berhala identik dengan membuat patung atau menyembah alam semesta seperti gunung dan pohon. Tujuan di balik semua itu ialah sebagai bentuk keraguan akan diriNya, benarkah Dia itu ada dan hidup? Pada zaman now, pekerjaan, artis idola, dan sang kekasih seringkali menguras banyak waktu dan perhatian. Dia cemburu; Dia tidak mau digantikan dan didahulukan oleh apapun dan siapapun; Dia ingin menjadi yang terutama dan satu-satunya.
Agar menjadikan Dia yang terutama, berhala harus dirobohkan dan harus memiliki sudut pandang yang benar tentang pohon dan gunung – sebagai penyejuk. Agar menjadikan Dia yang terutama, harus selalu ingat untuk mengutamakan Dia sebelum beraktivitas, harus melibatkan Dia dalam pekerjaan, harus punya waktu khusus untuk berkomunikasi denganNya; Dia adalah idola yang sesungguhnya: sang kekasih harus membawa yang bersangkutan semakin dekat denganNya, bukan sebaliknya. Jujur, renungan hari ini tidak mudah untuk dilakukan bagi setiap orang, tetapi orang yang sungguh-sungguh ingin mendapatkan cintaNya, tentu akan meminta pertolongan Roh Kudus agar dapat melakukannya.
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


