Arsip

Sosial Media GBA Center

15 January 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Father’s Reproof | Amsal 3:11 (TB)

2 min read
Father’s Reproof

Father’s Reproof

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. (Amsal 3:11 TB)

Setiap orangtua menginginkan sang anak menjadi pribadi yang berhasil dan takut akan Tuhan. Oleh karena itu, mereka memberikan teguran sesuai dengan generasi manakah orangtua lahir dan dibesarkan. Uraian penulis bukan bermaksud untuk menyinggung, melainkan sebagai edukasi. Mari kita mulai!

Orangtua dari generasi baby boomers – terlahir antara tahun 1946-1964 – selalu menegur dengan cara yang keras tanpa peduli bagaimana perasaan sang anak mengingat mereka adalah otoritas yang mutlak. Orangtua dari generasi X – terlahir antara tahun 1965-1980 – terlalu banyak beri teguran lantaran terlalu terlibat dalam kehidupan anak. Orangtua dari generasi milenial – terlahir antara tahun 1981-1996 – memposisikan diri sebagai sahabat bagi anak namun tetap menentukan batasan. Orangtua dari generasi Z– terlahir antara tahun 1967-awal 2000 – kurang lebih sama dengan generasi sebelumnya, hanya yang membedakan ialah menggunakan teknologi yang semakin masif. Dari empat generasi yang telah penulis uraikan, semuanya memiliki keluhan yang sama, yaitu membantah.

Ada dua alasan mengapa anak-anak zaman now cenderung membantah. Pertama, munculnya pemikiran pada sang anak bahwa mereka tidak memiliki empati. Kedua, karena merasa diri sudah hebat dan pintar akibat teknologi yang semakin masif. Apapun alasannya, satu hal yang perlu diketahui, orangtua pernah menjadi anak, tetapi anak belum pernah menjadi orangtua sebelum tiba waktuNya mengaruniakan buah hati. Oleh karena itu, penulis ingin membagikan beberapa formula agar tetap menghormati orangtua meskipun cara menegur mereka terlalu keras atau sudah terbiasa dengan diskusi.

Pertama, ingatlah senantiasa bahwa panjang usia akan diberikanNya kepada setiap anak yang menghormati orangtua. Kedua, bandingkan situasi usia kita sekarang dengan usia mereka saat itu. Ketiga, dengarkan baik-baik perkataan mereka. Keempat, lakukanlah dengan tulus dan apabila ada keberatan, sampaikanlah dengan penuh rasa hormat.

Keempat formula yang penulis uraikan pada paragraf sebelumnya bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi harus senantiasa melatih diri. Tentu tidak dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan berdoa dan meminta kekuatan dan pertolongan dariNya. Hanya dengan cara tersebut yang sanggup menolong setiap dari kita untuk menemukan pesan dan maksud Tuhan dibalik teguran hingga suatu hari kita menjadi pemenang, bukan hanya dalam kehidupan, tetapi juga Kekristenan.

Tuhan, penulis berdoa kepada setiap pembaca yang sampai detik ini suka tidak mengindahkan teguran orangtua bahkan cenderung membantah, tolong jamah hati mereka. Penulis percaya, melalui renungan hari ini mereka dapat tergerak untuk lebih menghormati orangtua meskipun mereka lebih hebat dan pintar dari orangtua. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=20&chapter=3&verse=11
  2. https://bit.ly/4aZULvx
Share Artikel ini