<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>the standard of living &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<atom:link href="https://bacaalkitab.com/tag/the-standard-of-living/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<description>Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Aug 2026 14:47:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.4.21</generator>

<image>
	<url>https://bacaalkitab.com/wp-content/uploads/2020/06/cropped-apple-icon-60x60-1-1-32x32.png</url>
	<title>the standard of living &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bukti Cinta &#124; Yakobus 1:21 (TB)</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/bukti-cinta-yakobus-121-tb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chika Ferryana]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 14:36:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[bukti cinta]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Loving Thy Words]]></category>
		<category><![CDATA[the standard of living]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bacaalkitab.com/?p=15145</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/bukti-cinta-yakobus-121-tb/">Bukti Cinta | Yakobus 1:21 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="has-text-align-center"><em>Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. (Yakobus 1:21 TB)</em></h4>



<p>Sesungguhnya, judul renungan hari ini mengandung singkatan, yaitu bucin. Merupakan istilah yang sudah tidak asing di telinga. Akan penulis bahas terlebih dahulu baru setelah itu judul renunagn hari ini.</p>



<p>Arti bucin yang biasa didengar ialah budak cinta. Merujuk kepada setiap orang yang rela melakukan apapun demi sang pujaan hati, termasuk merelakan perasaan untuk menerima setiap kritik, saran, dan nasihat yang disampaikan oleh sang pujaan hati. Hal tersebut membuat perasaan keluarga, sahabat atau orang terdekat lainnya menjadi sakit dan merasa terabaikan. Perasaan tersebut tergambar jelas dalam <em>template </em>hari ini.</p>



<p><em>Template </em>hari ini menggambarkan seseorang yang memberikan minuman kepada saudaranya yang sedang leti. Menjadi salah satu bentuk kepedulian yang biasa dilakukan perlahan menghilang. Tidak hanya kepedulian, tetapi juga perhatian, sikap hangat serta kerelaan hati menerima kritik dan saran dari mereka. Semua itu membuat mereka jadi sedih, kecewa, dan marah melihat perubahan yang bersangkutan karena merupakan bukti cinta kepada keluarga, sahabat, dan orang terdekat lainnya. Semua jenis perasaan yang sudah penulis uraikan semakin memuncak ketika mengetahui bahwa yang bersangkutan melakukan tindakan yang merugikan dirinya sendiri demi mempertahankan hubungan. Siapapun yang saat ini menjadi budak cinta, penulis tidak akan menyalahkan karena memiliki sudut pandang yang berbeda. Bahwa setiap orang yang menjadi budak cinta tidak sepenuhnya dibenarkan karena sang pujaan hati belum tentu akan menjadi pasangan sehidup-semati, kecuali jika sudah menjadi suami-istri.</p>



<p> Jika yang bersangkutan telah menjadi suami-istri, setiap bentuk kepedulian, perhatian, sikap hangat, serta kerelaan hati menerima kritik dan nasihat menjadi sebuah bukti cinta yang harus ditunjukkan setaip hari. Kembali pada pernyataan pada paragraf sebelumnya,penulis tidak sepenuhnya menyalahkan karena fase ini melatih yang bersangkutan untuk menghabiskan waktu berjam-jam guna membina hubungan yang intim denganNya.</p>



<p>Setelah membangun hubungan yang intim denganNya, yang bersangkutan membuktikan cinta padaNya dengan melakukan setiap perintahNya. Menyadarkan yang bersangkutan untuk melakukan segala sesuatu untuk Tuhan, baru setelah itu kepada keluarga, pasangan, sahabat, dan orang terdekat lainnya – pon kedua dan ketiga ditukar jika yang bersangkutan belum menikah.</p>



<h4 class="has-text-align-center"><em>Tuhan, saya berkomitmen memberikan hati dibentuk oleh Engkau agar menajdi pelaku FirmanMu. Karena itu merupakan bukti cinta saya kepadaMu. Amin!</em></h4>



<p><strong>Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!</strong></p>



<p><em>Sumber:</em></p>



<ol type="1"><li><em><a href="https://www.alkitab.sabda.org/commentary.php?book=59&amp;chapter=1&amp;verse=21">https://www.alkitab.sabda.org/commentary.php?book=59&amp;chapter=1&amp;verse=21</a></em></li><li><em><a href="https://www.gramedia.com/best-seller/apa-itu-bucin/">https://www.gramedia.com/best-seller/apa-itu-bucin/</a></em></li></ol>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/bukti-cinta-yakobus-121-tb/">Bukti Cinta | Yakobus 1:21 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>The Standard of Living &#124; Amsal 3:5 (TB)</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/the-standard-of-living-amsal-35-tb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chika Ferryana]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 08:44:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[dalam setiap langkah]]></category>
		<category><![CDATA[didikan orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan sejak dini]]></category>
		<category><![CDATA[loving Thy Word]]></category>
		<category><![CDATA[serupa dengan Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[the standard of living]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bacaalkitab.com/?p=15126</guid>

					<description><![CDATA[<p>Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Amsal 3:5 TB)...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/the-standard-of-living-amsal-35-tb/">The Standard of Living | Amsal 3:5 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="has-text-align-center"><em>Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Amsal 3:5 TB)</em></h4>



<p>Orangtua merupakan guru pertama bagi sang anak. Membimbing berjalan, mengajarkan membaca; menulis; dan berhitung ketika sang anak masih bayi hingga balita. Seiring bertambahnya usia, sang anak diajarkan norma; tata krama dan etika. Tak berhenti sampai di situ, sang anak diberikan pendidikan yang terbaik agar kelak menjadi orang yang berhasil.</p>



<p>Selama proses menjadi orang yang berhasil, sang anak mendapatkan pengajaran Firman Tuhan ketika sekolah dan kuliah – bersekolah di sekolah Kristen, mengikuti kegiatan rohani di kampus atau berkuliah di Sekolah Tinggi Teologi. Meskipun berada di lingkungan sekolah dan kampus, posisi orangtua tetaplah menjadi guru yang pertama bagi sang anak. Semua yang telah penulis uraikan <ins>merupakan </ins>proses untuk mengerti standar kehidupan. Sang anak tidak boleh merasa diri paling pintar, hebat, dan berpengalaman. Harus senantiasa merendahkan hati mengingat Allah sebagai Pribadi yang memampukan orangtua untuk mendidik anak serta memampukan sang anak untuk mengerti standar Kekekalan.</p>



<p>Standar Kekekalan melebihi norma, tata krama, dan etika, melainkan keserupaan di dalam Dia. Umumnya, sang anak merasa tidak nyaman lantaran terlalu banyak nasihat dan petuah, tetapi seiring bertambahnya usia dan kedalaman cinta kepadaNya membuat sang anak berbahagia. Karena ia menjadi pribadi yang berhasil dan menjadi berkat bagi sesama karena melihat sang anak selalu bersandar kepada Tuhan apapun yang terjadi; apapun yang dilakukan dan dimanapun berada.</p>



<h4 class="has-text-align-center"><em>Tuhan, tolong ingatkan saya senantiasa untuk tidak bersandar kepada diri sendiri meskipun telah menjadi pribadi yang sukses, berpengalaman, dan berpengetahuan. Amin!</em></h4>



<p><strong>Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!</strong></p>



<p><em>Sumber :<a href="https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Amsal%203:5">https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Amsal%203:5</a></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/the-standard-of-living-amsal-35-tb/">The Standard of Living | Amsal 3:5 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
