Arsip

Sosial Media GBA Center

3 February 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

The Perfect Moment | Yohanes 21:17c (TB)

2 min read
The Perfect Moment

The Perfect Moment

“Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (Yohanes 21:17c TB)

Saat hendak menulis renungan hari ini, penulis teringat dengan istilah reframing yang berfungsi untuk mengubah cara pandang yang bersangkutan setiap kali memandang masalah, situasi, dan perilaku negatif. Tidak hanya dilakukan terhadap diri sendiri, melainkan juga sesama.

Reframing merupakan bentuk cinta, tetapi banyak orang salah menempatkannya. Bukan hanya salah secara diksi atau kalimat, melainkan tidak tepat moment. Seperti yang penulis saksikan dalam sebuah podcast. Sang narasumber menyatakan bahwa seringkali reframing dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Contohnya, ketika berada di rumah duka. Maksudnya baik, supaya tidak berlarut-larut dalam kesedihan, tetapi membuat yang bersangkutan dianggap tidak memiliki empati. Contoh lain, ketika melihat orang yang hendak mengakhiri hidup, yang bersangkutan memarahinya mengurungkan niat, tetapi membuat kecenderungan tersebut semakin kuat di kemudian hari. Dari kedua contoh yang sudah penulis uraikan, penulis yakin dan percaya bahwa pembaca sudah mulai paham maksud dari reframing. Masih banyak contoh lainnya, tetapi akan membuat renungan hari ini menjadi sangat panjang.

Kepada pembaca atau orang yang pembaca kasihi yang seperti itu, mari ikuti teladan Kristus. Setiap dari kita tentu tahu kesaalahan yang Petrus lakukan. Dia menegur kesalahannya tidak dengan mempermalukannya di hadapan kesepuluh murid lainnya, melainkan setelah moment menangkap ikan yang mengoyakkan jala kemudian memakan beberapa dari hasil tangkapan, Dia mengajukan sebuah pertanyaan yang tidak membuat Petrus merasa terhakimi, tetapi sadar bahwa ia sudah melakukan kesalahan yang fatal, yaitu menyangkal Anak Manusia. Kembali pada contoh yang penulis uraikan, kita harus meminta hikmat dariNya. Karena reframing tidak harus dilakukan untuk menghibur, mencegah niat buruk  atau menyadarkan kesalahan terlebih dahulu, melainkan dengan cara menyentuh pundak, membelai rambut, mendengarkan dengan seksama; mengajak makan, jalan-jalan ke taman atau mall sampai keadaannya semakin membaik baru setelah itu reframing dapat dilakukan.

Tuhan, tolong beri saya hikmat setiap kali melihat orang sedang bersedih; mencegah niat buruk atau menyadarkan kesalahan. Agar saya dapat menasihati pada moment yang tepat sehingga tidak membuat mereka merasa terhakimi, melainkan support system dariMu melalui saya. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=Yoh&chapter=21&verse=17  
  2. https://www.kompasiana.com/rioredondo4043/648578f908a8b50189034622/reframing-proses-mengubah-pola-pikir-menjadi-lebih-positif
  3. https://youtu.be/bPd3x4xM1-k?si=m4fSEoNGQsQzclb9
Share Artikel ini