Semakin Matang | 2 Tesalonika 1:3 (TB)
2 min read
Semakin Matang
Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu. (2 Tesalonika 1:3 TB)
Setiap dari kita yang pernah mengikuti kelas public speaking, tentu melekat kuat dalam ingatan ketika masih tidak percaya diri; asal berbicara tanpa persiapan; tidak mengerti cara presentasi dengan benar; tidak mampu menguasai panggung serta tidak mengerti cara mengajukan pertanyaan dengan benar.
Setelah dinyatakan lulus dari kelas tersebut, kita tidak hanya memberikan pertanggungjawaban secara tidak langsung kepada sang pengajar, tetapi secara langsung kepada orangtua; istri atau suami; atasan di kantor; gembala dan pejabat di gereja yang sudah memberikan izin atau usul. Dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada agar semakin kompeten dalam public speaking.
Setelah mengikuti kelas tersebut, setiap dari kita akan tergerak untuk memperdalam kemampuan lainnya dan menerapkannya di tengah keluarga, pelayanan yang dilakukan melalui pekerjaan di kantor atau usaha dagang, pelayanan gereja; komunitas rohani dan pelayanan misi. Peningkatan atas diri kita tidak hanya terjadi setelah mengikuti kelas public speaking dan pelatihan lainnya, melainkan juga dalam Kekristenan.
Makna Kekristenan yang kita pelajari melalui khotbah dan pembacaan Alkitab serta penggalian yang dilakukan secara rutin. Perlahan namum pasti, mereka mengetahuinya. Tidaklah mengherankan jika tumbuh harapan dalam hati mereka agar kita memiliki iman yang semakin mendalam serta buah Roh dan kasih yang semakin matang. Peningkatan kemampuan, kedalaman iman serta kematangan buah Roh dan kasih yang semakin terlihat tidak hanya menumbuhkan rasa syukur dalam hati mereka, tetapi juga kepada Tuhan dan diri kita sendiri, baik diucapkan secara langsung atau dengan meninggalkan komentar.
Rasa syukur yang kita terima dari mereka dan kita sampaikan pada Tuhan tidak hanya menjadi penggerak untuk memperdalam kemampuan, melainkan juga mengajarkannya kepada orang lain. Maka kita turut menaikkan rasa syukur seperti mereka kepada kita.
Tuhan, terima kasih atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk saya belajar dan berlatih. Saya berkomitmen untuk memperdalam kemampuan dan mengajarkannya kepada sesama ketika kemampuan telah semakin matang. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=2Tes%201:3-12


