Arsip

Sosial Media GBA Center

25 July 2024

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Ini Kisahku …

5 min read
Ini Kisahku

Ini Kisahku Mazmur 119:59

“Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu.”  Mazmur 119:59 (TB)

Kesaksian 1:

Shalom,

Puji Tuhan, 17 hari saya bergabung dengan grup baca Alkitab GBA ini dan saya sangat terberkati.

Selama ini waktu luang yang ada selalu saya habiskan dengan kesukaan saya, Nge-drakor (nonton drama Korea). 🤭 Beberapa kali saya coba untuk melepaskan diri, akan tetapi seberapa besar usaha saya lepas dari drakor demikian juga besarnya keinginan saya untuk menyelesaikan tiap episodenya.

Namun, ketika saya ikut dalam grup ini, Puji Tuhan, saya bisa belajar untuk komitmen. Setiap hari saya katakan pada diri saya, boleh nge-drakor jika sudah selesai membaca 5 pasal. 😃 Semoga komitmen ini tetap terjaga. Amin.

Kesaksian Oleh : Atania Sembiring (Peserta GBA)

Kesaksian 2:

Shalom, saya dari GBA Indonesia Propinsi NTT. Saya ingin bersaksi tentang kehidupan saya yang SUDAH diberkati oleh Tuhan.

Sebelum saya bergabung di grup ini saya memiliki pergumulan dalam hidup, baik pribadi maupun dalam keluarga. Saya bekerja dan berusaha mencari nafkah untuk menghidupi 4 anak saya yang tidak memiliki ayah lagi.

Dengan berjalannya waktu, saya terpilih untuk mendidik anak-anak PAUD di Gereja saya, dengan mendapatkan honor. Dengan demikian saya berusaha terus tanpa lelah. Selain mengajar, saya juga berjualan keliling sayur-sayuran dan jajanan kue. Semua untuk mencukupi kebutuhan kami. Setelah anak-anak didik saya tamat, dan kemudian juga keadaan berubah setelah masuk masa pandemi di mana anak-anak tidak bersekolah lagi, saya akhirnya mengundurkan diri dari mengajar PAUD di gereja. Saya lalu fokus berdagang sayuran dan jajanan tiap hari. Tetapi saya sangat bersyukur sebab di saat saya sudah tidak mengajar lagi, tiba-tiba ada yang menawarkan saya untuk mengajar lagi. Sampai saat ini saya menjadi tutor PAUD di 1000 guru di Sumba.

Dengan campur tangan Tuhan dan dengan iman, saya diberkati. Dan terlebih lagi, saya merasa semua beban dan pergumulan saya berkurang setelah saya bergabung di GBA. Setiap hari saya menyisihkan waktu bersaat teduh dan membaca Firman-Nya. Saya merasa terhibur, dikuatkan dan diberkati. Inilah kesaksian saya. Jadi jika kita punya beban, mari kita bawa dengan penuh penyerahan diri kepada Tuhan. Maka semuanya akan dipulihkan dan kita diberkati. Terimakasih.

Kesaksian Oleh: Solfina (Peserta GBA Indonesia Prop NTT)

Kesaksian 3:

Shalom

Kegiatan rutin saya setiap hari adalah pagi hari baca Firman Tuhan dan malam hari merangkum apa saja kejadian atau berkat yang saya terima sepanjang hari. Pembacaan Firman sesuai menu GBA day 2, pada Kejadian 5, dalam hati saya berkata, “Hanya membicarakan keturunan saja kok.” Namun ternyata ada pelajaran yang Tuhan kerjakan dalam hidup saya dan keluarga.

Karena pada tanggal 25 Febuari 2022, kami sekeluarga menanti jawaban apakah suami akan lulus terpilih untuk mengikuti Sekolah Perwira. Ternyata untuk saat ini, kesempatan belum diberikan. Saat menerima kabar itu, teringatlah akan firman bacaan saya pagi itu dalam Kejadian 5:24, “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.”

Aku lalu berkata kepada suami dan anak-anak, “Haleluya papi, inilah kehendak Allah dalam hidup kita. Saat ini permohonan kita belum dijawab, karena Allah menghendaki kita lebih lagi dan terlebih lagi bergaul dengan Allah.” Ketika kita menyerahkan segalanya kepada Allah Bapa kita, pasti hati tidak akan kecewa. Karena kita tahu rencana dan kehendak Tuhan lah yang terbaik baik kami sekeluarga.

Saya percaya bahwa kuasa Tuhan bekerja lewat FirmanNya, selalu menguatkan kami sekeluarga dan juga kita semua. Terima kasih 🌺

Kesaksian Oleh : Susiana (Peserta GBA Indonesia Prop Kalimantan)

Kesaksian 4:

Shalom. Saya mau bersaksi tentang kehidupan saya yang telah diberkati Tuhan. Inilah kisah saya.

Saya lahir dari keluarga yang bisa dikatakan sangat cinta Tuhan. Karena bapak dan mama saya telah menjadi majelis di gereja, sejak mereka muda sampai sekarang. Saya dan saudara-saudara juga rajin ke sekolah minggu dan mengikuti setiap kegiatan yang ada di gereja. Tetapi setelah menginjak bangku SMP dan SMA saya tinggal di rumah keluarga yang dekat dengan sekolah, karena kampung saya belum ada sekolah tingkat SMP dan SMA. Walaupun tetap rajin ke gereja, saat usia saya 16 tahun (kelas 2 SMA), saya terperosok dalam pergaulan bebas yang pada akhirnya saya hamil di luar nikah. Saya membuat aib yang tentunya sangat membebani dan membuat malu kedua orang tua dan keluarga besar saya. Masa depan saya hilang dan masa muda saya pun berakhir di situ. Meskipun demikian, orang tua tetap mengasihi dan menyayangi saya. Singkat cerita, putri pertama saya Lahir di tahun 2007 tanpa ditemani sang ayah. Di usianya yang ke sebelas bulan, ayahnya, (yaitu pacar yang menghamili saya) datang dengan penuh rasa bersalah dan menyatakan siap bertanggung jawab. Keluarga saya tidak langsung menerima itikad baiknya, dia malah diusir oleh bapak saya dengan berbagai kalimat yang membuat saya pun merasa sangat terpukul. Tetapi dia tidak putus asa. Akhirnya, karena Kasih Tuhan dia bisa diterima dengan baik. Semua proses adat tahap demi tahap berjalan dengan baik dan kami menikah setelah melahirkan putri kedua (Juni 2010).

Di tahun yang sama pula suami saya sakit (mengidap kanker mulut yang terletak di bawah lidah). Berbagai pengobatan, dari operasi dan penanganan medis lainnya telah dilakukan sampai dirujuk ke Denpasar Bali untuk berobat. Bahkan kami mencoba semua pengobatan alternatif lainnya, semuanya sia-sia. Di tengah pergumulan kami, Tuhan menyatakan kasih-Nya, saya hamil, dan di bulan november 2012 kami dikaruniai seorang putra. Singkat cerita setelah anak ketiga lahir, kondisi suami saya semakin memburuk. Pada akhirnya di bulan April 2013, di usia saya yang ke 22 tahun, suami saya tutup usia.

Sebagai seorang ibu muda ditinggal suami dengan tanggung jawab membesarkan 3 orang anak adalah hal yang sulit. Tetapi karena pertolongan Tuhan, sampai hari ini saya masih dimampukan untuk menjalani tapak demi tapak kehidupan dengan penuh rasa syukur. Tuhan baik bagiku.

Sepeninggalan suami, saya belum bisa mencari kerja dengan bermodalkan ijazah SMP. Anak-anak saya masih sangat kecil. Saya pun ikut program paket C (setara SMA) yang ada di wilayah tempat tinggal saya. Sambil menunggu hasil dengan bermodalkan keberanian, saya selalu aktif dalam setiap kegiatan yang ada di desa dan menjadi pengasuh anak sekolah minggu di gereja. Karena selalu aktif, akhirnya saya diangkat menjadi Kader Pemberdayaan masyarakat desa dengan gaji 150.000 perbulan.

 Seiring berjalannya waktu, karena saya tidak mau menjadi beban bagi keluarga suami saya, terutama bapak dan ibu mertua yang sangat mengasihi saya, saya pun meminta pinjam rumah keluarga yang kebetulan tidak ditempati untuk saya dan anak-anak tinggali. Karena awalnya kami masih tinggal serumah dengan mertua. Beberapa tahun kemudian, ketika saya sudah mendapatkan ijazah Paket C, saya melamar kerja di SMP Negeri sebagai pramusaji dan pramubersih dengan gaji awal 400 ribu. Puji Tuhan sekarang sudah 1 juta perbulan. Sambil bekerja saya melanjutkan studi saya lewat kuliah jarak jauh di Universitas Terbuka (UT) jurusan PGSD sekarang sudah semester akhir.

Sejak Juni 2013 sampai sekarang, saya dipakai Tuhan untuk melayani sebagai pengasuh anak dan remaja di gereja. Dan di bulan Januari 2022 saya terpilih dan dikukuhkan sebagai majelis Jemaat di gereja saya.

Sahabat GBA, saya sangat sadar bahwa Tuhan begitu sangat teramat baik bagi hidup saya. Di tengah pergumulan dan pahit getirnya hidup, Tuhan tidak pernah meninggalkan saya. Padahal saya adalah manusia yang memiliki masa lalu yang begitu kelam, Tuhan tidak memperhitungkan semuanya itu. Tuhan tetap mau pakai saya untuk menjadi alat-Nya.

Sahabat GBA inilah kesaksian hidup saya, mohon maaf jika dalam penulisan banyak kata yang kurang berkenan saya mohon maaf. Semoga memberkati🙏🙏

Kesaksian Oleh : Damaris Nodu (Peserta GBA Indonesia Prop NTT)

Share Artikel ini
Open chat
Butuh Bantuan!
Shalom! 👋🏻
Ingin bertanya tentang Gerakan Baca Alkitab dan pelayanannya? 🙏🏻

Kami melayani chat dari Jam 9.00 - 17.00 WIB
can't talk, whatsapp only