<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ujian &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<atom:link href="https://bacaalkitab.com/tag/ujian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<description>Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Aug 2020 06:35:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.4.17</generator>

<image>
	<url>https://bacaalkitab.com/wp-content/uploads/2020/06/cropped-apple-icon-60x60-1-1-32x32.png</url>
	<title>ujian &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dahsyatnya Penyertaan Tuhan</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/kesaksian-host-marlenchi-c3/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admingba]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jan 2020 04:40:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[ambon]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[keberhasilan]]></category>
		<category><![CDATA[kelulusan]]></category>
		<category><![CDATA[kemuliaan Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[penyertaan Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pujian]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=2038</guid>

					<description><![CDATA[<p>Shalom.. Kesaksian Tentang Bukti Nyata Penyertaan Tuhan dalam Hidupku 1. Ketika menerima berita kelulusan Pre-test...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kesaksian-host-marlenchi-c3/">Dahsyatnya Penyertaan Tuhan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom..</p>
<p>Kesaksian Tentang Bukti Nyata Penyertaan Tuhan dalam Hidupku<br />
1. Ketika menerima berita kelulusan <em>Pre-test</em> Uji Kompetensi Guru, saya gembira tetapi kemudian menjadi ragu. Karena proses PPG ini enam bulan lamanya (Daring selama tiga bulan di tempat dan tatap wajah di kampus selama tiga bulan dan harus berangkat ke kota Ambon). Saya harus tinggalkan keluarga selama tiga bulan penuh. Ini faktor utama mengapa saya menjadi ragu utk mengikuti prorgam pendidikan guru dalam jabatan ini. Dan setiba di Ambon, barulah kami semua (sebanyak 502 orang Guru PAK Indonesia, peserta PPGDJ Tahun 2019 baru mengerti mengapa pelaksanaan PPG nya harus di IAKN AMBON). Kampusnya berakreditasi A dengan dosen yang hampir semuanya bergelar Doktor dan 42 dosen bersertifikasi.</p>
<p>2. Bermula dari Belajar Dalam Jaringan (DARING) selama tiga bulan.<br />
Dari diriku yang GAGAP TEKNOLOGI (Gaptek) menjadi mampu memenuhi tuntutan yang dibutuhkan selama daring. Untuk hal ini saya menyaksikan; setelah satu bulan DARING berjalan, suatu pagi dalam suasana penyembahan dan pujian di Gereja ini, saya tersentak dan langsung tidak dapat melanjutkan pujian saya karena SATU PERNYATAAN YANG SANGAT KUAT muncul di pikiran saya yg mengatakan, &#8220;TUHAN MENGURAPI TANGANKU YANG TERANGKAT UNTUK MEMUJI DAN LENYEMBAH DIA SEHINGGA DAPAT MEMENUHI TUNTAN BELAJAR DALAM JARINGANKU&#8221;. Puji Tuhan!!!</p>
<p>3. Berangkat ke kota Ambon dengan keteguhan hati atas dorongan suami yang mendukung saya mengikuti program ini dengan sepenuh hati, jiwa dan raga &amp; putri saya Natasha yang rela untuk tidak melanjutkan kuliahnya demi mendukung mamanya agar dapat <em>focus</em> 100% mengikuti program sertifikasi guru ini. <em>Thanks</em> untuk suamiku dan anak-anakku yang sudah hidup baik-baik selama saya tinggalkan.</p>
<p>3. Perjuangan selama Pendidikan Profesi Guru ini luar biasa suka dukanya. Suka karena ada 502 orang guru PAK Indonesia yang siap berjuang bersama dalam situasi dan kondisi yang sama. Duka karena ada banyak perkara, kesulitan, duka, kesedihan yang kami lalui bersama. Gempa yg menggoncang kota Ambon hingga hari ini, membuat kami tawar hati hingga 0%!!! Kami ingin pulang tetapi kemudian di suatu pagi setelah gempa yg hebat, video penguatan dari Bapak Gembala senior ROCK AMBON (Ps. Chris Manusama) beredar di WhatsApp. Beliau berkata, &#8220;Allah izinkan kita berada di tengah-tengah gempa agar kita dapat menyaksikan kepada dunia tentang pengertian Allah yang hebat atas kita!!!&#8221; Dan itu yang saya lakukan pada malam ini. Saya katakan kepada teman-teman di grup WhatsApp Nasional Guru PAK Indonesia, bahwa, &#8220;Tuhan tidak bawa kita ke Ambon untuk dibantai oleh gempa!! Tuhan pasti bawa kita pulang ke rumah kita masing-masing dengan selamat.&#8221; Iman saya terbukti. Saya kembali ke rumah bertemu keluarga dan jemaat dengan selamat. Puji Tuhan!!!</p>
<p>4. 19 Desember yang lalu jam 12 tengah malam saya di telepon oleh adik, sahabat dan malaikat penolong saya selama PPG dari Kalimantan Tengah, dia menanyakan nomor ujian dan tempat tanggal lahir saya untuk mengecek kelulusan saya pada ujian akhir penentu kelulusan dari semua proses PPG. Puji Tuhan saya lulus dan kami sekelas lulus. Dan kami semua berduka untuk 27 orang yang tidak lulus. Februari yad akan mengulang ujian lagi.</p>
<p>5. Kelulusan dan keberhasilan ini aku persembahkan untuk hormat kemuliaan Tuhan, untuk suami dan anak-anakku. Karena di penghujung kekuatan dan kemampuan saya untuk bertahan berjuang; dua hari sebelum ujian tiba depresi saya mencapai puncak saya sudah tidak mampu belajar lagi, sehingga yang dapat saya perbuat hanya menangis dan berdoa agar Tuhan meluluskan saya pada ujian akhir nanti. Ketakutan akan tidak Lulus bagaikan MONSTER yang sangat mengerikan. Karena saya mendengar ada teman saya pada jurusan lain (bukan guru PAK) tidak lulus. Saya katakan kepada Tuhan, &#8220;Tuhan saya menolak untuk tidak lulus!! Saya tidak mau menerima kalau saya tidak lulus!! Saya harus lulus!! Terlalu mahal harga yang sudah kami bayar untuk mengikuti PPG ini.&#8221; Saya berdoa secara tulus agar kami semua lulus meski kenyataannya tidak seperti itu.</p>
<p>6. <em>Thanks</em> buat dukungan doa teman-teman <em>HOST</em> C3 untuk saya selama saya berjuang selama PPG. <em>Jesus Bless</em></p>
<p>7. Saya memuji kebesaran Allah ku buat betapa hebat dan dahsyatnya penyertaan Tuhan kepada saya dan keluarga saya hingga akhir tahun 2019 ini. Saya sungguh percaya pengertian Tuhan tetap sempurna kepada kami sekeluarga di sepanjang tahun 2020. Khususnya untuk Tasha yang akan masuk universitas tahun depan ini.</p>
<p>Kesaksian<br />
Marlenchi<br />
<em>Host</em> C3</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kesaksian-host-marlenchi-c3/">Dahsyatnya Penyertaan Tuhan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembuat Sejarah &#124; Kesaksian Cikian Khou</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/pembuat-sejarah-kesaksian-cikian-khou/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admingba]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2018 10:55:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[hikmat]]></category>
		<category><![CDATA[integritas]]></category>
		<category><![CDATA[kesabaran]]></category>
		<category><![CDATA[lulus]]></category>
		<category><![CDATA[praktek]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[Roh Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=1566</guid>

					<description><![CDATA[<p>Share Kehidupan: Beberapa bulan lalu ada razia kendaraan. Dengan santainya saya keluarkan surat-surat kendaraan saya...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/pembuat-sejarah-kesaksian-cikian-khou/">Pembuat Sejarah | Kesaksian Cikian Khou</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Share Kehidupan:</p>
<p>Beberapa bulan lalu ada razia kendaraan. Dengan santainya saya keluarkan surat-surat kendaraan saya dan SIM kepada Polwan Depok bernama Bu Nonce yang ramah sekali di Jl. Raya Bogor. Alangkah kagetnya saya saat Bu Nonce berkata: &#8220;Mohon maaf bapak, SIM bapak sudah mati sejak 14 November 2017.&#8221; Lalu saya lihat, wah betul sudah <em>expired date</em>. Saya lalu minta maaf dan berkata, silahkan saya ditilang bila salah bu. &#8220;Oke siap, pak.&#8221;, kata Bu Polwan (ditulislah surat tilang dan segera saya tanda tangani).</p>
<p style="text-align: left;">Pada hari mau sidang pas kebetulan saya tak sempat, karena bertepatan dengan pengambilan rapor anak saya yang sulung, di mana jika untuk urusan ambil rapor, saya bilang kepada istri haruslah imamnya yang ambil (menjalankan Praktek Kehadiran seorang ayah bagi anak-anak sebagai warisan yang mahal &#8211; sekalipun waktu di sekolah ngantri dan ngumpul dengan ibu-ibu).</p>
<p style="text-align: left;">Lalu beberapa hari kemudian saya ambil STNK saya yang ditahan, dan atur jadwal perpanjangan SIM. Saat ke Samsat dijelaskan banyak sekali yang tawarkan lewat <em>fast way</em> alias &#8220;nembak&#8221; dari harga 400.000 s/d 500.000 untuk SIM A. Untuk dalam jadwal yang sibuk, tawaran ini menggiurkan. Saya hening sejenak, di hati berkata keras, &#8220;Ini saatnya saya harus rekontruksi hidupku, mulai dari hal-hal kecil dahulu&#8230;&#8221; (dahulu saat buat Sim B1 saya pernah &#8220;nembak&#8221; di Komdak Daan Mogot lewat jalur kenalan aparat di tahun 2010 &#8211; saat ini SIM udah mati).</p>
<p style="text-align: left;">Lagi pula bukan untuk jadi sok jago, tapi hanya mau tampil beda saja &#8211; Mata Tuhan selalu awasi di segala penjuru. Saya ikuti prosesnya yang baru tahun 2018, jika SIM mati lewat satu hari maka harus ikuti tahapan ujian ulang lagi dengan: tes teori dan test praktek. Saat tes teori saya lolos dari 30 <em>questions,</em> saya bisa jawab 26 dan dinyatakan lulus teori. Saat tes praktek, saya ditawarkan lagi oleh petugas akan di bantu &#8211; ga usah ikut praktek dengan bayar 300.000 saja. Tuhan beri hikmat dengan jawaban yang ga bohong tapi bisa menolak dengan baik: &#8220;Maaf pak, saya tidak punya uang untuk bayar itu (tapi kalo buat bayar yang lain ada)&#8221;. Oh ya udah, silahkan jalankan praktek saja. Saya ikuti dengan kondisi mobil yang ga begitu sehat dan lapangan yang sempit, serta gugup dan dilihat banyak orang. Akhirnya&#8230;.. Saya gagal praktek <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f618.png" alt="😘" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f618.png" alt="😘" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> (padahal nyetir sudah bisa sejak 1994) <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f648.png" alt="🙈" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f648.png" alt="🙈" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />.</p>
<p style="text-align: left;">Setelah gagal ujian praktek, saya ditawarkan lagi buat dibantu jalan pintas, namun saya hiraukan (Banyak juga yang di pandangan saya pada nembak semua &#8211; secara terbuka praktek kolusi terjadi). Saya pelajari dan cara-caranya di lokasi, liat orang-orang yang berintegritas juga yang ga mau nembak SIM. Ada 5-10 orang dan gagal semua (Karena sempit sekali &#8211; mobilnya Grand Max yang body lebar). Saya ukur jarak balok pembatasnya, buat latihan di rumah.</p>
<p style="text-align: left;">Setelah beberapa kali latian di rumah, saya pun datang <em>test</em> yang kedua kali, minggu depannya. Kadang berpikir, mengapa harus gini ya? Bapa mau ajarkan apa buat saya? Dapat renungan tentang kitab Kejadian saat pria diciptakan disebut laki-laki (Bahasa aslinya &#8220;<em>Ish</em>&#8220;, Noble man = <strong>Pembuat sejarah</strong>). Wah, saya harus buat sejarah baru buat warisan anak-anak saya. Nanti kelak mereka jika mau buat SIM ga boleh nembak, tapi ikut prosedur sebab papa sudah beri contoh (<strong>1 teladan berkata lebih keras daripada 1000 perkataan</strong>). Okey, Tuhan. Sekalipun 10 kali gagal saya tak akan menyerah.</p>
<p style="text-align: left;">Saat tes kedua kali, saya tantang pak polisinya buat contohkan. Saya berasumsi ini mustahil. Masuk mundur ke area sempit dengan satu kali gigi mundur dengan mobil yang lebar (pas-pasan). Awalnya polisi mau contohkan, tapi di batalkan, takut diliat pemimpin dari CCTV. Ya sudah saya pun dengan PD lanjutkan ujian praktek dengan ditonton para antrian. Kata petugas pendamping cara saya sudah benar, dan saat mobil hampir masuk semua. Tiba-tiba ada satu balok jatuh. Ya gagal maning. Ya udah Tuhan, ya udah saya akan praktek lagi minggu depan. Eh,  tiba-tiba petugas bilang, pak coba satu kali lagi aja &#8211; pasti bisa. Wah anugerah, saya pun dengan semangat coba lagi dan berhasil total dengan sempurna (saya cerita ke istri &#8211; ketiga kali lulus) <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f60d.png" alt="😍" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f60d.png" alt="😍" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />.</p>
<p style="text-align: left;">Saat mau ambil berkas kelulusan untuk cetak SIM. Petugas di meja bilang, &#8220;Pak maaf, bapak belum bisa ambil SIM hari ini karena lagi <em>offline, </em>esok saja saya telpon bapak. Ambilnya di sini saja kepada saya. Bapak balik lagi esok.&#8221; <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f62d.png" alt="😭" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f648.png" alt="🙈" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> Ya sudah taat saja, sekalipun agak curiga. Saat mau balik sambil bawa <em>voucher</em> lulus praktek. Saya lewati loket ambil SIM dan saya iseng tanya ke petugas loket: &#8220;Apakah lagi <em>offline</em> pak?&#8221;, &#8220;Ah enggak, idup kok&#8221;. Wah, dikerjain ane. &#8220;Ya udah pak, ini <em>voucher</em> lulus ujian SIM saya&#8221;. Dan diambilnya dan saya duduk sambil praktek GBA dari jam 11.00 siang sampai dengan jam 13.00, kok nama saya ga dipanggil-panggil. Pemandangan banyak juga yang baru datang duduk 1/2 jam, udah kipas-kipas SIM dan pulang (cepat banget caranya). Bukan masalah uang, tapi nilai-nilai yang harus dijalankan &#8211; Rekontruksi Hati Damai yang saya cari untuk kesaksian hidup bagi istri anak-anak dan keturunan (saya mau dikuasai Firman Tuhan &#8211; Bukan cuma menguasai Firman Tuhan).</p>
<p style="text-align: left;">Lalu saya tanya ke loket, mengapa nama Cikian belum dipanggil pak? Petugas bilang: &#8220;Data bapak dari meja ujian praktek belum masuk ke kami, kami kalo data masuk langsung cetak.&#8221; Alamak dua Jam data ga masuk&#8230; <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f648.png" alt="🙈" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f648.png" alt="🙈" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />  Untung ditemani GBA hahaha. Akhirnya saya balik ke meja ujian praktek. &#8220;Pak mengapa data saya belum masuk? Jawabnya: &#8220;Loh kan saya udah bilang komputer lagi <em>offline</em>, esok bapak ambil sama saya &#8211; kenapa masukin ke loket?&#8221;. &#8220;Saya pas lewat tadi, cek ke petugas udah <em>online</em> pak &#8211; Rumah saya jauh pak.&#8221;, jawabku. Petugas: &#8220;Semua juga jauh pak, silakan bapak balik esok saja &#8211; saya cek masih <em>offline.</em>&#8221; Petugas yang lain datang: &#8220;Pak, bapak masuk lagi ya &#8211; komputer baru online. Nanti berkas saya antar.&#8221; Oke &#8211; Terima kasih pak. Saya tunggu jika masih lama, akan saya viralkan nih. Akan saya tegas dan buat rame. Di kantor sambil minta tolong satu bapak teman ngobrol di antrian untuk videokan. Baru lima menit saya duduk, tiba-tiba terdengar panggilan: &#8220;Bapak Cikian, silahkan ke loket SIM&#8221;. Saya bilang sama bapak sebelah tadi: &#8220;Maaf pak, kita ga jadi buat video viral &#8211; Nama saya udah dipanggil.&#8221; <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f60d.png" alt="😍" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f60d.png" alt="😍" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f60d.png" alt="😍" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">Rhema: Sekolah kehidupan ini butuh biaya yang disebut dengan proses &#8211; Cintai proses, nikmati proses, sampai kita alami kemenangan yang damai sejahtera, sukacita dan kebenaran oleh Roh Kudus dalam jalankan proses (Roma 14:17)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">Demikian kesaksian dari saya, Cikian dan terima kasih .. Shalom <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f-1f3fc.png" alt="🙏🏼" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f-1f3fc.png" alt="🙏🏼" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p style="text-align: left;">Kesaksian<br />
Cikian Khou<br />
26 Mei 2018</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/pembuat-sejarah-kesaksian-cikian-khou/">Pembuat Sejarah | Kesaksian Cikian Khou</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Artinya? &#124; Kesaksian Jefry W</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/apa-artinya-kesaksian-jefry-w/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admingba]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2018 13:48:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[asrama]]></category>
		<category><![CDATA[baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[baptis]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[ego]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[hadirat Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[KKR]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[penyembahan]]></category>
		<category><![CDATA[pujian penyembahan]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=1475</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saya mau bersaksi mengenai masa lalu saya (maaf apabila sangat panjang) Saya memang lahir dan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/apa-artinya-kesaksian-jefry-w/">Apa Artinya? | Kesaksian Jefry W</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Saya mau bersaksi mengenai masa lalu saya (maaf apabila sangat panjang)</p>
<p style="text-align: left;">Saya memang lahir dan besar di keluarga Kristen yang sudah setiap Minggu ke gereja, rajin mengisi buku kehadiran ke gereja dan ibu saya adalah salah satu pengerja di salah satu gereja Protestan. Sampai SMU (dulu bukan SMA) kelas 3, tahun 2004, saya masih mengandalkan kekuatan saya, karena saya merasa apa yang ada pada saya bisa saya kembangkan. Saya ikut berbagai olimpiade <em>sains</em> dan menang, banyak sponsor yang saya terima dan saya merasa karena saya rajin belajar. Semuanya itu adalah buah kerja keras saya.</p>
<p style="text-align: left;">Pada 2004, saya juga sudah mengenal gereja dan bahasa roh, bahkan baptis selam. Saya dari dulu sangat menentang akan baptisan selam dan bahasa roh, karena saya tidak mengerti apa yang mereka ucapkan. Pernah suatu ketika saya diajak sama teman saya untuk ikut KKR di salah satu bioskop di tempat saya. Pemimpin pujian (sebutan yang saya berikan sebelum saya mengetahui sekarang namanya WL) itu masih membawakan sebuah lagu penyembahan yang sangat terkenal dahulu, yaitu &#8220;Ku Mau Cinta Yesus Selamanya&#8221;. Nah itu, masih reffrein &#8220;Ya Abba, Bapa, ini aku anak-Mu, layakkanlah seluruh hidupku&#8230;&#8221;, saya melihat dengan mata saya sendiri banyak yang nangis (saya sempat mikir kok ada bapak-bapak cengeng banget gitu). Terus ada yang ngomongnya ga jelas dan ga ngerti saya. Saya doa bilang, &#8220;Tuhan Yesus ini orang ngomongnya apa ya? Kok aku ga ngerti?&#8221;.</p>
<p style="text-align: left;">Doa saya ini dijawab ketika saya diterima masuk di salah satu Perguruan Tinggi dengan jalur khusus prestasi. Nah, saya tinggal di asrama putra dengan satu kamar saudara sepupu semuanya. Kami ada empat orang satu kamar, namun hanya saya yang Kristen. Bahkan dalam satu lorong yang berjumlah 14 kamar, Puji Tuhan hanya saya yang Kristen.</p>
<p style="text-align: left;">Suatu ketika pas mau maghrib, saya baca Alkitab dan ketika mau doa, saya lihat teman saya lagi sholat magrib di kamar. Nah, berhubung kiblatnya beda arah dengan saya, jadi kami tidak berhadapan. Saya teringat akan kejadian &#8220;bahasa aneh&#8221; tersebut. Lalu saya masih ingat betul doa saya itu bahasa Indonesia tercinta dan sangat singkat, &#8220;Tuhan Yesus, kalau boleh izinkan aku merasakan seperti apa sih itu bahasanya yang aneh itu? Terus apa artinya?&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Nah, pada saat itu saya ingat benar bahwa saya sepertinya doa itu hanya paling lama 15 menit. Tetapi yang mengejutkan adalah Roh Kudus itu bekerja melawat bukan hanya saya, bukan hanya kamar saya, melainkan di lorong asrama tempat saya berada. Begitu saya bilang Amin, kamar saya dipenuhi oleh teman sepupu dan seorang kiai. Mereka mengira saya kesurupan, karena mereka mengatakan bahwa abis teman saya sholat, dia melihat penampakan yang tidak biasa sampai dikira itu hantu. Dan anehnya lorong asrama itu hangat.</p>
<p style="text-align: left;">Mereka masuk ke kamar saya karena mereka mendengar suara seperti suara besar, namun bahasanya aneh. Nah, pas mereka masuk, kata mereka mulut saya ga berhenti tetapi suara saya tidak besar. Nah, kegemparan terjadi di lorong itu, karena hanya penghuni lorong itu yang mendengar selama tiga jam suara itu menggelegar di asrama, tetapi penghuni lorong lainnya tidak mendengarkan suara itu. Jadi mereka memanggil pak kiai yang katanya tau sejarah asrama putra tersebut namun si pak kiai juga tidak dapat menjelaskan fenomena apa yang sedang terjadi.</p>
<p style="text-align: left;">Nah, yang saya ingat ada kalimat yang sangat menyentuh hati saya, kata-katanya seperti ini:<br />
&#8220;Anak-Ku, karena kerinduan hatimu mencari Aku, maka engkau akan mengalami kepekaan, engkau akan Aku proses sampai engkau dimurnikan&#8221;. Ternyata saya berdoa katanya udah tiga jam ga berhenti, padahal versi saya pribadi hanya 15 menit, karena siapa yang tahan komat-kamit selama tiga jam? Apa ga berbusa mulut ini?</p>
<p style="text-align: left;">Dan semenjak kejadian itu, saya masuk yang namanya proses-Nya Tuhan, di mana ego saya dimatikan sejadi-jadinya. IPK saya hancur cuma 2.0 di satu tahun pertama. Saya malu sejadi-jadinya, saya merasa saya gagal total, saya mengalami depresi hebat, bahkan saya merasa tidak layak hidup. Saya udah niat itu tahun kedua mau keluar kuliah, karena malu sama keluarga, malu sama ortu, malu sama sekolah. Wah, pokoknya muka ini ga tau mau ditaruh di mana lagi.</p>
<p style="text-align: left;">Saya ga mau gereja, saya marah sama Tuhan mengapa hal ini harus terjadi dalam hidup saya, padahal setiap kuliah saya ingat betul apa yang diajarkan oleh dosen, tidak ada satupun versi saya yang salah dalam ujian. <strong>Tapi inilah namanya pembentukan dari Tuhan. </strong>Tiga bulan saya tidak mau gereja, saya tidak mau berdoa, apalagi baca Alkitab. Saya benar-benar marah sama Tuhan, saya merasa Tuhan itu tidak adil, kecuali saya tidak ada persiapan, oke, saya menerima hasil tersebut. Tetapi saya sudah persiapan <em>full</em> sebelum ujian tapi kok hasilnya malah seperti itu.</p>
<p style="text-align: left;">Nah, rancangan Tuhan tidak ada yang tau. Teman asrama saya (sekarang sudah meninggal), dia ajak saya coba untuk gereja kembali. Kali ini gereja yang dekat kampus saja. Teman saya ini mengatakan bahwa hidup itu harus bersyukur, bisa makan aja harus bersyukur. Di situ saya tidak langsung iyakan, karena bagi saya Tuhan itu tidak adil sama sekali. Sampai teman saya pakai trik ajak saya gereja lalu pulang gereja ntar ditraktir makan siang. Namanya mahasiswa, ya pas kere mau ga mau lah. Niatnya bukan gereja tapi udah kebayang <em>fu yung hai</em> dan <em>cap cai</em>, serta pecel ayam yang nikmat hahahaha&#8230;.</p>
<p style="text-align: left;">Ternyata pas pendetanya bawa Firman, dia mengutip <strong>Yohanes 15:16 &#8211; &#8220;Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: left;">Di situ saya merasa hancur sehancur-hancurnya, bahkan ketika ditantang maju <em>altar call</em>, tiba-tiba tangan saya terangkat padahal saya ga mau angkat tangan. Di depan mimbar pendeta mulai tumpang tangan satu persatu dan jujur saya malah intip giliran siapa nih, kapan giliran saya. Nah, ketika tinggal dua orang lain, saya tutup mata, udah tau abis itu giliran saya. Eh, pas tutup mata saya seperti di terjang air dingin deras banget dan rasanya berat banget&#8230;.</p>
<p style="text-align: left;">Seumur-umur saya <em>altar call</em> hanya itu saya jatuh terpental ke belakang bahkan yang pegang saya pun ikut jatuh. Padahal pak pendeta belum selesai doain yang dua orang itu. Saya merasakan ada dua kejadian hebat pada saat itu:</p>
<p>1. Aliran air yang sangat dingin menerjang saya seperti ombak kuat</p>
<p>2. Adanya kehangatan yang luar biasa setelah itu</p>
<p style="text-align: left;">Saya kirain ini pendeta kurang kerjaan kali siram saya pakai air. Tapi begitu saya bangun pegang badan saya, kering malah, saya kaget luar biasa. Dan setelah ibadah pas mau pulang, pendeta tersebut mengejar saya dan bernubuat seperti ini: <strong>&#8220;Kamu akan Tuhan pakai untuk membuka segala kepura-puraan. Di hadapan Tuhan tidak ada yang ditutup-tutupi. Dan jangan pernah marah sama Tuhan, karena ujian yang kamu hadapi menjadikan kamu indah di mata Tuhan.&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: left;">Siapa yang ga kaget dia tau pergumulan saya? Di situ saya minta ampun sejadi-jadinya sama Tuhan dan mulai membuka hati saya 100% buat Roh Kudus-Nya berkarya dalam hidup saya. Sehingga perlahan-lahan saya dipulihkan Tuhan sampai detik ini.</p>
<p style="text-align: left;">Maaf kesaksiannya terlalu panjang,<br />
Tuhan Yesus Memberkati!</p>
<p style="text-align: left;">Kesimpulannya:</p>
<p>1. Tuhan memilih kita tentu ada rencana-Nya atas kita</p>
<p>2. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sekalipun kita merasa kita ditinggalkan</p>
<p>3. Ketika kita mau dimurnikan sama Tuhan, maka keegoan kita akan dikikis habis, akan dihancurkan kedagingan kita.<br />
Nah,  pertanyaannya sampai kapan? Sampai waktu-Nya Tuhan.</p>
<p style="text-align: left;">Ketika kita menyembah dan kita tidak bisa merasakan secara pribadi Hadirat Tuhan itu, maka kita harus introspeksi diri kita, karena mungkin ada penghalang yang mengakibatkan Hadirat Allah itu tidak kita rasakan secara pribadi.</p>
<p>Kesaksian<br />
Jefry W</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/apa-artinya-kesaksian-jefry-w/">Apa Artinya? | Kesaksian Jefry W</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
