<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>the prayer model &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<atom:link href="https://bacaalkitab.com/tag/the-prayer-model/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<description>Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 May 2026 17:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.4.19</generator>

<image>
	<url>https://bacaalkitab.com/wp-content/uploads/2020/06/cropped-apple-icon-60x60-1-1-32x32.png</url>
	<title>the prayer model &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>The Prayer Teacher &#124; Matius 6:7 (TB)</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/the-prayer-teacher-matius-67-tb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chika Ferryana]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2026 15:45:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[doa bapa kami]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[the prayer model]]></category>
		<category><![CDATA[the prayer teacher]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bacaalkitab.com/?p=14785</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/the-prayer-teacher-matius-67-tb/">The Prayer Teacher | Matius 6:7 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="has-text-align-center"><em>Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. (Matius 6:7 TB)</em></h4>



<p>Anak Manusia tidak hanya memberikan teladan, melainkan juga memberitahukan bagaimana seharusnya berdoa. Renungan hari ini akan membahasnya secara jelas namun singkat agar pembaca dapat memahaminya dengan mudah.</p>



<p>Pertama, Anak Manusia mengajarkan bahwa doa bukanlah ajang untuk pamer, kecuali jika sedang berdoa syafaat di gereja dan diminta mengucapkannya dengan bersuara oleh sang pemimpin doa. Kedua, Anak Manusia mengajarkan bahwa Bapa telah mengetahui apa yang hendak didoakan sehingga tidak perlu menyampaikan doa dengan kalimat yang panjang dan rumit, melainkan dengan bahasa yang sederhana yang diajarkanNya melalui Doa Bapa Kami. Meskipun isi doa tersebut,sudah tidak asing di telinga, penulis akan kembali menguraikannya beserta dengan makna di balik setiap kalimat.</p>



<ul type="1"><li>Bapa kami yang di sorga:</li></ul>



<p>Menjelaskan tentang relasi yang mendalam dengan Allah.</p>



<ul><li>Dikuduskanlah nama-Mu:</li></ul>



<p>Pernyataan kerinduan agar dapat mengerti bahwa Allah yang disembah adalah Pribadi yang Kudus. Tidak hanya kerinduan pribadi, melainkan juga bagi sesama.</p>



<ul><li>Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga:</li></ul>



<p>Menegaskan bahwa setiap orang harus membiarkan &nbsp;pemerintahanNya masuk dalam setiap aspek kehidupan. Tak berhenti sampai di situ, setiap orang diingatkan untuk tunduk pada otoritasNya.</p>



<ul><li>Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya</li></ul>



<p>Menegaskan bahwa setiap orang tak dapat hidup tanpa campur tanganNya. Tak berhenti sampai di situ,  setiap orang harus meminta hati yang senantiasa diliputi oleh rasa cukup.</p>



<ul><li>Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kamI:</li></ul>



<p>Menegaskan bahwa setiap orang adalah manusia biasa yang seringkali melakukan kesalahan. Kesadaran tersebut menggerakkan hati untuk senantiasa memohon pengampunan dariNya dan memberikan pengampunan kepada sesama.</p>



<ul><li>Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.</li></ul>



<p>Menegaskan bahwa setiap orang adalah pribadi yang lemah dan rentan. Menggerakkan hati untuk senantiasa memohon kekuatan agar dapat melawan setiap godaan serta perlindungan dari orang jahat</p>



<p>Jika dikaitkan dengan doa sehari-hari, maka yang harus diucapkan adalah ucapan syukur atas pernyataan dan perlindungan dariNya; pengampunan dosa; berdoa syafaat singkat baru setelah itu permohonan prinadi secara singkat. Kembali pada awal pernyataan penulis di awal paragraf kedua, penulis meminta agar setiap pembaca melatih diri berdoa dalam hati serta menyampaikan doa dengan singkat dan bahasa yang sederhana.</p>



<h4 class="has-text-align-center"><em>Tuhan, terima kasih sudah mengajarkan saya bagaimana seharusnya berdoa. Saya akan terus melatih diri untuk berdoa pribadi dalam hati saja dan tidak bertele-tele saat berdoa. Amin!</em></h4>



<p><strong>Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!</strong></p>



<p><em>Sumber:</em></p>



<ol type="1"><li><em><a href="https://www.kristen-indonesia.com/2025/07/ajaran-yesus-tentang-doa-eksplorasi.html">https://www.kristen-indonesia.com/2025/07/ajaran-yesus-tentang-doa-eksplorasi.html</a></em></li><li><em><a href="https://gkaanugerah.org/berdoa-matius-65-13/">https://gkaanugerah.org/berdoa-matius-65-13/</a></em></li></ol>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/the-prayer-teacher-matius-67-tb/">The Prayer Teacher | Matius 6:7 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>The Prayer Model &#124; Markus 1:35 (TB)</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/the-prayer-model-markus-135-tb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chika Ferryana]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 07:27:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan baca alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[pray first]]></category>
		<category><![CDATA[the prayer model]]></category>
		<category><![CDATA[utamakan Dia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bacaalkitab.com/?p=14759</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/the-prayer-model-markus-135-tb/">The Prayer Model | Markus 1:35 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="has-text-align-center"><em>Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. (Markus 1:35 TB)</em></h4>



<p>Renungan berjudul <em>As You Will </em>telah menjelaskan tentang teladan yang Anak Manusia berikan melalui doa di tengah pergumulan. Renungan hari ini akan menjelaskan teladan lainnya berkaitan dengan doa. Apakah itu?</p>



<p>Yaitu doa di tengah aktivitas pelayanan dan doa keesokan harinya, Dia memulai pelayanan dengan doa. Bayangkan, pelayanan begitu padat, diikuti oleh orang banyak,dan waktu istirahat minim. Namun, semua itu tidak dijadikanNya alasan untuk tidak berdoa. Dia menyingkir sejenak untuk berdoa; Dia bangun pagi-pagi sekali untuk berdoa. Banyak orang telah melakukan dan menjadikannya sebagai gaya hidup, tetapi masih banyak juga orang belum melakukannya.</p>



<p>Karena masih mendahulukan <em>gadget</em> untuk segera balas  pesan <em>WhatsApp </em>dan membuka sosial media kemudian bergegas membuat sarapan dan berangkat ke sekolah, kampus, tempat kerja atau tempat dagang. Penulis ingin berkata, utamakan berdoa jika semua itu jadi prioritas utama; tidur lebih dan pasang alarm agar dapat bangun lebih awal untuk berdoa. Tentu ada pembaca yang berkata, saya telah bangun pagi dan menjadikan doa sebagai prioritas utama, tetapi sulit untuk menyingkir sejenak dari aktivitas untuk berdoa. Menanggapi hal tersebut, yang dapat pembaca lakukan ialah berbicara denganNya dalam hati. Tidak mudah bagi pembaca yang belum terbiasa melakukannya. Oleh sebab itu, mulailah dari sekarang untuk melakukannya; lakukan secara konsisten hingga menjadi gaya hidup.</p>



<h4 class="has-text-align-center"><em>Tuhan, penulis berdoa bagi pembaca yang belum memulai hari dengan doa; belum menyempatkan waktu untuk berdoa di tengah aktivitas, agar mereka membiasakan diri untuk bangun pagi-pagi sekali dan memprioritaskan berdoa; agar mereka membiasakan diri untuk berdoa dalam hati. Amin!</em></h4>



<p><strong>Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!</strong></p>



<p><em>Sumber:</em></p>



<ol type="1"><li><em><a href="https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=41&amp;chapter=1&amp;verse=35">https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=41&amp;chapter=1&amp;verse=35</a></em></li><li><em><a href="https://radical.net/podcasts/pray-the-word/our-first-priority-mark-13-5/">https://radical.net/podcasts/pray-the-word/our-first-priority-mark-13-5/</a></em></li></ol>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/the-prayer-model-markus-135-tb/">The Prayer Model | Markus 1:35 (TB)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
