<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penyejuk hati &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<atom:link href="https://bacaalkitab.com/tag/penyejuk-hati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<description>Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Mar 2024 18:33:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.4.17</generator>

<image>
	<url>https://bacaalkitab.com/wp-content/uploads/2020/06/cropped-apple-icon-60x60-1-1-32x32.png</url>
	<title>penyejuk hati &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kau Berikan Kesempatan &#124; 1 Yohanes 1:9 (TB)</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/kau-berikan-kesempatan-1-yohanes-19-tb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chika Ferryana]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Mar 2024 16:01:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[belajar dari kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[His amazing love]]></category>
		<category><![CDATA[kalimat yang membangun]]></category>
		<category><![CDATA[Kau berikan kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyejuk hati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=11255</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kau-berikan-kesempatan-1-yohanes-19-tb/">Kau Berikan Kesempatan | 1 Yohanes 1:9 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="has-text-align-center"><em>Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yohanes 1:9 TB)</em></h4>



<p>Penulis teringat dengan dua hal yang penulis dengar ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Pertama, setelah pengambilan rapor dan sang ayahanda menyatakan bahwa penulis adalah pribadi yang <a aria-label="undefined (opens in a new tab)" href="https://bacaalkitab.com/remedial-yesaya-4325-tb/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">malas belajar</a> sehingga tidak mengherankan jika <a aria-label="undefined (opens in a new tab)" href="https://bacaalkitab.com/dont-stop-learning-amsal-99-tb/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">nilai rapor selalu merah</a>. Beberapa tahun berselang, untuk pertama kalinya penulis mendengar sebuah lagu Indonesia yang menyatakan bahwa perpisahan merupakan jalan terbaik bagi kedua belah pihak sebab telah menyakiti perasaan lebih dari tiga kali. Penulis yakin bukan hanya soal nilai rapor dan percintaan yang mendapatkan sedikit maaf melainkan dalam aspek hidup lainnya. Alasannya cukup sederhana, bahwa bentuk kasih yang paling efektif bukanlah banyak memberikan maaf tetapi menyadarkan yang bersangkutan dengan kalimat yang mematahkan semangat bahkan menjatuhkan agar yang bersangkutan belajar dari keslahan sebab kata maaf menjadi tidak berarti jika tidak disertai dengan tindakan nyata.</p>



<p>Bagi setiap kita yang masih melakukan apa yang penulis uraikan pada akhir paragraf, renungkanlah ini! Kita memang harus sampaikan kepada orang yang meminta maaf pada kita &#8212; perubahan hidup harus terjadi setelah mengucapkan kata maaf – <a aria-label="undefined (opens in a new tab)" href="https://bacaalkitab.com/jagalah-perkataanmu-efesus-54-tb/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">tanpa harus dengan kata-kata yang mematahkan semangat apalagi sampai menjatuhkan</a>. Alasan penulis berkata demikian ialah, karena kita semua adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Begitu banyak kesalahan kita buat dan sebanyak itu juga <a aria-label="undefined (opens in a new tab)" href="https://bacaalkitab.com/kesempatan-kedua-1-korintus-1534a-tb/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Tuhan memaafkan</a> lalu <a aria-label="undefined (opens in a new tab)" href="https://bacaalkitab.com/belajar-dari-kesalahan-1-yohanes-19-tb/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">membimbing kita</a> sampai kita <a aria-label="undefined (opens in a new tab)" href="https://bacaalkitab.com/seperti-yang-kau-ingini-1-petrus-115-tb/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">mengalami keseru[aan dalam Dia</a>. Tetaplah semangat dan teruslah minta kepadaNya agar mnejadikan diri kita sebagai pribadi yang senantiasa <a aria-label="undefined (opens in a new tab)" href="https://bacaalkitab.com/berbesar-hati-3-yohanes-12-tb/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">berbesar hati</a>.</p>



<p><strong>Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!</strong></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Sumber:</em></p>



<ol type="1"><li><em><a href="https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=62&amp;chapter=1&amp;verse=9" target="_blank" aria-label="undefined (opens in a new tab)" rel="noreferrer noopener">https</a><a href="https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=62&amp;chapter=1&amp;verse=9">://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=62&amp;chapter=1&amp;verse=9</a></em></li><li><a aria-label="undefined (opens in a new tab)" href="https://www.idntimes.com/life/career/januar-lestari/meminta-maaf-c1c2?page=all" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>https://www.idntimes.com/life/career/januar-lestari/meminta-maaf-c1c2?page=all</em></a></li></ol>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kau-berikan-kesempatan-1-yohanes-19-tb/">Kau Berikan Kesempatan | 1 Yohanes 1:9 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kata-kata yang Manis &#124;Amsal 15:1 (TB)</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/kata-kata-yang-manis-amsal-151-tb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chika Ferryana]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2022 13:42:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[kata kata yang manis]]></category>
		<category><![CDATA[melayani]]></category>
		<category><![CDATA[penyejuk hati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=8171</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan. (Amsal 15:1 TB) Suatu hari, seorang tukang...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kata-kata-yang-manis-amsal-151-tb/">Kata-kata yang Manis |Amsal 15:1 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="has-text-align-center"><em>Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan. (Amsal 15:1 TB)</em></h4>



<p>Suatu hari, seorang tukang kayu menerima surat dari sang anak yang sedang berada di luar kota. Yang bersangkutan meminta tolong kepada beberapa orang yang ia kenal untuk membaca surat tersebut. Orang pertama ialah tukang daging yang berwatak keras dan orang yang kedua ialah penjahit yang lemah lembut. Respon pertama saat mendengar surat tersebut dibacakan oleh  tukang daging ialah marah; menganggap sang anak tidak memiliki etika, tidak tahu berterima kasih dan akhirnya ia memutuskan untuk tidak mengirimkan uang kepada sang anak. Ketika dalam perjalanan pulang, ia bertemu dengan tukang jahit yang lemah lembut. Yang bersangkutan meminta surat tersebut dibacakan oleh tukang jahit. Cara bicara yang lembut berhasil mengubah amarah menjadi belas kasihan hingga akhirnya memutuskan untuk mengirimkan uang kepada sang anak. </p>



<p>Pelajaran yang dapat kita petik dari kisah di atas ialah, bahwa perkataan kita menentukan bagaimana perlakuan orang lain terhadap kita. Memang tidak bisa dipungkiri, rasa kesal dan amarah muncul saat berhadapaan dengan anak buah yang tidak bekerja secara <em>excellent. </em>Hendaklah perkataan yang terucap adalah kata-kata yang manis. Sebab perkataan yang manis tidak hanya menumbuhkan kedamaian dalam hati melainkan juga menumbuhkan kesadaran dalam hati orang yang membuat kita jengkel dan marah.</p>



<p></p>



<p><strong>Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!</strong></p>



<p><em>Sumber:</em><em><a href="https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=20&amp;chapter=15&amp;verse=1">https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=20&amp;chapter=15&amp;verse=1</a></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kata-kata-yang-manis-amsal-151-tb/">Kata-kata yang Manis |Amsal 15:1 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
