Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

PenyertaanNya Memberi Kelegaan

3 min read

“Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.”

Mazmur 118 : 5 (TB)

Shalom

Saya host Lilyana, saya ingin bersaksi tentang penyertaan Tuhan dalam kehidupan saya. Tahun 2019 dan 2020 ini merupakan tahun terberat dalam hidup saya. Tahun-tahun di mana iman saya diuji dan diproses oleh Tuhan. Pertengahan tahun 2019, saya dan suami mengalami banyak masalah dalam rumah tangga. Mulai dari komunikasi antara kami sebagai suami istri, komunikasi antara kami sebagai orang tua dengan anak-anak, Masalah keuangan dan pekerjaan, bahkan suami yang harus menjalani operasi tiroid, dan saya juga mengalami stroke ringan.  Awal tahun 2020, papa saya dipanggil pulang ke surga secara mendadak, tanpa sakit sama sekali. Masalah datang bertubi-tubi, sehingga saya merasa sudah tidak mampu berbuat apa-apa lagi. Jalan terasa buntu, semua pintu terasa tertutup. Saya mengikuti saran orang tua untuk menemui ‘orang pintar’ walaupun bertentangan dengan iman saya. Orang itu mengatakan bahwa saya dan suami di’guna-guna’ oleh orang yang iri pada kami. Tujuannya untuk membuat saya jadi gila dan sakit dan suami saya dibuat jadi benci pada saya dan pekerjaan suami hancur. Saya sampai berpikir buat apa saya hidup dengan keadaan seperti ini. Bahkan saya berpikir untuk meninggalkan iman saya. Saya merasa Tuhan tidak adil, Tuhan tidak ada bersama saya di saat saya membutuhkan Tuhan, dan Tuhan mengambil segalanya dari saya.

Sampai suatu hari, saya berdoa sambil menangis, saya diingatkan bahwa Tuhan menjanjikan kelegaan bagi orang yang berseru kepadaNya. Saya buka alkitab dan langsung terbuka di kitab Mazmur 103:2 “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”  Awalnya saya masih berkeras hati tidak mau mengerti apa maksud Tuhan. Saya sangat kesal, kesusahan, sakit hati, depresi, tetapi kok Tuhan malah bilang jangan lupakan segala KebaikanNya…

Sampai subuh saya tidak bisa tidur. Di saat hening, saya kembali menangis. Lalu mulai terlintas semua kebaikan Tuhan pada saya. Mulai dari Kesehatan, pemeliharaan Tuhan, dan semuanya yang saya sudah terima dari Tuhan. Saya menangis dan sujud minta ampun pada Tuhan. Saya lepaskan semua beban saya, saya curahkan semua ke tangan Tuhan. Semua ganjalan dalam hati dan dalam hidup saya. Semua persoalan rumah tangga, masalah keuangan, dan kehilangan papa, semuanya saya “muntahkan” dihadapan Tuhan. Saya minta ampun karena pernah hampir meninggalkan Tuhan. Setelahnya, saya merasa lega, ada perasaan ringan. Walaupun beban di hati belum sepenuhnya hilang, tetapi saya merasa pasrah. Dan bukan lagi keinginan saya yang saya doakan tetapi biarlah kehendak Tuhan yang terjadi, apapun itu.  Saya ikhlas menerimanya. Walaupun pahit dan sakit, tetapi dengan tenang saya percaya bahwa Tuhan memulihkan keadaan saya kembali. Dan di saat Tuhan kembali memanggil orang terkasih yaitu ayah mertua saya pulang ke pangkuan Tuhan, saya tetap merasa dikuatkan. Saya percaya Tuhan Yesus TIDAK pernah meninggalkan saya. Dan percaya bahwa Tuhan pasti memulihkan hati dan hidup saya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, tetapi saya tahu bahwa rencana Tuhan pasti yang terbaik buat saya dan keluarga besar saya. Karena ketika kita berserah pada Tuhan, maka Tuhan akan memberi kelegaan pada kita.

(Mazmur 118:5) (Matius 11:28)

Saya mohon doa dan dukungan untuk suami yang masih mengeraskan hati agar pulih dan aktif kembali melayani Tuhan. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.

Kesaksian oleh : Lilyana (Host dan Peserta baca GBA team K)

Share Artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Arsip

Event & Kegiatan

November 2020
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Sosial Media GBA Center

Open chat
Butuh Bantuan!
Shalom! 👋🏻
Ingin bertanya tentang Gerakan Baca Alkitab dan pelayanannya? 🙏🏻

Kami melayani chat dari Jam 9.00 - 17.00 WIB
can't talk, whatsapp only