<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kehilangan &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<atom:link href="https://bacaalkitab.com/tag/kehilangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<description>Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Sep 2020 08:31:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.4.17</generator>

<image>
	<url>https://bacaalkitab.com/wp-content/uploads/2020/06/cropped-apple-icon-60x60-1-1-32x32.png</url>
	<title>kehilangan &#8211; Gerakan Baca Alkitab</title>
	<link>https://bacaalkitab.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tuhan Memakai Waktu dan Kejadian Untuk Memproses Aku</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/__trashed/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sarah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2020 04:58:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[dicurigai]]></category>
		<category><![CDATA[dituduh]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[kasih karunia]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[maksimal]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>
		<category><![CDATA[tertekan]]></category>
		<category><![CDATA[Theologia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=3852</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Demikian pun perbuatan baik itu segera nyata dan kalau tidak demikian, ia tidak dapat terus...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/__trashed/">Tuhan Memakai Waktu dan Kejadian Untuk Memproses Aku</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center"><p>&#8220;Demikian pun perbuatan baik itu segera nyata dan kalau tidak demikian, ia tidak dapat terus tinggal tersembunyi.&#8221;</p><p>11 Timotius 5:25 (TB)</p><p><span style="font-size: inherit;"></span></p><p><span style="font-size: inherit;"></span></p></blockquote>



<p>Semoga menjadi berkat<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> </p>



<p>Pernahkah Anda dicurigai melakukan sesuatu yang tidak Anda lakukan? Pasti tidak nyaman, bukan? Dalam hati membuncah rasa mau marah, mau teriak, dan mau membalas. Sekitar 20 tahun lalu, ketika saya masih berusia 25 tahun, pengalaman saya masih terbatas. Saya sudah wisuda dari kuliah sekuler di salah satu universitas di Medan, dan baru akan masuk semester tiga di sebuah sekolah teologia di Jakarta. Jadi, masih setahun tinggal di Jakarta dan tinggalnya di asrama pula, sehingga ruang lingkup gerak sangat terbatas dan banyak sekali yang harus dipelajari, termasuk logat bahasa masih rada asing bagi orang Jakarta dan kosa kata ala Medan, membuat kurang percaya diri ketika khotbah, membuat saya lebih pendiam yang memang dasarnya introvert.</p>



<p>Saat itu, saya dipercayakan pelayanan sebagai mahasiswa praktek 2 bulan di sebuah gereja di Jakarta yang nantinya menjadi tempat saya ditugaskan pelayanan <em>weekend</em> sampai setahun. Kegiatan lebih padat karena gereja itu akan merayakan ulang tahunnya yang kesekian. Masalahnya, para pengerja baru menyadari ada beberapa barang yang hilang (padahal ternyata barang-barang tersebut sudah hilang dari sebelum saya melayani di sana). Sangat wajar dan bisa di mengerti sebagai orang yang baru hadir di sana dicurigai sebagai pelaku. Saya mendengar seseorang mengklaim, &#8220;Karena ini belum pernah terjadi sebelumnya.&#8221; Sekiranya saya di posisi mereka, saya mungkin juga akan mengatakan hal yang sama. Tidak hanya beberapa barang, namun uang juga &#8216;diduga&#8217; hilang. Di dalam kantor, beberapa pengerja berulang-ulang menghitung pengeluaran untuk pembelian bunga ulang tahun yang seharusnya sejumlah X namun malah sejumlah Y (nantinya baru ketahuan bahwa ada pembelian yang tidak sengaja terlewat dari pendataan). Di seberang meja saya, saya yang tidak tahu apa-apa mendengar selentingan, &#8220;Siapa lagi pelakunya kalau bukan orang baru, tak sangka juga ya,&#8221; kata seorang senior. Secara refleks, semua yang ada di sekeliling meja itu memandang ke arah saya bersamaan. Saya sama sekali tidak mengerti. Perasaan tidak nyaman makin terasa apalagi sebagai orang baru. </p>



<p>Hari Minggu berikutnya, berita kehilangan beberapa barang itu nampaknya sudah tersebar cukup luas, dan orang-orang mulai berspekulasi mengenai siapa pelakunya, hanya saja waktu itu saya masih belum terlalu paham. Seminggu kemudian, ada insiden baru di mana seorang anak remaja kehilangan <em>hp</em>-nya (<em>hp</em> pada masa itu masih barang langka bagiku, gitu2 deh). Dia bersama beberapa rekannya langsung mendatangi saya dan menanyakan apakah saya melihat <em>hp</em>-nya. Ketika saya menjawab tidak, mereka segera melakukan semacam &#8220;penggeledahan&#8221; kecil terhadap tas saya, namun saya yang masih &#8220;cupu&#8221; pada waktu itu masih belum paham juga apa yang sedang terjadi, ntah kenapa muka saya pucat dan badan saya sedikit ikut gemetaran. Semacam konfirmasi bagi mereka yang memperhatikan gelagat saya secara kasat mata. Sayang sekali di masa itu belum ada CCTV di gereja mereka itu. Puji syukur gereja kecil kami sekarang dipantau CCTV, wkwkw. Pada akhirnya, siangnya ketahuan bahwa <em>hp</em>-nya ternyata tertinggal di rumah. Sehari dua hari kemudian, para hamba Tuhan yang sekantor dengan saya buru-buru membawa pulang semua buku mereka yang sebelumnya mereka tinggalkan di kantor agar bisa menjadi referensi untuk persiapan khotbah. Barangkali mereka melakukan itu karena takut buku-buku mereka digondol si &#8220;maling&#8221; juga. Siapa lagi malingnya kalau bukan si &#8220;orang baru&#8221; yekan? Memang di hati saya bertanya-tanya, ada apa gerangan, mengapa sikap terhadap saya begitu berbeda dari sebelumnya, pandangan  mereka sepertinya ada ketidaknyamanan. Pada masa itu, setiap kali laci meja TU dikunci, yang mengunci selalu mengecek berulang-ulang di depan saya dengan berbunyi dan melebih-lebihkan gesturnya, seperti mengisyaratkan kepada semua orang bahwa lacinya sudah terkunci, meja saya di sebelahnya. </p>



<p><a href="http://bacaalkitab.com/?p=3852&amp;page=2&amp;preview=true">Lanjukan bacaan ke halaman selanjutnya</a></p>


<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/__trashed/">Tuhan Memakai Waktu dan Kejadian Untuk Memproses Aku</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengampunan</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/pengampunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sarah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2020 04:21:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[pengampunan]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[suami istri]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan Yesus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=3578</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/pengampunan/">Pengampunan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center"><p>“Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.”<br>Mazmur 86 : 5 (TB)</p></blockquote>



<p>Shalom, <br>Saya Mary ibu dari dua orang puteri, saya dari Sarawak, Malaysia.<br><br>Saya&nbsp; kehilangan suami saya pada Januari tahun 2018, di usia 30 tahun ketika usia perkahwinan saya bersama suami menginjak 9 tahun.. Suami saya meninggal kerana kecelakaan jalan raya. Tidak cukup dengan kehilangan suami, ditambah lagi bila saya dapat tau dia selingkuh dibelakang saya ketika bekerja di luar kota. Sejak kehilangan dia saya hampir gila kerana saya hilang punca pendapatan, ditambah dengan beban hutang karna saya sendiri ketika itu tidak ada kerja.. saya <em>depression</em> yang amat teruk memikirkan apa salah saya sehingga suami saya selingkuh, tidak cukup dengan itu saya seolah-olah berdendam dan membenci mendiang suami saya, saya mula mengasingkan diri dari semua orang. Jiwa saya ketika itu memberontak, hati saya penuh kebeincian terhadap mendiang suami saya, saya menyalahkan Yesus diatas segala yang saya hadapi ketika itu. Sehingga pada suatu hari saya terlalu <em>depress</em> dan saya bercadang membunuh diri dengan tujuan saya mau ketemu Yesus dan mau menyalahkan dia untuk apa yang terjadi didalam kehidupan saya. <br><br>Saya seolah hilang pertimbangan ketika itu sebelum saudara perempuan saya menenangkan saya dan menasihati supaya saya masuk ke kamar sendirian dan bercakap dengan Tuhan sendiri (saat teduh). Dan saya langsung masuk ke kamar, menangis semahu-mahu saya, membentak-bentak dengan mata saya tertutup menyalahkan Tuhan bertanya kenapa dia membiarkan semua ini, sebelum akhirnya saya bertanya &#8220;untuk apa ENGKAU mencobai aku sebegini ya TUHAN tetapi engkau langsung tidak membantu aku melalui semua ini.. apa yang perlu aku buat untuk hati aku merasa tenang seperti dulu?&#8221; Saya sudah tidak mampu berkata-kata lagi sebaliknya tertunduk menangis semahunya.. Dan ketika itu saya mendengar satu suara membisikkan&nbsp; satu perkataan iaitu &#8220;PENGAMPUNAN&#8221;.. Perlahan tetapi cukup JELAS ditelinga saya dan ketika itu juga saudara-saudaraku, seolah beban yang saya pikul diangkat terus dari bahu saya dan saya sudah tidak punya rasa sedih. Rasa <em>depress</em> itu langsung hilang. Semenjak hal itu juga saya merasa lebih dekat dengan Tuhan sendiri, saya melibatkan diri didalam pelayanan gereja, melayani anak-anak kecil didalam <em>sunday school</em> sebab saya punya kerinduan disitu dan disini saya juga ingin berkongsi. <br><br>Jangan pernah takut tidak punya uang, jangan pernah takut untuk hidup sendiri. Sebab YESUS itu sendiri sumber kekayaan, dia sumber kasih, tidak ada sehari pun didalam hidup saya sekarang saya merasa tidak cukup, sebaliknya saya selalu berkelimpahan kerana saya meletakkan dia yang pertama-tama didalam hati saya. Semoga kesaksian saya ini boleh menjadi dorongan dan membangun iman sesama kita <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f-1f3fb.png" alt="🙏🏻" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><br><br>Kesaksian<br>Maryllane&nbsp; <br>Peserta baca D14 PB Normal<br>Sarawak, Malaysia</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/pengampunan/">Pengampunan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yesus Memulihkan Keadaanku</title>
		<link>https://bacaalkitab.com/kesaksian-host-fitriani-yuri-kwon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admingba]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2019 04:04:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[berdoa]]></category>
		<category><![CDATA[berserah]]></category>
		<category><![CDATA[Dayak]]></category>
		<category><![CDATA[demam berdarah]]></category>
		<category><![CDATA[Firman Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[GBA]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[kesembuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[operasi]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[penyembahan berhala]]></category>
		<category><![CDATA[pertolongan Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[tipes]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus baik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bacaalkitab.com/?p=1980</guid>

					<description><![CDATA[<p>Shalom sahabat GBA, Saya juga mau menyaksikan cinta kasih Tuhan bagaimana Ia membuat saya bisa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kesaksian-host-fitriani-yuri-kwon/">Yesus Memulihkan Keadaanku</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom sahabat GBA,<br />
Saya juga mau menyaksikan cinta kasih Tuhan bagaimana Ia membuat saya bisa berada di titik ini.</p>
<p>Ayah saya seorang muslim berdarah Melayu asli, sementara mama orang Dayak dan beragama katolik, namun setelah menikah mereka memutuskan untuk pindah ke Kristen. Ayah saya ikut mama Kristen (hanya KTP).<br />
Dari saya usia delapan bulan, ayah saya sudah sering sakit-sakitan (kerasukan buaya dan sampai lumpuh dua bulan) saat itu penyakitnya cukup parah dan tidak bisa berjalan dengan kedua kakinya, hanya bisa diam dan duduk. Dari kecil orang tua saya, sangat kuat terhadap penyembah berhala (ayah saya seorang dukun) jadi mereka berobat dengan dukun. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f622.png" alt="😢" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><br />
Dari kelas 5 SD, 2008 saya memang sering sakit-sakitan dan dua kali masuk rumah sakit, tahun 2008 dan tahun 2019. Penyakit saya tipes dan demam berdarah.<br />
Waktu terus berjalan, tahun 2014 tepatnya pada bulan April ayah saya opersi usus buntu. Saat itu saya masih duduk dikelas 2 SMK. Jujur saya sangat takut kehilangan ayah saya, karena saya mencintai ayah saya lebih dari segala sesuatu. Puji Tuhan operasi ayah saya berjalan lancar. Setelah operasi itu ayah saya tidak boleh kerja berat, tapi dia memaksakan diri untuk bekerja demi keluarga.</p>
<p>2016, saya lulus SMK kejuruan, niatnya ingin sekolah hamba Tuhan dan bahkan saya sudah dapat beasiswa untuk kuliah ke Singapura. Tapi ayah saya yang sakit-sakitan membuat saya harus berhenti mengapai impian itu. Karena posisinya harus bekerja untuk kebutuhan keluarga juga.<br />
Desember 2016, saya sakit hari itu cukup parah. Setelah dibawa ke rumah sakit saya menderita ISK (infeksi saluran kemih) dan ada batu di ginjal dengan ukuran kecil dan puji Tuhan setelah meminum obat dari dokter batu itu keluar dan hancur.</p>
<p>2017, saya mendapat pekerjaan disebuah perusahaan yang cukup besar dengan kapasitas yang memadai. Disana saya diletakkan di bagian administrasi pendapatan, dan saya juga mengajar les kecil-kecil di rumah mengjar matematika dan bahasa inggris (sampingan pulang dari kantor).</p>
<p>2018. Awal Maret saya memang sudah merasakan ada yang aneh ditubuh saya, tapi karena saya orangnya tertutup jadi tidak mau cerita ke orang lain termasuk kedua orang tua saya. Saya tidak boleh capek dan dingin, kedua pinggang kiri dan kanan saya sangat sakit dan seakan membuat tubuh berhenti bekerja.<br />
30 April 2018, di pagi itu saya sudah merasakan sakit yang luar biasa dan akhirnya saya dibawa kerumah sakit. Perut saya sangat sakit. Diruang rawat inap saya tidak bisa duduk, berdiri, berjalan, berbaring, duduk dan hanya bisa bersandar di kursi roda sambil menangis. Infus itu turun ke kaki dan tangan saya, hingga membuat tubuh saya membengkak dan perut saya buncit seperti orang hamil tiga bulan.<br />
Empat kali rontgen, dokter tidak bisa menjelaskan penyakit saya. Akhirnya saya melakukan USG dua kali, ketika dokter kandungan memeriksa dia melihat seperti kedua benda hidup didalam perut dan saya lihat benda itu seperti bergerak. Akhirnya dokter mengatakan bahwa saya menderita <em>Papillary Serous Cystadenoma Hemoragic Infrared</em>, atau yang kita kenal Torsio Kista Ovarium Sinistra stadium tiga dan harus diangkat dengan tindakan operasi.<br />
3 Mei 2018. Saya melakukan operasi pengangkatan kista, dari jam 08.30 pagi sampai jam 13.00 siang. Saya berpikir bahwa saya benar-benar akan mati dihari itu. Saya tidak bisa membayangkan jika saya mati dihari itu, saya pasti masuk neraka. Memang saya rajin berdoa pelayanan dan persekutuan tapi saya masih melakukan dosa.<br />
18 Mei 2018. Saya masuk rumah sakit untuk kedua kalinya, badan saya <em>drop</em> akibat sebelum dan setelah opersi saya puasa terlalu lama, lima hari tanpa makan dan minum. Setelah diperiksa dokter, saya menderita asam lambung dan ISK. Dua hari dirawat saya disuruh rawat jalan.<br />
14 Juli 2018. Saya masuk rumah sakit lagi, karena setelah satu bulan setelah dioperasi saya sudah berani mengendarai motor berangkat ke kantor. Dibawa kerumah sakit untuk ketiga kalinya. Setelah diperiksa dokter ada seperti bakteri tumbuh dikedua pipi saya dan juga maag udah kronis dan ISK. Dokter memberikan obat yang paten dan cukup mahal jadi bisa segera menghilangkan penyakit itu.<br />
Kembali lagi saya diperiksa oleh dokter jantung dan setelah diperiksa saya menderita jantung koroner atau dimana detak jantung lebih cepat berdenyut daripada biasanya, menyebabkan sesak nafas yang berlebihan. Saya harus mengonsumsi obat yang harga nya 1,5 juta selama 12 bulan tapi karena tidak punya uang yang banyak saya hanya mampu membeli satu kali saja. Dan saya hanya berserah pada Yesus bahwa saya percaya mukjizat masih terjadi.<br />
13 Agustus 2018. Kali ini ayah saya yang masuk rumah sakit. Setelah di rontgen, dokter mengatakan ayah menderita asam lambung dan sudah mengeluarkan nanah. Saya benar-benar takut kehilangan dia.<br />
14 Oktober 2018. Saya kembali lagi <em>drop</em>, masuk rumah sakit untuk yang keempat kalinya dan diagnosis dokter, maag kronis, ISK dan infeksi perut. Saya dirawat selama enam hari oleh dokter dan dengan obat yang cukup paten.<br />
6 November 2018. Setelah enam bulan selesai dioperasi dan dua minggu pulang dari rumah sakit. <em>I lost my father</em>. Saya kehilangan dia untuk selamanya. Ketika itu ayah saya meninggal dipelukkan saya dan tanpa bertobat. Saya merasa bahwa jiwa saya tidak tinggal di badan saya lagi dan merasa bahwa saya mati juga dihari itu. Ayah saya meninggal secara tiba-tiba, tidak melalui proses sakit yang lama, sakit beberapa jam dan langsung meninggal dunia. Jujur saya marah sama Tuhan, saya kecewa dan saya menangis tiga hari tiga malam tanpa jeda sehingga membuat mata saya bengkak. Tetapi Yesus tetap baik, dia tetap saja mengasihi saya dengan cinta-Nya yang tulus. Saya harus mulai membiasakan diri menjalani proses hidup dan hari-hari tanpa ayah saya. Saya adalah anak kesayangan dan ayah saya tidak perah marah sama saya kecuali ketika saya mengajak dia ke gereja karena, dia memang berlatar belakang muslim.</p>
<p>19 Maret 2019. Beberapa waktu lalu, saya kembali lagi masuk rumah sakit untuk yang kelima kalinya. Diagnosis dokter, sel darah putih saya mencapai 28.000 sel dan menyebar kesuluruh tubuh, artinya darah putih itu sudah menghisap sel darah merah dan gejala kanker darah. Saya benar-benar takut, bahkan saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya harus hidup. Tiga hari dirawat di rumah sakit, setelah pemeriksaan terakhir, dokter dibuat cengang oleh penyakit saya, tiba-tiba saja sel darah putih itu menghilang 100% dan saya dinyatakan sembuh, luar biasa! Saya benar-benar merasa berdosa sekali telah kecewa pada Tuhan, dan Dia masih tetap mengasihi saya dengan cinta-Nya yang tak berkesudahan.<br />
Delapan bulan saya meratapi kematian ayah saya, saya kangen dia, saya teringat ketika berangkat ke kantor dengannya dan makan siang bersama. Semua itu benar-benar saya rindukan setelah ayah saya tidak ada. Saya rapuh, saya merasa bahwa hidup ini tidak adil. Setelah saya hampir mati oleh berbagai macam penyakit, saya juga harus kehilangan panutan dihidup saya, dia. Disisi lain adik saya juga sakit dan usia 17 tahun dia belum datang bulan. Setelah diperiksa dokter, dia tidak punya lubang kemaluan dan juga harus dioperasi utk membuat lubangnya. Dia akan dioperasi setelah dia selesai SMA, (sekarang di kelas 3 SMA, tahun depan selesai) abang saya tidak bekerja. Ibu saya bekerja hanya pas-pasan untuk biaya kebutuhan hidup. Biaya sekolah adik saya diatas dua juta-an perbulan. Saya harus menjadi tulang punggung keluarga mengantikan posisi ayah saya. Oleh sebab itu, saya tidak boleh sakit lagi karena, jika saya sakit, tidak akan ada yang bekerja untuk keluarga.<br />
Saya rapuh, saya merasa sendirian, kesepian, dan merasa bahwa tidak ada yang paham perasaan saya. Memang saya rajin berdoa, bahkan, pelayanan dan kebetulan saya juga seorang guru Sekolah Minggu. Tapi, hati saya masih saja tidak sepenuhnya untuk Tuhan.<br />
20 Juli 2019. Saya bertemu dengan sahabat terbaik saya. Dia bilang, berbalik ke jalan Tuhan, serahkan hidupmu, Dia baik, Dia sanggup memulihkan keadaanmu. Tidak peduli seburuk apapun masa lalumu, sekalipun kamu sudah jatuh dilembah gelap, tangan-Nya selalu kuat untuk menarikmu kembali. Saat itu aku benar-benar merasa dipulihkan. Saya berdoa selama kurang lebih dari dua jam, saya berdoa sampai nangis dan minta ampun, dan minta pertolongan Tuhan buat diri saya. Tuhan baik dan Dia memulihkan keadaan saya hingga hari ini <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />.<br />
Dan sampai akhirnya saya pun bergabung di GBA pada tanggal 21 Juni 2019 lalu dan disni saya belajar banyak firman Tuhan. Bangun subuh, baca firman, persekutuan dan doa</p>
<p>Begitulah kesaksian hidup dari saya dan Puji Tuhan sekarang sudah sembuh dan tidak sakit-sakitan lagi. Sekalipun Masalah begitu banyak dihidup saya. Tapi saya tidak mau fokus kepada masalah, saya mau fokus pada Yesus yang sanggup menyelesaikan masalah saya.. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Tuhan memberkati <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f607.png" alt="😇" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/12.0.0-1/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Kesaksian<br />
Fitriani Yuri Kwon<br />
<em>Host</em><br />
24 Agustus 2019</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com/kesaksian-host-fitriani-yuri-kwon/">Yesus Memulihkan Keadaanku</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://bacaalkitab.com">Gerakan Baca Alkitab</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
