Rooted in Christ | Kolose 2:7 (TB)
2 min read
Rooted in Christ
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (Kolose 2:7 TB)
Segala sesuatu dapat berjalan dengan baik jika pusat hidup tetap terjaga, baik manusia ataupun tumbuhan.
Kalau pusat hidup manusia terletak pada jantung, maka pusat hidup tumbuhan terletak pada akar. Tak ada cara lain yang dapat dilakukan agar tetap dalam keadaan sehat selain menjaganya. Tentu penulis tidak akan membahas keduanya karena akan membuat renungan hari ini menjadi sangat panjang. Jadi, penulis putuskan hanya membahas tentang akar pada tumbuhan.
Yang akan penulis bahas dalam renungan hari ini bukanlah akar pohon, tetapi tanaman dalam pot supaya penulis dapat menjelaskannya dengan mudah. Kembali pada awal paragraf sebelumnya, bagaimana caranya supaya tetap sehat? Dengan memastikan bibit yang ditanam dalam kondisi yang sehat, menyediakan tanah yang gembur, menperhatikan kadar oksigen dengan tidak menanamnya terlalu dalam. Apa yang baru saja penulis uraikan itu sama kecuali cara menyiram yang disesuaikan dengan jenis tumbuhan. Semua itu harus dilakukan sampai akar berdiri dengan kuat dan kokoh.
Sebab akar yang kuat dan kokoh dapat menghasilkan tanaman berkualitas baik. Tentu saja pemeliharaan terus dilakukan karena ada suatu masa dimana akar terlihat baik-baik saja, tetapi sebenarnya mengalami kebusukan. Apa yang baru saja penulis uraikan relevan dengan perjalanan Kekristenan.
Perjalanan Kekristenan yang dimulai saat mengalami kelahiran baru. Segala sesuatu tampak indah dan menyenangkan. Kesuksesan, kesembuhan, dan kebahagiaan terasa mudah untuk diraih. Semuanya terus berjalan sampai tiba waktuNya yang bersangkutan telah siap untuk menerima pelajaran.
Pelajaran yang diberikanNya ialah ujian dan pergumulan. Semakin hari terasa semakin berat, tetapi sebenarnya tidak dalam pemandanganNya. Sebab Dia tahu batas kesanggupan yang bersangkutan. Tidak hanya melalui kritik dan saran yang diberikan oleh keluarga, kerabat, handai tolan, sahabat, gereja lokal, tetapi juga melalui renungan dan video. Semua dipakaiNya untuk memantau pertumbuhan Kekristenan yang bersangkutan.
Agar melatih diri untuk bersyukur sehingga pantang menyerah. Karena pertumbuhan Kekristenan seseorang sering terlihat aman dan baik-baik saja, tetapi sebenarnya mengalami stagnasi bahkan kemunduran. Dia akan terus mengajar, membimbing, dan menuntun sampai tiba waktunya yang bersangkutan memiliki gaya hidup bersyukur dan terus semangat mengejar keserupaan dalam Dia. Apa yang sudah penulis uraikan mengenai pertumbuhan Kekristenan ditentukan dari pilihan yang bersangkutan, apakah bersedia untuk berakar kuat dalam Dia atau tidak. Tentu pembaca tahu apa yang harus dipilih setelah membaca renungan hari ini.
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:
- https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=51&chapter=2&verse=7
- https://www.kompas.com/homey/read/2022/04/16/171400576/6-tips-merawat-dan-memperkuat-akar-tanaman-agar-tidak-busuk#google_vignette
- https://kumparan.com/seputar-hobi/5-cara-menyehatkan-akar-tanaman-dengan-mudah-21zBjSqy6RF/4
- https://www.idntimes.com/life/diy/cara-menumbuhkan-akar-saat-perbanyakan-tanaman-c1c2-01-qmcy5-nyt4yl
- https://id.goodgardenthing.com/article/how-to-fix-root-rot-causes-and-treatment-for-rotting-roots


